Apel Siaga Masyarakat Anti Komunis Jawa Tengah-Yogyakarta Tolak RUU HIP di Klaten

11 July 2020 12:35
Apel Siaga Masyarakat Anti Komunis Jawa Tengah-Yogyakarta Tolak RUU HIP di Klaten
Ratusan massa dari berbagi ormas keagamaan Jateng serta DI Yokyakarta tergabung dalam MAK unjuk rasa damai dengan menggelar apel siaga penolakan RUU HIP, berlangsung depan gedung DPRD Jalan Pemuda, Kabupaten Klaten, Jateng. (Arif Faisal/Trans89.com)
.

KLATEN, TRNS89.COM – Ratusan massa dari berbagi organisasi mayarakat (ormas) keagamaan Jawa Tengah (Jateng) serta Daerah Istimewa (DI) Yokyakarta tergabung dalam Masyarakat Anti Komunis (MAK) unjuk rasa damai dengan menggelar apel siaga penolakan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Apel siaga penolakan RUU HIP dipimpin Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten Ustadz Bony Azwar dan Ketua Barisan Muda Klaten (BMK) Nanang Nuryanto berlangsung depan gedung DPRD Jalan Pemuda, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (10/7/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, apel siaga ganyang komunis, batalkan RUU HIP dan PKI musuh bersama Aliansi Laskar Islam Jateng dan DIY. Selamat datang pejuang, benteng Pancasila, bersama jaga NKRI dan Pancasila. Siap jihad bela NKRI. Lawan virus corona, lawan virus komunis, batalkan RUU HIP.

Pamplet bertuliskan, dasar negara tetap Pancasila, kami siap jadi syuhada, komunis musuh bersama, tangkap adili inisiator RUU HIP, bersatu ganyang komunis.

Orasi pengurus pusat Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ustadz Irfan S Awwas, mengatakan saudaraku sekalian yang hadir di tempat ini yang memiliki tujuan yang sama membela bangsa dan agama.

“Kita bagian dari bangsa Indonesia siap berjihad membela negara dan agama dari orang-orang yang ingin merongrong bangsa kita,” kata Irfan.

Menurut dia, kita harus mengingatkan orang-orang yang ingin merongrong ideologi bangsa Indonesia yang membuat gaduh situasi bangsa Indonesia dalam pandemi Covid-19.

“Merekalah orang komunis dan pengkhianat bangsa. Fakta sejarah bahwa PKI yang telah menghancurkan bangsa Indonesia, kita harus bersatu untuk mengharamkan atau menolak RUU HIP yang sekarang ini sedang di godok oleh di DPR RI,” tutur Irfan.

Ia menyebutkan, kenapa kita menolak RUU HIP, karena pada RUU HIP yang ingin menganti dasar negara, pada sila pertama Pancasila di ubah Ketuhanan yang Maha Esa di ganti Ketuhanan yang berkebudayaan.

“Hanya partai komunis yang cocok dengan perubahan sila pertama Pancasila tersebut. Dasar negara di ganti dengan Eka Sila, Tri Sila dan bergotong royong. Kita harus bersiap berperang melawan PKI. Wajib haram hukumnya apabila RUU HIP di sahkan, dan jika RUU HIP di sahkan, kita semua siap berjihad,” sebut Irfan.

Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Ustadz Edy Lukito, menuturkan umat Islam pada zaman dahulu telah di bantai oleh para PKI, bukan hanya umat Islam, tetapi para ulama telah di bantai oleh para PKI.

“Orang-orang PKI menggangap umat Islam yang bercelana jingkrak adalah teroris, semua itu gak benar, yang benar adalah PKI yang teroris bahkan simbahnya teroris. Gerakan kita kali ini adalah siaga satu untuk melawan PKI yang telah memperjuangkan RUU HIP, dimana RUU HIP sudah mau di sahkan oleh antekantek PKI,” tutur Edy.

Tokoh Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Yogyakarta, KH Syukron Fadholi, menyatakan pada hari ini Allah menjadi saksi perjalanan kehidupan bangsa jauh dengan perjuangan para Ulama yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Korupsi merajarela, kondisi bangsa Indonesia dalam keadaan bahaya, karena salah satu lembaga negara (DPR RI) telah merencanakan dan melahirkan RUU HIP. Dalam rancangan tersebut, banyak yang menyimpang dari tujuan bangsa Indonesia,” ujar Syukron.

Dirinya menjelaskan, kenapa kita harus menolak RUU HIP tersebut, karena Pancasila sudah final, siapapun juga yang akan menganti Pancasila adalah musuh negara. Merubah ideologi bangsa yaitu sila pertama pancasila di ganti dengan Ketuhanan yang berkebudayaan, Tap MPRS nomor 25 tahun 1966 akan di hapus, dan ingin merubah Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

“Apabila RUU HIP di sahkan, kita semua akan bubarkan DPR RI. Saya juga telah meminta Bapak Kapolri untuk adili para aktor-aktor di belakang RUU HIP. Kita semua Ormas Islam Jateng dan DI Yogyakarta siap mati menolak RUU HIP,” jelas Syukron.

Panglima Laskar Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA UIB) Jateng-DIY, Ustadz Anang Imamuddin mengatakan kita semua sepakat untuk menolak RUU HIP, kita siap perang melawan komunis.

“Komunis harus di musnahkan di negara Indonesia, dan ayo kita nyanyikan lagu Indonesia Raya yang kita cintai,” kata Anang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Sragen, Ustadz Mala Khanafi menyampaikan, mudah-mudahan kita bisa menjaga Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI) dari rongrongan PKI, semua siap berjihad. Hari ini kita semua berkumpul, semua satu tujuan untuk stop RUU HIP, tidak lagi ditunda, tetapi dihentikan.

“Jika mereka ngotot, kita harus kita lawan. Demi Allah, kami Umat Islam Klaten Jateng-DI Yogyakarta dan masyarakat akan siap melawan PKI. Kami siap berdarah-darah melawan PKI, kami siap mati ganyang PKI. PKI sudah bangkit, jika ada Kyai yang diculik, maka balas mereka. Siapkan senjata kalian dari sekarang, siapkan diri,” papar Mala.

Sekretaris DPP LUIS, Ustadz Yusuf Suparno mengatakan, berdasarkan surat As Shof, maka dengan apel siaga hari ini semua siaga. Yang namanya PKI suadh menyusun kekuatan secara sembunyi, maka kita harus waspada.

“Pancasila sudah final, tidak perlu RUU HIP dan RUU HIP adalah produk PKI gaya baru. Mari kita bersama menyatakan sikap langsung, saya pimpin dan ditirukan bersama. Kami Laskar Islam Jateng-DI Yokyakarta menuntut tangkap dan adili inisiator RUU HIP,” kata Yusuf diikuti massa aksi.

Cicit pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, Haris Abdullah mengajak semua massa aksi bersatu melawan antek-antek PKI dan kita semua menolak adanya RUU HIP.

“Semangat berjuang untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara,” aak Haris.

Ustadz Umar Said dari Yogyakarta, menyatakan demi Allah kita semua bersumpah untuk menumpas PKI.

“Demi Allah kita semua menolak adanya RUU HIP, dan kita semua berjuang untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia,” ujar Said.

Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Sucipto mengatakan, dalam firman Allah Surat At Taubah ayat 31 telah di sebutkan, bahwa jihadlah kalian dengan jiwa raya dan harta bendamu di jalan Allah SWT, sebab orang yang berjihad di sediakan surganya Allah.

“Maka dengan ayat tersebut kita semua di serukan untuk berjihad melawan PKI dan menolak adanya RUU HIP,” kata Sucipto.

Ia menyebutkan, Pancasila perlu kita pertahankan karena Pancasila adalah harga mati, Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan Pancasila hadiah dari ulama.

“Orang-orang yang ingin menganti Pancasila harus di proses secara hukum. Kita semua sudah tua, tetapi kita siap memutus leher orang-orang yang ingin mensahkan RUU HIP,” sebut Sucipto.

Panglima Laskar FPI Jateng, KH Ahmad Rofi’i menyampaikan, pada tahun 1933 ulama di Indonesia berjuang memperjuangkan kemerdekaan dan 1945 sudah ada tanda kemenangan, para ulama berhasil mengusir kolonial Belanda.

“Bulan demi bulan, tahun demi tahun, laskar merelakan dirinya berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sekarang ini para komunis akan merampas dengan strategi mereka dan kita semua siap menganyang mereka. Para laskar siapkan diri kalian untuk menghajar, membunuh,” papar Ahmad.

Dirinya menyebutkan, pada 1963 ada usulan dari para komunis kepada Presiden Sukarno, yang intinya Pancasila di ganti dengan Eka Sila dan Tri Sila, tetapi usaha tersebut gagal, dan sekarang ini para orang-orang PKI akan mengajukan penggantian Pancasila.

“Kepada para laskar, apabila pada tanggal 17 Agustus 2020 RUU HIP tidak di batalkan, kita semua serbu DPR RI dan Istana Negara menolak adanya RUU HIP, karena semua itu mempertahankan harkat maupun martabat negara Indonesia,” sebut Ahmad.

Ketua Mega Bintang Surakarta, Ustadz Mudrik Sangidu menjelaskan, umat Islam di Indonesia merupakan umat Islam terbesar di dunia, tetapi orang-orang PKI ingin mencoba kekuatan umat Islam, dimana orang-orang PKI ingin mengganti Pancasila dengan Eka Sila maupun Tri sila dan menganti sila pertama Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa dengan Ketuhanan yang berkebudayaan.

“Apabila RUU HIP tidak di batalkan, kita semua siap berjihad. Kemarin tokoh ulama Jateng dan DI Yogyakarta sudah sepakat apabila bulan Agustus 2020 RUU HIP tidak di batalkan, Ormas Islam Jateng dan DI Yogyakarta siap mengempung DPR RI maupun Istana Negara,” jelas Mudrik.

Selanjutnya pembakaran bendera PKI dari kertas serta pembacaan pernyataan sikap penolakan RUU HIP oleh Ketua MMI, Ustadz Bony Azwar diikuti peserta aksi, menyatakan kami Aliansi Laskar Islam Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan ini berikrar dan bertekad, bahwa kami akan menjadi pembela agama bangsa dan negara.

“Kami siap siaga dan menyiapkan diri untuk jihad, kita mempertahankan aqidah Islam dan melawan kaum komunis di bawah komando ulama. Kami siap siaga dan menyiapkan diri untuk menjaga darah ulama dari serangan kaum komunis. Kami siap siaga dan menyiapkan diri untuk menghadapi gerombolan tri sila dan eka sila yang akan mengganti Pancasila. Kami siap siaga dan menyiapkan diri dari serangan operasi intelejen hitam prokomunis,” sebut Bony diikuti peserta aksi. (Arif/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya