Pelanggaran Protokol Kesehatan Meningkat di Jakarta Barat, Tamo: Saya Harus Bertanggungjawab Penegakkan Hukum dan Penertiban

23 July 2020 23:02
Pelanggaran Protokol Kesehatan Meningkat di Jakarta Barat, Tamo: Saya Harus Bertanggungjawab Penegakkan Hukum dan Penertiban
Kasatpol PP Administrasi Jakarta Barat di ruang kerjanya Kantor Walikota Jalan Kembangan Jakarta Barat, Tamo S. (Bayu A/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Akhir-akhir ini kasus pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian oknum masyarakat meningkat karena adanya persepsi masyarakat terhadap tatanan kehidupan baru atau new normal.

Hal itu menyebabkan kecenderungan masyarakat mengabaikan aturan protokol kesehatan Covid-19 dan menganggap bahwa aktivitas kehidupan masyarakat sudah normal kembali.

“Kesadaran masyarakat yang masih rendah ditambah permasalahan ekonomi dan kejenuhan menghadapi segala aturan, termasuk dengan adanya aturan pembatasan menjadi alasan masyarakat untuk melakukan pelanggaran terhadap ketentuan PSBB yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata Kasatpol PP Administrasi Jakarta Barat di ruang kerjanya, Tamo S di Kantor Walikota Jalan Kembangan Jakarta Barat, Kamis (23/7/2020).

Menurut dia, sebagai Kasatpol PP Administratif Jakarta Barat, dirinya bertanggungjawab dalam setiap pelaksanaan tugas dilapangan.

“Jadi saya harus bertanggungjawab dilapangan dalam penegakkan hukum dan penertiban yang dilakukan demi untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat semua,” tutur Tamo.

Ia menjelaskan, tindakan penutupan atau penyegelan tempat tempat hiburan malam (THR) dan fasilitas umum lainnya sudah dilakukan, karena ini adalah akibat tidak terbukanya pihak pengelola yang melakukan kegiatan secara tersembunyi mendahului jadwal yang sudah ditentukan.

“Adanya penggunaan fasilitas umum oleh masyarakat sebagai tempat rekreasi, hal ini berpotensi menimbulkan kerumunan massa dan melanggar protokol kesehatan,” jelas Tamo.

Dirinya menyebutkan, pihak pengelola belum secara maksimal menjalankan semua aturan protokol kesehatan, seperti kontrol kapasitas pengunjung belum dilakukan secara maksimal, Quick Response (QR) kode hanya digunakan di pintu masuk saja, sedangkan di pintu pintu lain tidak disediakan.

“Pengawasan internal oleh pengelola belum dilakukan secara maksimal, dan tidak tersedianya tempat cuci tangan, masih terjadi kerumunan massa dan tidak menggunakan masker serta melanggar jam operasional. Hal ini telah melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yang sudah disepakati bersama,” sebut Tamo.

Tamo mengungkapkan, dalam menjalankan tugas dilapangan, selalu berpesan kepada seluruh anggota untuk selalu memperhatikan faktor keamanan dengan mengedepankan cara pendekatan secara persuasif.

“Hal ini untuk menjaga serta menghindari terjadinya gesekan atau bentrokan yang tidak diinginkan antara anggota dengan masyarakat,” ungkapnya.

Tamo meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama ikut membantu serta menjaga ketertiban.

“Patuhi aturan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19. Semua ini demi untuk terciptanya Jakarta yang aman, nyaman dan sehat,” pintanya. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya