Menkopolhukam dan Mendagri Kunjungan Kerja di Nusa Tenggara Barat

23 July 2020 01:38
Menkopolhukam dan Mendagri Kunjungan Kerja di Nusa Tenggara Barat
Menkopolhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian bersama rombongan kunker di Provinsi NTB, berlangsung di gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB Jalan Pejanggik, Kota Mataram. (Amir/Trans89.com)
.

MATARAM, TRANS89.COM – Menteri Koordiantor Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama rombongan kunjungan kerja (kunker) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka mensukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Selain itu, Menkopolhukam dan Mendagri memantau pendisiplinan masyarakat taat protokol kesehatan Covid-19 dan terlaksananya program objek vital (Obvit) nasional di NTB berlangsung di gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Selasa (21/7/2020).

Dalam sambutan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Barat ini mungkin sama seperti ibarat kata-kata indah yang pernah ditulis oleh Philip Kotler tahun pertengahan 90-an, mungkin nanti tidak seperti biasanya Philip kotler ini menulis buku ketika bicara tentang kata-kata indah ini atau satu puisi bisa menggambarkan apa yang kami rasakan seperti hal dirinya dan Wakil Gubernur ketika memimpin NTB.

“Sebelum kami dilantik di NTB ini, kami disapa oleh gempa yang cukup besar dan dengan kerja keras kita semua. Alhamdulillah dalam sejarah, kita bisa membangun Indonesia. Terima kasih pada terutama TNI dan Polri kita mampu membangun 24.000 hunian rumah masyarakat tahan gempa,” kata Gubernur Zulkieflimansyah.

Menurut dia, dalam dedikasi dan kerja keras kita, peningkatan dalam hal pertumbuhan ekonomi kita juga meningkat, bahkan juga pertumbuhan parawisata dengan adanya penerbangan langsung Lombok-Australia.

“Itu bisa menjadi meningkatkan hampir 80% turis mancanegara datang ke NTB,” tutur Zulkieflimansyah.

Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono menyatakan, pasti banyak yang bertanya ada apa kok kami berkolaborasi seperti ini datang bersama-sama, biasanya kalau jajaran pemerintahan, pemerintah sendiri, legislatif sendiri.

“Namun kali ini kami ingin bersama-sama datang ke daerah untuk menjemput bola, karena ada hal-hal yang kita harus melihat dengan segera di lapangan agar kita nanti ketemu di Senayan rapat, agar pendapat tidak terlalu banyak yang kita bahas,” ujar Nono.

Ia menjelaskan, dinamika persoalan dan permasalahan yang dihadapi oleh kita apalagi dengan Covid-19 ini, membuat kita harus berlari dengan cepat mengambil keputusan, paling tidak dengan cara 60%-70% persoalan bisa kita temukan solusinya.

“Kita tidak bisa perbincangkan di lapangan secara formal, kita bertemu dalam rapat hanya mendengar pendapat yang tinggal pendalaman saja. Dan yang paling penting kita selesaikan di lapangan jangan menumpuk, ini kita baru mencoba, mudah-mudahan kunker kita ini membawa kabar baik bagi Presiden,” jelas Nono.

Dirinya menyampaikan, kita sepakat untuk melakukan kunker yang pertama kita tuju di NTB dan kemudian setelah dari sini kita menuju ke Papua dan Maluku dan Insyaallah nanti kemudian kita melakukan kunjungan ke barat antara Batam-Medan dan kemudian Aceh.

“Informasi yang kami dapatkan sebelum bapak Presiden pidato kenegaraan tanggal 16 Agustus 2020, sudah banyak menerima dari kami-kami. Saya hanya terima perkembangan lingkungan strategis dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI, khususya perkembangan lingkungan strategis kawasan Asia Pasifik dalam membangun kesadaran menjaga kedaulatan NKRI,” papar Nono.

Wakapolri Komjen Pol Gatot Adi Parmono mengatakan akan memberikan pengarahan terkait wabah covid-19 beserta penanganan protokol kesehatan di obvit dan masalah pilkada serentak. Dan permohonan maaf dari Kapolri yang seharusnya beliau hadir bersama rombongan dari Jakarta, tetapi ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan, kemudian diwakilkan kepada dirinya.

“Pada kesempatan ini menyampaikan terkait dengan covid-19 dan tentunya pak gubernur terima kasih tadi sudah menyampaikan di Provinsi NTB ini sekarang penyebaran covid-19 itu terutama di Kota Mataram walaupun masih angkanya mungkin masih ada yang naik, tapi sudah bisa di kendalikan,” kata Gatot.

Ia mengemukakan, Covid-19 ini merupakan suatu krisis kesehatan yang kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi, tapi Alhamdulillah, tadi barusan Gubernur dengan semua inovasinya bisa mengembangkan UKM, sehingga Insyaallah ke depan krisis ekonomi tidak akan terjadi NTB atas dukungan Forkopimda.

“Kalau kita biarkan Covid-19 terus berkembang dan kita tidak mengambil langkah-langkah antisipasi dengan sifat-sifat ekonomi, ini bisa berkembang menjadi krisis sosial, kemudian berkembang menjadi ancaman keamanan dan yang lebih parah tentunya bisa terjadi krisis politik yang tidak kita harapkan,” ujar Gatot.

Dirinya ucapkan Alhamdulillah dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh seluruh jajaran dan komponen masyarakat di NTB, dimana kalau kita melihat laporan yang disampaikan Gubernur, masalah ini bisa diatasi.

“Namun demikian, yang kita pahami saat sekarang ini meskipun pada awalnya kita sudah menetapkan pengetatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan adaptasi kebiasaan baru dan saat ini vaksin belum ditemukan, tetapi sebaiknya penyebaran itu bisa kita putus dengan disiplin dari setiap orang.

Gagot menyebutkan, penyebaran Covid-19 di tidak mengenal siapapun, apakah dia itu anggota dewan, apakah PNS, apakah Polri, apakah TNI siapa saja tidak mengenalnya.

“Jadi setiap orang harus disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19,” sebut Gatot.

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Jhoni Sopriyanto menyampaikan, terkait Covid-19 di NTB sudah ada tindakan dari pemerintah daerah dan dibantu oleh jajaran Forkopimda, walaupun untuk pasien Covid-19 masih naik tapi tidak signifikan.

“Hari ini kita dipersatukan dengan covid. Dalam pandemi ini semuanya harus bergotong-royong bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini, kita harus memerangi pandemi ini dan jangan berlarut-larut,” papar Jhoni.

Mendagri Tito Karnavian mengatakan, pilkada pada puncaknya yakni pemungutan suara, ini merupakan amanat Undang-undang (UU) nomor 1 tahun 2015, disebutkan secara tegas bahwa pemungutan suara serentak gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota.

“Selama bulan Maret sampai dengan Mei, mulai kita bertanya-tanya kapan pandemi ini berakhir, dan jawabannya tidak ada satu pun yang menjamin kapan waktunya, yang ada adalah teori berakhirnya pandemi itu, dan jawabanya adalah kalau ditemukan vaksin, karena vaksin akan membuat kekebalan tubuh antibodinya,” kata Tito.

Menkopolhukam, Mahfud MD mengataka dirinya tidak akan menggunakan slide dan akan merangkum saja agar cepat seperti saran sahabat tadi Zulkieflimansyah.

“Lombok ini atau NTB ini terlalu indah untuk ditinggalkan berlama-lama, jadi saya akan mengajak kita semua untuk segera menikmatinya,” kata Mahfud.

Ia menyebutkan, apa yang disampaikan Mendagri tadi, pemerintah baru saja mengeluarkan Perpres nomor 82 tahun 2020 tentang komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, ketuanya Erlangga, pengarahnya atau pengendalinya dengan kami dan Mendagri dan Menteri Keuangan sebagai wakil ketua pengarah, dan untuk ketua pelaksana eksekutif, Menteri BUMN Erick Thohir.

“Pasti banyak yang bertanya, kenapa itu dibentuk, karena ingin membangun negara ini untuk menangani konflik sekaligus menjaga stabilitas bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” sebut Mahfud.

Dia menjelaskan, nanti kalau Covid-19 semakin menyerang, maka dibentuk komite ini, sehingga nanti kita bisa mengambil manfaat dari komite ini, seperti di Nusa tenggara Barat ini, covid-19 itu menjadi semacam blessing in disguise atau dijadikan semacam blessing in disguise berkah yang terselubung, karena apa, karena dengan covid ini justru apa kegiatan ekonomi masyarakat tumbuh, atau karena bantuan-bantuan dana yang kerja.

“Dana positif itu dijadikan suntikan untuk tumbuhnya ekonomi masyarakat dengan membangun ekonomi mereka sendiri. Nah, ini yang kira-kira gambaran-gambaran pemerintah ketika membayangkan Covid itu berdampak dengan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu kita bisa produktif membangun negeri ini, karena kita punya SDM dan SDA yang begitu luar biasa. Semoga pandemi ini tidak berkepanjangan, semua ini kita kerjakan dalam suasana demokratisasi, seperti yang disampaikan Mendagri,” demikian Mahfud. (Amir/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya