KPU Pasangkayu Rakor Persiapan Verfak Perbaikan Syarat Dukungan Bapaslon Perseorangan

07 August 2020 02:32
KPU Pasangkayu Rakor Persiapan Verfak Perbaikan Syarat Dukungan Bapaslon Perseorangan
KPU Pasangkayu gelar rakor terpadu persiapan verfak syarat dukungan Bapaslon perseorangan atau independen masa perbaikan pemilihan bupati dan wakil bupati Pasangkayu tahun 2020, berlangsung di aula kantor KPU Jalan Ir Soekarno, Salunggadue, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Yusuf/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – KPU Pasangkayu gelar rapat koordinasi (Rakor) terpadu persiapan verifikasi faktual (verfak) syarat dukungan bakal pasangan calon (Bapaslon) perseorangan atau independen masa perbaikan pemilihan bupati dan wakil bupati Pasangkayu tahun 2020, berlangsung di aula kantor KPU Jalan Ir Soekarno, Salunggadue, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (6/8/2020).

Hadir di Rakor tersebut, Ketua KPU Pasangkayu Syahran Ahmad, Komisioner KPU Pasangkayu Harliwood Suly Junior, Alamsyah, Heriansyah dan Sarifuddin, Kabag Ops Polres Pasangkayu AKP Iswan, Kasi Datun Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasangkayu Jul Indra Nasution, Liaison Officer (LO) atau penhubung Bapaslon Independen Abdullah Rasyid-Muhammad Yusri Nur (ABRi) Sofyan

Komisioner KPU Pasangkayu, Alamsyah diawal sambutannya menyampaikan kalau di beberapa daerah dukungan pada masa perbaikan ini, terdapat 32 Bapaslon yang ditolak perbaikannya yang sekarang bergulir sengketa.

“Seperti di Sulawesi Utara (Sulut) dan Sumatera, itu sekarang mereka lagi bergelut soal sengketa, karena KPU setempat menolak menyatakan syarat yang diajukan, sebab itu tidak memenuhi syarat (TMS) sehingga ditolak, hal ini sekarang lagi berjuang melalui jalur sengketa di Bawaslu,” papar Alam.

Ia mengucapkan Alhamdulillah di Pasangkayu, dari 1 Bapaslon yang masuk ditahap perbaikan memenuhi syarat (MS) dan kita lanjutkan ke tahap verfak perbaikan.

“Itu sekedar informasi. Jadi saya hanya menyampaikan bahwa yang kita lakukan hari ini bukan cuma di sini, namun banyak tempat juga terjadi beberapa daerah di Indonesia juga mengalami hal yang sama, dimana verifikasi administrasinya berlangsung sampai malam. Alhamdulillah, kita kemarin mengatur strategi (jadwal) kita, sehingga selesai dalam waktu 2 hari,” ucap Alamsyah.

Menurut dia, Bapaslon perseorangan mengajukan sampai 3 kali lipat dari data pada masa perbaikan, ternyata pada saat pengecekan akhirnya ditolak, seperti yang terjadi di 32 daerah tadi yang disebutkan.

“Seperti inilah yang bergulir di beberapa daerah, dan ada juga yang mengajukan data dukung kekurangan tapi KTP-nya terlambat,” tutur Alamsyah.

Dirinya menyebutkan, kesempatan untuk berkomunikasi itu tidak digunakan kewenangan KPU atau bagian tekhnis KPU setempat untuk menyampaikan kepada LO.

“Hal itulah Bapaslon merasa dirugikan sehingga terjadi sengketa,” sebut Alamsyah.

Kasi Datun Kejari Pasangkayu, Jul Indra Nasution menyatakan, secara kolektif kembali lagi disampaikan kepada seluruh instrumen pelaksana, baik ketika di TPS ataupun para Komisioner bisa merampungkan kesepakatan, sehingga tahapan mulai tanggal 8 hingga 16 Agustus 2020 nanti berjalan dengan baik.

“Diharapkan tidak ada lagi keributan apapun, semoga kesamaan persepsi hari ini bisa dituntaskan,” ujar Indra.

Ia menyampaikan, nanti tanggal 8 sampai 16, data dukungan Bapaslon 6.000 lebih itu juga butuh kesiapan fisik teman-teman dari paniti pemungutan suara (PPS) yang akan selalu didampingi oleh Panwas, dan ketika nanti ada temuan Panwas, laksanakan.

“Kepada Panwas, kita minta kejelasan untuk meminta bahasa yang lugas dan tegas,” paparnya.

Kabag Ops Polres Pasangkayu, AKP Iswan menyampaikan amanat Kapolres dari awal tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pasangkayu Tahun 2020, pihak Polres Pasangkayu telah melaksanakan persiapan pengamanan.

“Kegiatan tanggal 8 hingga 16 Agustus merupakan tanggungjawab kita bersama. Pelaksana maupun LO telah memahami teknis verfak. Maka dari itu perlu ketelitian dan kecermatan agar tidak ada yang dirugikan. Kepada KPU, agar dalam verfak memberikan jadwal kegiatan sebagai dasar Polres Pasangkayu dalam memaksimalkan pengamanan verfak,” papar Iswan.

Komisioner KPU Pasangkayu, Harlywood Suly Junior mengatakan, LO memastikan titik berkumpulnya orang oleh tim pendukung Bapaslon paling lambat tanggal 9 Agustus 2020 sudah tersampaikan ke PPS, sehingga pihak PPS tidak lagi pergi ke orang (pendukung) karena sudah dikumpulkan tim penghubung.

“Kepada panitia pemilihan kecamatan (PPK), nanti tanggal 9 Agustus 2020, meminta data nama dukungan yang terlampir dalam model B1.1KWK,” kata Harlywood.

Dirinya mengungkapkan, kegiatan verfak ini tidak lagi PPS datang dari rumah kerumah, akan tetapi LO yang menghadirkan pendukung sesuai aturan PKPU Nomor 18 Tahun 2020.

“Terhadap nama-nama yang diturunkan di verfak tingkat PPS, data B1.1KWK asli dan wajib menunjukkan KTP Elektronik asli. Jumlah yang akan di verfak 6.436 menyebar di 12 kecamatan terdapat 59 desa,” ujar Harlywood.

Sementara Ketua KPU Pasangkayu, Syahran Ahmad mengemukakan, tetap pada ketentuan verfak, misalnya pendukung membeludak dalam waktu 3 hari menjelang akhir verfak, dan itu tidak ada penambahan petugas verfak kecuali dari PPS yang berjumlah 3 orang.

“Jadi, walaupun membludak pendukung Bapaslon saat dilakukan verfak dengan keterbatasan hanya 3 orang petugas dari PPS, namun akan diselesaikan walaupun sampai tengah malam tetap di lakukan verfak hingga selesai,” demikian Syahran. (Yusuf/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya