Di Polda Nusa Tenggara Barat, Laskar Mujahidin Lombok Timur Tolak RUU HIP

19 July 2020 01:40
Di Polda Nusa Tenggara Barat, Laskar Mujahidin Lombok Timur Tolak RUU HIP
Sejumlah massa tergabung dalam Laskar Mujahidin Kabupaten Lombok Timur unjuk rasa menolak RUU HIP di kantor Polda NTB Jalan Langko, Kota Mataram. (Fajar Prasetyo/Trans89.com)
.

MATARAM, TRANS89.COM – Sejumlah massa tergabung dalam Laskar Mujahidin Kabupaten Lombok Timur dipimpin Ustad Taufan Iswandi unjuk rasa menolak Rancangan Undnang-undnang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di kantor Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Jalan Langko, Kota Mataram, Jumat (17/7/2020).

Orasi Ustad Taufan Iswandi mengatakan, para pejuang pendahulu kita tidak rela dengan kebeberadaan komunis, kita bermaksud bergandengan tangan dengan Polda untuk melawan komunis.

“Kami juga dari Laskar Mujahidin akan terus melawan dan bergerak menolak apapun jenis kebangkitan komunis. Mari kita tunjukan bahwa kita adalah warga yang taat hukum, kita tidak akan takut dengan siapapun kecuali dengan Allah SWT,” kata Taufan.

Menurut dia, komunisme adalah musuh bersama, baik rakyat bangsa dan negara juga aparat kepolisian.

“Mari kita rapatkan barisan untuk membendung kebangkitan komunisme di Indonesia,” tutur Taufan.

Dua orang perwakilan massa yakni Ustad Taufan Iswandi dan Ust Abu Khaeril di terima perwakilan Polda NTB, Kompol Wayan Satya.

Penyampaian Ustad Taufa Iswandi mengatakan, kami mengamati kejadian hari ini, kondisi negara sedang tidak baik-baik saja dengan kecenderungan muncul komunisme, sehingga kami bergerak.

“Mari kita bergandengan tangan menjaga NKRI dari bahaya komunisme, karena menjadi musuh bangsa dan UU tentang larangan komunisme sampai saat ini belum di cabut,” kata Taufan.

Ia menolak RUU HIP dan sebagai anak bangsa kami takut adanya bentrokan anak bangsa, dimana DPR RI harus segera mencabut RUU HIP, karena saat ini mereka hanya mengubahnya menjadi RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Hal ini tetap sebagai bentuk penghianatan bangsa. Kami akan bekerjasama dengan rekan-rekan Polda dan kami paham dengan hukum. Kami meminta di cabut RUU HIP ini,” tegas Taufan

Penyampaian Kompol Wayan Satnya kalau pihaknya menerima aspirasi para pengunjuk rasa.

“Kami akan terima apa yang menjadi aspirasinya, dan kita sama-sama tidak menghendaki PKI berkembang di NKRI,” papar Wayan. (Fajar/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya