Terkait UKT, Aliansi Ormek IAIN Menggugat Unjuk Rasa di Kantor Rektorat IAIN Jember

29 July 2020 01:38
Terkait UKT, Aliansi Ormek IAIN Menggugat Unjuk Rasa di Kantor Rektorat IAIN Jember
Organiasasi mahasiswa seperti HMI Jember, PMII Jember dan IMM Jember tergabung di Aliansi Ormek IAIN Menggugat berunjuk rasa di halaman kantor Rektorat IAIN Jember Jalan Mataram, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jatim. (Adhitya/Trans89.com)
.

JEMBER, TRANS89.COM – Organiasasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jember, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jember tergabung di Aliansi Ormek IAIN Menggugat berunjuk rasa.

Aksi dipimpin Muhammad Ridwan Abdillah Setyo meminta kembalikan hak mahasiswa berlangsung di halaman kantor Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Jalan Mataram, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Senin (27/7/2020).

Massa aksi membawa poster bertuliskan, UKT lari kemana bos, UKT fantastik fasilitas miris, stop UKT mahal, jangan makan gaji buta, kembalikan hak mahasiswa, sistem daring busuk nilai buruk, Rektor tidak bijak mahasiswa terjebak.

Orasi Muhammad Ridwan Abdillah Setyo mengatakan, kami hadir untuk memperjuangkan nasib mahasiswa yang ada di IAIN Jember, sebab uang kuliah tunggal (UKT) yang sangat memberatkan mahasiswa.

“Saya mendengar dari adik-adik Mahasiswa IAIN Jember angkatan 2020 pembayaran UKT tahun 2020 sebesar Rp10.000.000 per mahasiswa,” kata Ridwan.

Ia minta kuliah secara daring (online) untuk dibatalkan, sebab kami rasa tidak efektif, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 ini masih bisa dilakukan secara tatap muka dan diatur dalam prosedur protokol kesehatan.

“Ekonomi mahasiswa IAIN Jember ini menengah ke bawah. Maka dari itu UKT harus dikurangi. Orang tua mahasiswa tidak ingin anak-anaknya bisa lebih baik, namun pihak kampus tidak tahu dari mana orang tua kami mendapatkan uang untuk membayar uang kampus,” pinta Ridwan.

Dirinya menyebutkan, sumber daya manusia (SDM) mahasiswa harus ditingkatkan untuk menciptakan Indonesia emas di tahun 2045, dan Indonesia bersaing ditahun-tahun kedepannya.

“Kami yang ada disini selalu menyerukan keluhan, namun pimpinan kampus tidak dapat memberikan solusi dan menemui kami sebagai penerus bangsa,” sebut Ridwan.

Dalm tuntutannya, Ridwan menyampaikan, Rektor mencabut Keputusan Rektor Nomor 208 Tahun 2020 tentang mekanisme pembayaran UKT IAIN Jember dimasa pandemi Covid-l9 yang masih memberatkan mahasiswa.

“Rektor segera memberikan keputusan penurunan UKT 50% tanpa syarat secara khusus dimasa pandemi Covi-19. Menuntut Rektor mengganti dan memberikan beban biaya kuliah daring bagi mahasiswa,” tegas Ridwan.

Massa aksi kemudian masuk ke dalam gedung Rektorat IAIN Jember meminta ditemui, namun setelah dilakukan pengecekan, Rektor IAIN Jember tidak ada ditempat.

Selanjutnya massa aksi menyegel gedung Rektorat IAIN Jember dan pintu gerbang IAIN Jember serta meminta para Wakil Rektor IAIN Jember untuk menemui massa aksi.

Massa aksi kemudian membakar ban bekas dan sampah di Joglo Kantor Rektorat IAIN Jember sebagai bentuk kekecewaan karena Rektor dan para Wakil Rektor tidak bisa menemui mereka. (Adhitya/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya