Apel Gabungan Pengamanan Wilayah Kawasan Tenayan Industri Kota Pekanbaru

03 August 2020 00:19
Apel Gabungan Pengamanan Wilayah Kawasan Tenayan Industri Kota Pekanbaru
Plt Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning dan Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Hanfi pimpin apel gabungan dalam rangka pengamanan wilayah KIT, berlangsung di Jalan Angkatan 45, Kota Pekanbaru, Riau. (Tony Wijaya/Trans89.com)
.

PEKANBARU, TRANS89.COM – Pelaksanatugas (Plt) Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning dan Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Hanfi pimpin apel gabungan dalam rangka pengamanan wilayah Kawasan Tenayan Industri (KTI), berlangsung di Jalan Angkatan 45, Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (2/8/2020).

Peserta apel diikuti sebanyak 165 orang personel, dari Kodim 0301 Pekanbaru 41 orang, Polresta Pekanbaru 55 orang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru 10 orang, Satpol PP Kota Pekanbaru 80 orang, BPBD Kota Pekanbaru 10 orang.

Sambutan dari Plt Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru telah mengeluarkan surat tugas agar Satpol PP Pekanbaru melakukan upaya preventif dalam mengamankan lahan KTI.

“Surat tersebut diterbitkan tanggal 30 Juli 2020 dengan nomor 100/Setda-Tapem/295/VIII/2020 yang ditandatangani oleh Penjabat Sekda Kota Pekanbaru M Jamil,” kata Burhan.

Ia menjelaskan, tugas kita saat ini adalah dalam rangka pengamanan aset Pemkot Pekanbaru, dalam hal tersebut ada beberapa masyarakat yang masih mengklaim tanah KTI ini milik mereka.

“Kita sudah memfasilitasi agar permasalahan ini diselesaikan melalui jalur advokasi. Untuk itu kita bertindak secara persuasif dan selalu tersenyum mengahadapi masyarakat,” jelas Burhan.

Menurut dia, ada tiga poin penting yang harus dilakukan dalam pengamanan lahan milik Pemkot Pekanbaru, yakni dengan adanya surat perintah tugas yang dikeluarkan berdasarkan surat keputusan (SK) Walikota Pekanbaru nomor 125 tahun 2020 tentang pembentukan tim terpadu pengamanan aset kawasan industri Tenayan.

“KTI ini sebagai kawasan strategis nasional (KSN) dan surat perintah tugas nomor 100/Setda-Tapem/277/VII/2020, dalam rangka melakukan penguasaan secara fisik terhadap aset tanah milik Pemkot Pekanbaru,” tutur Burhan.

Dirinya menyampaikan, ke 3 poin itu yakni, pertama, Satpol PP diminta melaksanakan tahapan-tahapan penguasaan lahan aset tanah itu dan mengkoordinasikan personil pengamanan dalam rangka upaya pembersihan lahan pada kawasan aset Pemkot Pekanbaru.

“Kedua, Satpol PP diminta melakukan tindakan taktis dan strategis dalam upaya preventif terhadap aktivitas kegiatan apapun yang dilakukan oleh perorangan/Kelompok/badan usaha dan lain sebagainya pada aset tanah milik di KTI tanpa izin resmi dari Pemkot Pekanbaru. Ketiga, Satpol PP diminta berkoordinasi dengan divisi advokasi Tim Terpadu Pengamanan aset KTI sebagai KSN dalam melakukan upaya penegakan hukum bila terdapat pelanggaran ketentuan,” papar Burhan.

Selanjutnya peserta apel gabungan lakukan penutupan jalan masuk ke KTI.

Tak lama kemudian, sekitar 30 orang massa yang tergabung dari Kelompok Tani Batin Tenayan dipimpin Batin Muda Datuk Ujang Alinun Bin M Siin Bin Banjar mendatangi wilayah KTI dalam rangka peresmian Kelompok Tani Batin.

Namun Kelompok Tani Batin Tenayan tidak memiliki surat izin dari Pemkot Pekanbaru sehingga diadakan koordinasi antara Pemkot Pekanbaru dengan Kelompok Tani Batin Tenayan.

Pihak Pemkot Pekanbaru tetap tidak mengijinkan Kelompok Tani Batin Tenayan mengadakan acara peresmian tersebut, sehingga kelompok Tani Batin Tenayan berencana akan menghadap ke Walikota Pekanbaru di kediaman walikota di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pekanbaru. (Tony/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya