Depan Istana Negara, BAM Indonesia Desak Tangkap Djoko Tjandra dan Pengacaranya di Cekal Polri ke Luar Negeri

26 July 2020 01:55
Depan Istana Negara, BAM Indonesia Desak Tangkap Djoko Tjandra dan Pengacaranya di Cekal Polri ke Luar Negeri
Sejumlah massa yang tergabung di Barisan Aktivis Muda (BAM) Indonesia unjuk rasa di Taman Pandang depan Istana Negara Jalan Silang Monas Barat, Gambir, Jakarta Pusat. (Bagus Prasetyo/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Sejumlah massa yang tergabung di Barisan Aktivis Muda (BAM) Indonesia dipimpin Enday Hidayat unjuk rasa di Taman Pandang depan Istana Negara Jalan Silang Monas Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2020).

Elemen yang tergabung di BAM Indonesia yakni Permahi, Pamulang Bergerak, Cendikiawan Muda Indonesia (CMI), Himpunan Mahasiswa Pandeglang (HMP), Kamtek, LKBH CMI, dan Mahasiswa Cilegon.

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, Pak Sigit masa gak tahu sih, pro justitia tangkap buronan Djoko Tjandra, hukum pro pejabat pro penjahat rakyat jadi melarat, dan penjarakan Djoko Tjandra.

Orasi Enday Hidayat mengatakan, Djoko Tjandra sudah jelas penjahat tetapi masih diberikan kemudahan, tangkap dan penjarakan Djoko Tjandra dan meminta untuk mencopot Kabareskrim Polri karena diduga lalai dalam memimpin Bareskrim.

“Kami meminta Kapolri mencopot Kabareskrim terkait kasus pembuatan surat jalan Djoko Tjandra, karena tidak mungkin Kabareskrim tidak tahu dan diduga kuat ikut melindungi Djoko Tjandra dan usut semua oknum polisi yang terlibat,” kata Enday.

Ia meminta kepada Presiden Jokowi harus membersihkan semua pejabat yang ikut terlibat melindungi Djoko Tjandra agar dapat mewujudkan Polri yang bersih professional, modern terpercaya (Promoter).

“Meminta Kadiv Propam Mabes Polri segera tindak oknum yang terlibat secara fair dan transparan terhadap oknum polisi yang terlibat pembuatan surat jalan Djoko Tjandra. Kalau Kapolri tidak bisa pecat Kabareskrim, maka kita minta Presiden pecat Kapolri. Masih banyak Jenderal Bintang Tiga yang mampu jadi Kabareskrim,” tegas Enday.

Dirinya menuntut tangkap dan penjarakan Djoko Tjandra sebagaimana putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dalam waktu dua minggu kedepan.

“Pecat secara tidak Terhomat dan usut secara pidana 3 oknum Jendera yang terlibat persekongkolan dengan buronan kakap Djoko Tjandra,” ternag Enday.

Lanjut Enday mengungkapkan, kami menuntut Kapolri ldham Azis untuk mencopot Kabareskrim Polri Komjen Sigit Prabowo, karena diduga telah lalai dan gagal memimpin Bareskrim Polri dan di duga terlibat dalam kasus persekongkolan yang dilakukan bawahannya.

“Meminta Kapolri Idham Azis dan Presiden Joko Widodo mengusut tuntas persekongkolan ini demi tegaknya hukum di Indonesia. Meminta Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri ldham Azis dari jabatannya jika tidak mampu menyelesaikan kasus ini secara tuntas,” ungkap Enday.

Massa aksi juga melakukan pembakaran ban bekas dan dapat dipadamkan pihak aparat kemanan.

Polri Cekal Pengacara Djoko Tjandra ke Luar Negeri

Sementara pihak kepolisian melakukan pencekalan terhadap pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking ke luar negeri (LN).

Anita dicekal untuk mempermudah proses penyelidikan terkait perkara Djoko Tjandra.

“Kemarin tanggal 22 Juli dari tim Bareskrim Polri kepada kantor Imigrasi Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta perihal permohonan pencegahan ke LN atas nama Anita Dewi Anggraeni Kolopaking,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Argo menyampaikan surat pencekalan sudah dikirimkan Mabes Polri ke pihak Imigrasi pada Rabu (22/7) kemarin. Proses pencekalan ini berlangsung selama 20 hari ke depan.

“Jadi telah dilakukan pencekalan sementara selama 20 hari ke depan mulai dari 22 Juli,” katanya.

Bareskrim sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap Anita Dewi Anggraeni Kolopaking sejak Rabu (22/7) kemarin.

Pemeriksaan berkaitan dengan dugaan pelarian buronan kasus Cassie Bank Bali, Djoko Tjandra. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya