Kecamatan Telen di Kutai Timur Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi EDMC-19 Serta eHDW

16 July 2020 21:56
Kecamatan Telen di Kutai Timur Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi EDMC-19 Serta eHDW
Kecamatan Telen gelar kegiatan program Kemendes PDTT RI, yakni sosialisasi dan pelatihan aplikasi eDMC-19 dan eHDW, di aula kantor Kecamatan Telen di Desa Juk Ayak Kabupaten Kutim, Kaltim. (Adam Patonangi/Trans89.com)
.

KUTAI TIMUR, TRANS89.COM – Kecamatan Telen gelar kegiatan program Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, yakni sosialisasi dan pelatihan aplikasi desa melawan Covid-19 (eDMC-19) dan human development worker (eHDW).

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan EDMC-19 serta eHDW tersebut berlangsung di aula kantor Kecamatan Telen di Desa Juk Ayak Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (16/7/2020).

Kemendes PDTT RI telah menetapkan prioritas penggunaan dana desa (DD) untuk tahun ini ditengah pandemi Covid-19 dengan priotas penggunaan DD dituangkan dalam Peraturan Menteri Desa, PDTT (Permendesa) Nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan atas Permendesa, PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang prioritas penggunaan DD Tahun 2020.

Permendesa tersebut menyebutkan bahwa dana desa dialokasikan untuk pencegahan Covid-19 serta pencegahan kekurangan gizi kronis (stunting). Dan berdasarkan aturan tersebut sehingga dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan aplikasi EDMC-19 dan eHDW.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa dan sambutan serta arahan sekaligus membuka acara sosialisasi dan pelatihan.

Acara di buka Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Telen, Sutarno dan dihadiri para Kepala Desa se-Kecamatan Telen beserta perangkat desa.

Sutarno ucapkab permohonan maafnya, Camat elen tidak sempat hadir di acara itu berhubung ada kegiatan rapat di kantor bupati Kutim.

“Untuk itu, saya sebagai Sekcam Telen mewakili beliau untuk acara sosialisasi dan pelatihan resmi saya buka,” ucap Sutarno.

Seemntara tenaga ahli teknologi tepat guna Kemendes PDTT, Ifan menyampaikan manfaat dan kegunaan aplikasi desa melawan Covid-19 untuk mempermudah proses pelaporan pananganan Covid-19 yang ada di desa.

“Aplikasi ini bisa di monitoring langsung pihak kabupaten dan pusat,” kata Ifan.

Menurut Ifan, eDMC-19 merupakan aplikasi untuk membantu para relawan Covid-19 di desa dalam mendeteksi tingkat kerawanan Covid-19.

“Aplikasi ini dibuat secara sederhana, sehingga mudah diaplikasikan,” tutur Ifan.

Sementara aplikasi eHDW ini, sebut Ifan, untuk membantu Kader Pembangunan Manusia (KPM), khususnya dalam pencegahan penangan stunting melalui delapan aksi yang ditetapkan.

“Ini untuk mendeteksi terutama yang sangat menentukan masa 1.000 hari kehidupan agar tercukupi gizi, dan lainnya. Dengan aplikasi sederhana ini diharapkan bisa mendeteksi. Dan kalau ada keluarga hamil dan memiliki balita harus menjadi perhatian KPM,” sebutnya. (Adam/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya