Akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Diharapkan Beri Solusi Bagi Pendidikan di Aceh

16 July 2020 13:38
Akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Diharapkan Beri Solusi Bagi Pendidikan di Aceh
Ketua Dema UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Reza Hendra Putra. (Aljawahir/Trans89.com)
.

BANDA ACEH, TRANS89.COM – Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Reza Hendra Putra meminta pemerintah pusat dan daerah peduli terhadap pendidikan mahasiswa di Provinsi Aceh.

“Aceh memiliki kekhususan yang mudah mewujudkan pendidikan, termasuk pendidikan agama Islam di Aceh,” kata Reza di Banda Aceh, Kamis (16/7/2020).

Ia meminta agar pemerintah, baik kabupaten, kota maupun provinsi agar sudi kiranya memperhatikan pendidikan, kesehatan dan ekonomi yang ada di Aceh daripada pembahasan-pembahasan politik.

“Pendidikan yang ada di Aceh harus dilihat lebih teliti, terlebih ketika Covid 19 melanda. Upaya ini membentuk pendidikan Aceh agar tidak terjadi keluhan yang berakibat fatal dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Aceh nantinya,” pinta Reza.

Menurut dia, kita meminta ada perhatian lebih yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam memperhatikan dunia pendidikan.

“Pasalnya, banyak kendala dalam dunia pendidikan secara daring (online) yang kami nilai tidak efektif dan maksimal,” tutur Reza.

Ia mencotohkan seperti akses jaringan internet yang belum mendukung, dan juga dari segi perekonomian mahasiswa yang berkurang karena dampak Covid-19, berakibat anak Aceh kedepan tidak bisa melanjutkan pendidikan.

“Kami meminta negara harus hadir dalam permasalahan ini, sebagaimana dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 jelas tertuang, bahwa salah satu amanah UU mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan memorakporandakan pendidikan anak bangsa,” ujar Reza.

Dirinya menjelaskan, hari ini kita mahasiswa sudah bersyukur dengan adanya pemotongan yang dilakukan oleh UIN Ar-Raniry, akan tetapi pemotongan pembayaran itu belum bisa di rasakan oleh seluruh teman-teman mahasiswa lainnya.

“Apalagi dengan hadirnya persyaratan-persyaratan yang dinilai memberatkan dan pemotongan yang masih dinilai masih kurang daripada harapan kawan-kawan mahasiswa dan tidak memberikan efek besar dalam menunjang pendidikan mahasiswa yang akan datang,” jelas Reza.

Reza mengemukakan, jika memang alasan ketidakmampuan ekonomi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang sedang dalam kondisi krisis akibat pemotongan anggaran sekitar Rp15 miliar yang dilakukan oleh pusat untuk penanganan Covid 19, sehingga tidak dapat memberikan pomotongan lebih oleh kampus terhadap uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.

“Termasuk juga subsidi internet, maka kita meminta Rektor untuk segera mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dan pemerintah pusat untuk mencarikan dana lain untuk membantu pendidikan mahasiswa kedepannya,” ujar Reza.

Reza mengungkapkan, pendidikan dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 bahwasanya pemerintah dan Perguruan Tinggi (PT) berkewajiban memenuhi hak mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi, dan tentunya ini menjadi landasan bagi seluruh pihak untuk bertanggungjawab dalam menyelamatkan pendidikan kedepan.

“Hingga saat ini jadi pertanyalaan besar kemana anggaran pendidikan Aceh, padahal alokasi anggaran untuk pendidikan itu sebesar 20% dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA), dan tentunya dengan anggaran sebesar itu mampu membawa dampak yang besar bagi pendidikan Aceh,” ungkapnya.

Lanjut Reza, harapan kita semua, bahwasanya ke depan tidak ada satupun mahasiswa yang akan berhenti melanjutkan pendidikannya karena kondisi ekonomi.

“Jangan ada mahasiswa yang berhenti melanjutkan pedidikan karena himpitan ekonomi, namun pemerintah harus hadir berikan solusi, sehingga Aceh memiliki SDM yang berkualitas kedepannya, dan ini tanggungjawab kita semua,” tambah Reza. (Alja/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya