Koalisi Nasional Bela Negara Boyolali Apel Jaga Pancasila dan Tolak RUU HIP

13 July 2020 02:39
Koalisi Nasional Bela Negara Boyolali Apel Jaga Pancasila dan Tolak RUU HIP
Sejumlah ormas tergabung dalam Koalisi Nasional Bela Negara Boyolali apel jaga Pancasila dan tolak RUU HIP, berlangsung di Alun-alun Kidul kompleks Pemkab Boyolali, Jateng. (Arief Joko/Trans89.com)
.

BOYOLALI, TRANS89.COM – Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) tergabung dalam Koalisi Nasional Bela Negara (KNBN) Boyolali dipimpin Idris apel jaga Pancasila dan tolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), berlangsung di Alun-alun Kidul kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (12/7/2020).

Massa aksi membentangkan spanduk, Boyolali bergerak tolak RUU HIP.

Hadir di giat tersebut Penasehat Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda sekaligus pengurus Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Nashirudin, Ketua Lasykar Umat Islam Surakarta (Luis) Edi Lukito, Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Jateng Aris Munandar, Yusuf Suparno (Luis), Zainal (Humas Ponpes DSKS), Ketua FUIB Ghufron Rifai, Front Pembela Islam (FPI) Abdul Hamid, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)Prof Djipto Suhadi, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten Boni Azwar.

Sementara ormas yang tergabung dalam aksi, FUIB, AUIB (Aliansi Umat Islam Bersatu), FJI (Front Jihad Islam) Klaten, LUIS, KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta), DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia), FORKUIS (Forum Komunikasi Umat Islam Sawahan), JAS (Jama’ah Anshorusy Syari’ah), dan MMI.

Acara di awali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Orasi Nashirudin mengatakan, secara tegas kaum Muslimin menolak RUU HIP. Jangan biarkan komunisme bangkit melalui disahkannya RUU HIP.

“Indoneaia tegak berdiri karena perjuangan ulama dan para syuhada, dan PKI adalah penghianat bangsa, maka wajib dibinaskan. Umat Islam harus bersatu menolak ide pikiran yang ingin merubah sila pertama Ketuhanan Yang Maha Ee dengan Ketuhanan yang Berkebudayaan,” kata Nashirudin.

Edi Lukito menyebutkan, umat Islam memiliki peran penting dalam menumpas penjajah dari awal perjuangan hingga meraih kemerdekaan.

“Umat Islam juga yang menumpas penghianatan PKI. Hari ini mereka melalui keturunannya mencoba membangkitkan kembali komunisme dengan memasukkan ide eka sila dan tri sila, serta mencoba menghapus Tap MPRS No 25 tahun 1966. Maka umat Islam jangan ragu untuk bergerak melawan dan menolak RUU HIP,” sebut Edi.

Menurut dia, umat Islam tidak pernah membuat susah dan tidak pernah menghianati NKRI, pembelaan umat Islam demi menjaga Pancasila jangan pernah diragukan.

“Kalo ada aksi pembakaran pos-pos TNI/olri, Madrasah, Ponpes, itu jelas perbuatan PKI. Bila situasi itu terjadi, maka umat Islam siap berjihad. Siapapun yang memiliki ide memasukkan eka sila, tri sila, dan tidak memasukkan Tap MPRS No 25 tahun 1966, maka wajib dihukum mati,” tutur Edi.

Aris Munandar menyampaikan, kita semua harus sadar bahwa RUU HIP adalah ancaman kepada bangsa dan negara dengan tujuan mengganti ideologi kita Pancasila.

“Kita tujukkan kekuatan ukhuwah kita dalam kesempatan apel siaga pagi hari ini, dan jadikan momentum momentum ini untuk membangkitkan ghiroh jihad kita dalam melawan komunisme dan menolak RUU HIP,” papar Aris.

Dirinya mengemukakan, kita harus terus waspada agar kejahatan PKI terjadi kembali dalam sejarah bangsa kita.

“Cukup kelalaian adanya kejahatan PKI terjadi di masa lalu. Satukan tekad bersama, apapun tanda-tanda kejahatan yang akan dilakukan PKI dan antek-anteknya harus siap berjihad melawannya,” ujak Aris.

Prof Djipto Suhadi menungkapkan, Pancasila ideologi negara dan simbol sumber dari segala sumber hukum, maka tidak ada alasan lain RUU HIP harus dihapus dan dibatalkan.

“Jika sampai 17 Agustus 2020, RUU HIP tidak dibatalkan, maka kita akan bergerak ke DPR RI untuk menuntut agar segera di batalkan pembahasan RUU HIP. Umat Islam harus terdepan melawan PKI dan siapapun yang akan mengganti Pancasila dengan ideologi lainnya,” ungkap Djipto.

Yusuf Suparno meminta TNI dan Polri agar bertindak tegas terhadap pembuat ide RUU HIP, dan jika tidak ada tindakan tegas dari aparat keamanan terhadap inisiator RUU HIP, maka umat Islam siap bergerak melawan kebangkitan komunisme.

“RUU HIP adalah gerakan PKI gaya baru yang ingin meneruskan upayanya mengganti ideologi Pancasila. Sekali lagi pesan dari Ketua DSKS Ustad Muindinillah, waspada terhadap upaya-upaya pergerakan dari antek PKI dan siap bergerak untuk menuntut penghapusan RUU HIP,” terang Yusuf.

Abdul Hamid menjelaskan, kita akan terus menuntut agar RUU HIP dibatalkan dan dihapus dari prolegnas.

“Umat Islam siap bergerak jika tuntutan untuk menghapus RUU HIP tidak didengar oleh DPR RI,” jelas Hamid.

Pernyataan sikap yang dibacakan Nashirudin diikuti peserta aksi menyampaikan, menolak RUU HIP apapun bentuknya.

“Menolak faham komunisme, Leninesme yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila. Menuntut aparat keamanan untuk mengusut inisiator RUU HIP, karena tindakannya termasuk makar,” tegas Nashirudin. (Arief/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya