Kades Bonehau Sambangi Dinsos Mamuju, Bawah Sampel Beras Sebagai Bantahan Beras Tidak Layak Konsumsi

11 July 2020 00:37
Kades Bonehau Sambangi Dinsos Mamuju, Bawah Sampel Beras Sebagai Bantahan Beras Tidak Layak Konsumsi
Kades Bonehau, Elpian sambangi kantor Dinas Sosial Kabupaten Mamuju, Sulbar, dengan membawa sisa pembagian beras sebagai sampel terkait adanya isu bahwa bantuan sembako beras dari Pemkab Mamuju melalui Dinsos tentang dugaan tidak layak konsumsi. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Kepala Desa (Kades) Bonehau, Elpian menyambangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dengan membawa sisa pembagian beras sebagai sampel terkait adanya isu bahwa bantuan sembako beras dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju melalui Dinsos tentang dugaan tidak layak konsumsi, Jumat (10/7/2020).

Dikonfirmasi via whatsapp (wa), Kades Bonehau Elpian mengatakan isu yang beredar itu tidak benar.

“Makanya kami datang membawa sisa pembagian sembako sampel beras sebagai bentuk klarifikasi terkait isu yang beredar yang mengatakan beras bantuan dari Dinsos Mamuju tidak layak konsumsi.

Menurut dia, bahwa di desa kami tak ada masalah, entahlah kalau ada orang yang bilang kalau ada masalah.

“Tapi secara teknis ini Dinsos yang bisa jelaskan, yang jelasnya masyarakat kami bersyukur karena adanya bantuan Pemkan Mamuju,” tutur Elpian.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Sosial Kabupaten Mamuju, Muzakkir menyampaikan, Kades Bonehau datang membawa sisa pembagian sembako sample beras sekaligus klarifikasi isu yang beredar di luar, yang mengatakan beras tersebut tidak layak konsumsi .

“Kami berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh Pak Desa Bonehau, yang dimana tujuan untuk meluruskan kesalapahaman yang terjadi,” papar Muzakkir di kantornya di Mamuju.

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Mamuju, Luthfi Muis menjelaskan, ini adalah inisiatif Kades Bonehau setelah mendengar kondisi yang ada, terkait pemberitaan salah satu media online yang mengatakan beras yang dibagikan Dinsos melalui programnya itu berwarna aneh yang menunjukan kualitas beras tersebut.

“Kades Bonehau datang langsung ke sini (kantor Dinsos) dengan membawa sisa pembagian sembako (beras) sebagai bukti bahwa apa yang media beritakan itu tidak benar,” jelas Luthfi.

Ia menyebutkan, terbukti dari sisa beras pembagian yang di bawah langsung oleh Kades Bonehau ke Dinsos Kabupaten Mamuju kualitasnya bagus.

“Selama ini kami sudah melakukan semua hal yang semestinya kami berikan kepada masyarakat di masa pandemi Covid -19 ini. Walaupun dengan segala keterbasan yang kami miliki, terutama dari segi waktu yang serba singkat, sementara kami dituntut untuk memenuhi semuanya sesuai jadwal,” sebut Luthfi.

Lanjut Luthfi, perlu diketahui bersama, bahwa di sini kami tidak hanya melayani program kabupaten saja, tapi hampir semua bentuk program pemerintah maupun non pemerintah kami juga melayani mereka dalam persoalan data.

“Hal ini menjadi pelajaran untuk kita semua, agar tetap mengedepankan persoalan kemanusiaan dalam berbuat, supaya nilianya tidak hanya kita dapatkan di dunia, tapi juga di akhirat nantinya,” tambahnya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya