Satgas Pamtas RI-Papua Nugini Yonif MR 413 Bremoro Kostrad Berhasil Amankan Vanili Tidak Memiliki Dokumen

02 August 2020 00:25
Satgas Pamtas RI-Papua Nugini Yonif MR 413 Bremoro Kostrad Berhasil Amankan Vanili Tidak Memiliki Dokumen
Satgas Pamtas RI-PNG, Yonif MR 413 Bremoro Kostrad berhasil mengamankan barang berupa vanili seberat 70 Kg tidak memiliki dokumen di Pos Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua. (Penerangan Satgas Yonif 413)
.

KEEROM, TRANS89.COM – Bertempat di Pos Skopro Lama, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia (RI)-Papua Nugini (PNG), Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis Raider (MR) 413 Bremoro Kostrad berhasil mengamankan barang berupa vanili seberat 70 kilogam (Kg) tidak memiliki dokumen.

Barang tersebut milik salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dengan inisial FD, dimana Yonif MR 413 Bremoro berhasil mengamankannya di Pos Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu (1/8/2020).

Sekitar pukul 09.00 WIT, kegiatan bermula ketika di Pos Skopro Lama yang dikomandoi Serka Adi Susilo laksanakan kegiatan sweeping. Pengecekan dilaksanakan baik bagi pelintas pejalan kaki, roda 2 dan 4.

Sesaat berakhirnya kegiatan sweeping, pada sekitar pukul 12.00 WIT, Danpos mencurigai salah satu mobil jenis Toyota Fortuner hitam yang melintas tepat di depan Pos.

Setelah dilaksanakan pengecekan terhadap kendaraan tersebut, terbukti FD membawa sejumlah vanili dengan berat lebih kurang 70 Kg dengan tidak memiliki dokumen surat dari Bea Cukai setempat.

FD mengaku ia mendapatkan dari salah satu rekannya bernama AL yang tinggal di Kampung Kriko, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Bergegas Danpos Skofro Lama, Serka Adi Susilo menghubungi Pasi Intel Satgas Lettu Inf Mario Herdiana Belo yang kebetulan saat itu posisinya berada di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Setelah dilaksanakan pendataan kepemilikan, barang tersebut dilanjutkan dibawa menuju Pos Kotis yang letaknya dekat dengan Pos Karantina untuk penyerahan sesuai dengan bidangnya.

Tiba di Pos Kotis sekitar pukul 16.30 WIT, Satgas segera menyerahkan barang ilegal tersebut kepada Pos Karantina Pertanian, dan selanjutnya kepada pemilik masih diberikan waktu oleh pihak karantina untuk mengurus surat-surat perizinan sehingga barang tersebut masih dapat dimiliki oleh FD. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya