Ribuan Massa Aliansi Nasional Anti Komunis NKRI Geruduk Gedung DPR RI Tolak RUU HIP

17 July 2020 02:26
Ribuan Massa Aliansi Nasional Anti Komunis NKRI Geruduk Gedung DPR RI Tolak RUU HIP
Sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis NKRI unjuk rasa menolak RUU HIP depan gedung DPR/MPR/DPD RI Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat. (Irvan Akmal/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak) NKRI unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) depan gedung DPR/MPR/DPD RI Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020).

Dalam aksi kali ini, tampak sejumlah pendemo terus berdatangan menuju gedung DPR. Sebagian peserta aksi yang tergabung dalam Anak NKRI nekat menyeberangi jalan tol depan gedung DPR RI.

Mereka terpaksa nekat menyeberang lantaran barier atau pembatas kawat berduri sudah dipasang pihak aparat kepolisian, sehingga yang datang terlambat, telat bergabung dengan massa yang sudah berkumpul.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif mengatakan, aksi tolak RUU HIP akan terus dilakukan hingga DPR mencabut dari Prolegnas.

“Kalau umat tidak akan bosan untuk melakukan aksi secara terus menerus dan terus mengawal sampai RUU HIP ini dibatalkan,” kata Slamet depan gerbang Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Ia menyebutkan, kita akan tetap berjuang sampai kapanpun, sampai RUU ini dibatalkan.

“Kalau hari ini tidak ada agenda keputusan RUU HIP, kita akan terus berjuang,” sebut Slamet.

Menurut dia, pesan dari Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) untuk terus mengawal RUU HIP. Termasuk jangan memberi celah sedikitpun terhadap ideologi dan gerakan komunis.

“Umat Islam harus terus bersatu, rapatkan barisan, karena ini soal ideologi, tuntut terus sampai RUU HIP ini dibatalkan. Beliau (HRS) minta apabila ada unsur yang memberi peluang kepada Presiden untuk menghidupkan komunis, kita akan memakzulkan Presiden,” tutur Slamet.

Dirinya menyampaikan, ultimatum ini tidak main-main, karena bila komunis dibiarkan hidup maka mereka selalu memiliki usaha melakukan kudeta dan pemberontakan seperti tahun 1948 dan 1965.

“Jika ada peluang membuka ruang Komunis, GNPF Ulama akan memakzulkan Presiden, jika peluang itu ada,” papar Slamet.

Dia mengemukakan, tuntutan massa aksi masih sama, dimana ribuan massa aksi ingin kepastian dari DPR RI bahwa RUU HIP tidak dilanjutkan dari Prolegnas dan dicabut dalam sidang Paripurna.

“Umat di luar menunggu kepastian itu sampai ada keputusan yang jelas dar DPR RI, dan bukan hanya ditunda, tapi juga benar-benar dibatalkan,” ungkap Slamet. (Irvan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya