Anggaran Pendidikan di Rasionalisasi, Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Bengkalis Aksi

24 July 2020 15:45
Anggaran Pendidikan di Rasionalisasi, Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Bengkalis Aksi
Sejumlah massa yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Bengkalis unjuk rasa terkait anggaran bantuan pendidikan berlangsung depan kantor bupati Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bengkalis, Riau. (Brian Leonard/Trans89.com)
.

BENGKALIS, TRANS89.COM – Sejumlah massa yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Bengkalis (AMPIBI) dipimpin Muhairimin unjuk rasa terkait anggaran bantuan pendidikan berlangsung depan kantor bupati Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (23/7/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, jangan rasionalisasi bantuan pendidikan kami, kalian tidak akan kuat, kami demo, lebih baik putus cinta dari pada putus beasiswa. Pemerintah Kabupaten Bengkalis kemaghok duet. Catatan buat pemerintah Bengkalis stop pembodohan. #Bengkalis, #Pendidikan, #Rasionalisasi, #Mahasiswa, #Menolak diam tertindas atau bangkit melawan dan #Mosi tidak percaya. Massa AMPIBI tolak rasionalisasi yang tidak rasional, Aliansi Mahasiswa Peduli pendidikan Kabupaten Bengkalis. Beliau sedih melihat potret pendidikan di Kabupaten Bengkalis.

Orasi Asnawi mengatakan, mari kita melakukan ikrar sumpah mahasiswa, kami mahasiswa Indonesia bersumpah bertanah air satu, tanah air Indonesia.

“Kami mahasiswa Indonesia bersumpah, berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan. Kami mahasiswa Indonesia bersumpah berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan,” katanya.

Amelia Ripal menuturkan, kami berada disini untuk menyuarakan keadilan atas kezaliman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis atas pemotongan dana pendidikan.

“Kami berada disini dari massa AMPIBI dengan massa yang sedikit, tetapi kami selalu kompak memperjuangkan hak-hak para pelajar dan dunia pendidikan,” tutur Amelia.

Anggi Hardiyanto menyebutkan, bapak/ibuk pejabat yang berada di kantor Bupati Bengkalis, tolong keluar dan terimalah kami yang datang memperjuangkan keadilan dunia pendidikan.

“Kami selalu membayar kewajiban di dunia pendidikan, akan tetapi anggaran pendidikan di potong, mana hati nurani pemimpin Kabupaten Bengkalis. Apabila bapak/ibu pejabat tidak menanggapi dan menerima kami, maka kami akan datang kembali melakukan aksi unjuk rasa dalam jumlah yang lebih besar,” sebut Anggi.

Rezeki Hari Santosa mengemukakan, kawan-kawan hari ini kita berkumpul kembali lagi disini, karena apa, karena ada yang tidak beres pada Pemkab Bengkalis.

“Bapak/ibuk pejabat di kantor bupati Bengkalis tolong keluar dan temui kami sebagai perwakilan masyarakat,” ujar Rezeki.

Mujib Riski mengatakan, kami dari massa AMPIBI sebagai perwakilan pelajar dan masyarakat sepakat menyampaikan mosi tidak percaya kepada pimpinan Kabupaten Bengkalis.

“Pihak keamanan yang menyampaikan bahwa mahasiswa tidak beretika dalam berorasi itu adalah salah, karena pemimpin Kabupaten Bengkalis sendiri yang tidak beretika melakukan penzoliman dengan memangkas anggaran pendidikan sebab alasan untuk penanganan penyebaran Covid-19,” kata Mujib.

Rabani mengatakan kami tidak mau dialog di dalam ruangan.

“Kami mau bapak/ibuk pejabat di kantor Bupati Bengkalis menemui kami di lapangan saat ini dan berdialog,” kata Rabani.

Massa aksi diterima Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bengkalis, Heri Indra Putra didampingi Kabag Kesra Hambali dengan melakukan dialog.

Heri menyampaikan kalau dirinya tidak bisa mengambil keputusan terkait tuntutan massa aksi, dikarenakan Pelaksanaharian (Plh) Bupati Bengkalis sedang berada di Kecamatan Bukit Batu menghadiri kegiatan TMMD.

“Saya akan menyampaikan aspirasi massa aksi kepada Plh Bupati Bengkalis dan meminta dilakukan mediasi atau diskusi atas tuntutan aksi paling lambat Jumat 24 Juli 2020,” papar Heri. (Brian/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya