8 Ribu Ton Cangkang Kelapa Sawit di Sulawesi Barat di Ekspor Ke Thailand

28 July 2020 21:56
8 Ribu Ton Cangkang Kelapa Sawit di Sulawesi Barat di Ekspor Ke Thailand
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar hadiri pelepasan ekspor cangkang sawit ke Thailand di Pelabuhan Belang-belang Kabupaten Mamuju. (Dok. Dinas Kominfo Sulbar)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Ali Baaal Masdar melepas sebanyak 8 ribu ton cangkang sawit untuk diekspor ke Negara Thailand melalui Pelabuhan Belang-belang, Kabupaten Mamuju, Senin (27/7/2020).

Ekspor perdana cangkang sawit ke Thailand ditandai dengan penyerahan phytosanitari certificate dan pelepasan burung merpati oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bersama Kepala Badan Karantina Pertanian RI, Ali Jamil yang mewakili Menteri Pertanian (Mentan) RI dan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Belang-belang Kabupaten Mamuju, Kapten Cristina Anthon.

“Kita bersyukur hari ini kita berkumpul di Pelabuhan Belang-belang bersama Kepala Balai Pertanian RI mewakili Bapak Menteri,” kata Gubernur Ali Baal melalui siaran pers Dinas Kominfo Sulbar.

Menrut dia, disini kita sama-sama melihat pelepasan ekspor perdana cangkang kelapa sawit sebanyak 8 ribu ton. Semoga kedepan, Sulbar dapat lebih meningkatkan ekspornya,” tutur Ali Baal.

Ia menyebutkan, wilayah Indonesia yang sebagian besar bertopografi pertanian dengan penduduknya yang berprofesi sebagai petani, dan itu menjadi modal utama bagi dunia pangan Indonesia, sehingga dari sektor tersebut Sulbar tidak ingin ketinggalan dan segera mengambil perannya.

“Ekspor kali ini sudah yang ketiga kali, di awali ke Jepang sebanyak dua kali dan sekarang ke Thailand. Kita berharap ekonomi masyarakat Sulbar dapat semakin maju dan malaqbiq,” sebut Ali Baal.

Dirinya menjelaskan, semua lapisan masyarakat patut berbangga dengan sumber daya alam (SDA) yang kaya dimiliki Sulbar, seperti komoditas ternak sapi banyak dilalulintaskan ke daerah Kalimantan, begitupula komoditi lain seperti pisang dan kelapa yang berasal dari Mamuju Tengah (Mateng).

“Selain itu, cangkang kelapa sawit mampu menembus pasar international. Semuanya harus berbangga dengan SDA Sulbar yang sangat kaya tersebut,” jelas Ali Baal.

Kepala Badan Karantina Pertanian RI, Ali Jamil mengemukakan, berdasarkan data sistem perkarantinaan, IQFAST cangkang sawit milik CV Anugrah Abadi di Sulbar baru pertama kali mengirim cangkang sawit ke Thailand dengan nilai ekonomi sebesar Rp8,9 miliar yang dinilai berdampak baik bagi Sulbar itu sendiri.

“Tahun lalu, produk yang sama juga berhasil diekspor ke Jepang sebanyak 8,4 ton,” ujar Ali Jamil

Melihat potensi cangkang sawit asal Sulbar yang besar, Ali Jamil menekankan, kedepan diperlukan sinergisitas berbagai pihak agar kinerja ekspornya dapat terus dipacu, serta berupaya aktif mempromosikan dan mengkampanyekan aneka produk turunan dan samping kelapa sawit ke berbagai negara.

“Saat ini banyak negara tengah menggalakkan penggunaan sumber energi terbarukan termasuk energi biomassa asal cangkang sawit, sehingga lambat laun cangkang sawit tersebut diprediksi semakin diminati di berbagai negara,” terang Ali Jamil.

Kepala UPP Kelas III Belang-belang Kabupaten Mamuju, Kapten Cristina Anthon, menyampaikan Pelabuhan Kelas III Mamuju berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II tepatnya di Selat Makassar, sehingga dinilai sangat srategis.

“Diharapkan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait, kiranya Pelabuhan Belang-belang kedepan dapat menjadi pintu laut Sulbar, terutama dengan melihat perkembangan perekonomian Sulbar saat ini,” papar Cristina

Lanjut Cristina, terkait pemberian layanan di Pelabuhan Belang-belang, pihaknya bersedia memberikan pelayanan selama 24 jam.

“Kami Hadir di sini untuk memberikan pelayanan pelabuhan 24 Jam. Jadi kalau ada pengusaha tiba di sini pukul 1 malam, Insya Allah langsung ditangani dengan baik,” tambahnya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya