Peresmian Masjid Sarah Abdullah Muhaibid di Kompleks SDIT Ar Risalah Klaten

27 July 2020 02:38
Peresmian Masjid Sarah Abdullah Muhaibid di Kompleks SDIT Ar Risalah Klaten
Masjid Sarah Abdullah Muhaibid diresmikan berlangsung di kompleks SDIT Ar Risalah di Dukuh Tegalmojo, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jateng. (Joko Arief/Trans89.com)
.

KLATEN, TRANS89.COM – Masjid Sarah Abdullah Muhaibid diresmikan berlangsung di kompleks Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar Risalah di Dukuh Tegalmojo, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (26/7/2020).

Hadir di giat tersebut, Ketua Yayasan Muahibid Surabaya Ustad Agus, Ketua Yayasan Ar Risalah Surakarta Ustad Sigit Raharja, Ketua Yayasan Ar Risalah Klaten Ust Aziz Sukamto, Camat Wonosari M Nurrosyid, Kepala Desa (Kades) Kingkang Suryadi, Kepala SPK 1 Polsek Wonosari Aiptu Mujiyo.

Sambutan Ketua Panitia penyelenggara, Yogi Pradipta Adi ucapkan puji syukur kepada Allah SWT dengan rahmat dan berkahnya kita dalam keadaan sehat walafiat. Dan kami selaku ketua panitia mengucapkan Jazakumullah kepada para donatur maupun pejuang yang telah mendirikan Masjid ini, semoga menjadi amal ibadahnya.

“Kami selaku panitia pembangunan tidak punya arti apa-apa tanpa bantuan bapak ibu semua yang telah memberikan suport, baik moril maupun materi. Masjid ini dibangun bukan untuk SDIT aja, tapi untuk masyarakat umum atau musafir. Insya Allah kedepan dapat digunakan untuk kajian-kajian atau pengajian,” ucapnya.

Ketua Yayasan Ar Risalah Pusat Surakarta, Ustad Sigit Raharjo mengajak untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT karena diberi nikmat iman, nikmat sehat, sehingga kita bisa menghadiri peresmian Baituallah atau umah Allah, tempat yang sangat mulia dan barokah.

“Shalawat dan salam kita tujukan kepada Nabi kita karena atas Beliaulah kita mengenal islam, jalan lurus untuk menuju surga Allah,” ucap Ustad Sigit.

Ia mengatakan, hari ini hari barokah karena kita menghadiri peresmian masjid Rasah Abdulallah Muhaibid, masjid yang megah, sejuk bila kita berada didalamnya dan semestinya kita mengucapkan Jazakumullah kepada donatur yang mensukseskan pembangunan masjid ini.

“Dengan dibangun masjid ini, masyarakat umum maupun lembaga pendidikan yang ada di lingkungan masjid bisa pengoperasionalkan masjid secara maksimal,” kata Ustad Sigit.

Dirinya menceritakan pada zaman Rasulullah, masjid bisa digunakan untuk shalat tapi juga dapat digunakan untuk musyawarah, dapat digunakan untuk pendidikan dan juga dapat digunakan untuk berlatih bela diri dan lain-lain.

“InsyaAllah, masjid ini kedepan akan makmur dengan kegiatan-kegiatan yang berguna, baik ibadah maupun sosial,” ujar Ustad Sigit.

Dia menerangkan, masyarakat Kingkang dan sekitarnya saat waktu shalat bisa juga melakukan sujud (shalat) kepada Allah SWT di masjid Rasah Abdulallah Muhaibid.

“Barang siapa yang membangun masjid, maka Allah akan mendirikan atau membangunkan rumah di surga. Kami mengucapkan Jazakumullah kepada donatur baik dukungan maupun dana sehingga masjid ini bisa berdiri,” terang Ustad Sigit.

Camat Wonosari, M Nurrosyid juga panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, sehingga kita bisa kumpul di masjid ini dalam keadan sehat tidak kurang suatu apapun.

“Shalawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Kami mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah memberikan bantuan sehingga berdirinya masjid ini, dan semoga bermanfaat,” ucap Nurrosyid.

Dirinya mendoakan Ar Risalah dapat berkembang dan memberikan pencerahan kepada masyarakat, dan saat ini kita sedang dalam keadaan kurang enak karena ada pembatasan-pembatasan terkait pandemi Covid-19, sehingga diharapkan pihak Takmir Masjid menjalankan protokoler kesehatan.

“Diharapkan masjid ini dapat dijadikan pusat peradaban dalam arti tidak digunakan untuk shalat saja, tapi dijadikan pusat pendidikan atau kajian, sehingga sangat bermanfaat bagi umat Islam,” ujar Nurrosyid.

Ia menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19, apabila ada musafir, agar pihak Takmir masjid mempersiapkan tempat sendiri untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Virus corona jangan ditakuti berlebihan, tetapi juga jangan disepelekan. Apa yang disampaikan pakar ahli maka diikuti, karena Kecamatan Wonosari masuk zona merah. Dengan mengucapkan Basmalah, saya resmikan Masjid Sarah Abduallah Muhaidib, semoga kedepan membawa berkah bagi umat Islam,” jelas Nurrosyid.

Ketua Yayasan Bina Muhaidib Surabaya, Ustad Agus juga panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena siang ini kita bisa hadir meresmikan Masjid Sarah Abduallah Muhaibid.

“Masjid ini merupakan sumbangan dari masyarakat umum dan kita hanya perantara saja, sebagai pemancing saja, serta yang menyumbang masjid ini dari keluarga Ibu Sara Abdullah,” ucap Austad Agus.

Ia mengatakan, di Wonosari ada 20 Masjid yang dibangun oleh Yayasan kami dan kalau di Klaten ada 260 Masjid sedangkan bantuan tersebut dari Timur Tengah dan umat Islam di Indonesia.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Muspika Wonosari dan perangkat Desa Kingkang yang telah memberikan dukungan moril untuk membangun masjid ini,” kata Ustad Agus.

Lanjut Ustad Agus, bagaimana agar hidup kita bermanfaat, kata Rasulullah kedua kaki tidak akan beranjak di akhir kiamat sebelumnya ditanyakan 4 perkara, yaitu ilmunya digunakan untuk apa, hartanya digunakan untuk apa, umurnya digunakan untuk apa dan waktunya digunakan untuk apa.

“Pesan saya nanti apabila masjid ini sudah berjalan, mohon pengurus masjid ini ada kesinambungan laporan, sehingga dapat diketahui perkembangan masjid ini,” tambahnya. (Joko/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya