Aliansi Koalisi Anak Bangsa Desak Gubernur dan DPRD Jambi Bertindak Tegas Terhadap Oknum Manfaatkan PPDB

28 July 2020 18:51
Aliansi Koalisi Anak Bangsa Desak Gubernur dan DPRD Jambi Bertindak Tegas Terhadap Oknum Manfaatkan PPDB
Massa yang tergabung dalam Aliansi Koalisi Anak Bangsa unjuk rasa mendesak Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi untuk bertindak tegas terhadap oknum yang memanfaatkan PPDB tahun ajaran 2020/2021, berlangsung di kantor Diknas dan DPRD Provinsi Jambi Jalan Jenderal Ahmad Yani, Telanaipura, Kota Jambi. (Ferry/Trans89.com)
.

JAMBI, TRANS89.COM – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Koalisi Anak Bangsa (AKAB) unjuk rasa mendesak Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi untuk bertindak tegas terhadap oknum yang memanfaatkan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

Aksi dipimpin Beben Hasibuan berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) dan DPRD Provinsi Jambi Jalan Jenderal Ahmad Yani, Telanaipura, Kota Jambi, Senin (27/7/2020).

Massa Aksi berkumpul di simpang IV Bank Indonesia (BI) Kota Jambi selanjutnya bergerak menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Orasi Beben Hasibuan menuntut Diknas Provinsi Jambi menjelaskan dan mempertanggungjawabkan kepada masyarakat dan secara hukum terkait dugaan pelanggaran pelaksanaan PPDB dan adanya temuan dugaan pungutan liar (pungli) di pihak sekolah.

“Memanggil dan segera membatalkan Aqula Konveksi sebagai tempat satu-satunya penjahit yang melaksanakan pengadaan seragam sekolah karena ini monopoli sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait terhadap legalitas usaha konveksi tersebut,” ujar Beben.

Ia meminta untuk dibatalkan adanya dugaan jatah yang diberikan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMUN 3 Kota Jambi yang diduga mencapai 60 siswa dari yang mengatas namakan Forum RT di wilayah sekolah SMUN 3 Kota Jambi.

“Kami minta Diknas dan DPRD Provinsi Jambi serta aparat penegak hukum menindaklanjuti permasalahan ini sampai kepada proses hukum,” pinta Beben.

Kemudian terjadi aksi dorong mendorong dengan aparat kepolisian, tetapi dihalau oleh pihak kepolisian agar tidak memasuki pintu.

Namun tak lama massa aksi memasuki gedung Diknas Provinsi Jambi untuk mencari pejabat terkait, tetapi seluruh pejabat terkait tidak berada ditempat, selanjutnya massa aksi keluar untuk lakukan penyegelan dengan merantai dan menggembok kantor Diknas Provinsi Jambi.

Selanjutnya massa aksi longmarch menuju Kantor DPRD Provinsi Jambi, dan 7 orang perwakilan massa aksi diterima Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto dan Rocky Candra.

Ketua DPRD Jambi, Edi Purwanto menerima tuntutan massa aksi dan berjanji akan menindaklanjuti permasalahan ini.

“Mengingat dan mempertimbangkan hal ini untuk siswa yang sudah masuk dan diterima tidak mungkin akan dikeluarkan kembali,” terang Edi. (Ferry/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya