PMII dan AMB Kembali Geruduk Kantor Bupati Terkait Pelayanan RSUD Polman

08 July 2020 01:12
PMII dan AMB Kembali Geruduk Kantor Bupati Terkait Pelayanan RSUD Polman
PMII Cabang Polewali Mandar dan AMB unjuk rasa terkait sistem pelayanan RSUD Polman di kantor bupati Jalan Manunggal, Kabupaten Polman, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Polewali Mandar dan Aliansi Masyarakat Kecamatan Balanipa (AMB) dipimpin Sukriadi unjuk rasa terkait sistem pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar (Polman) di kantor bupati Jalan Manunggal, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (7/7/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, aksi kemanusiaan hilangnya hati nurani.

Orasi Sukriadi menyampaikan, kami turun kejalan agar kalian orang-orang terhormat yang ada didalam gedung kantor bupati ini mendengarkan apa keluhan dari kami orang-orang susah.

“Kami selaku PMII dan Aliansi Masyarakat Kecamatan Balanipa sangat kecewa dan sedih terkait kondisi pelayanan RSUD Kabupaten Polman yang diduga telah melakukan penelantaran terhadap pasien darurat (ibu hamil), sehingga menyebabkan bayi dalam kandungannya meninggal dunia,” papar Sukriadi.

Ia menyatakan hilangnya kemanusiaan di RSUD Polma, copot Pelaksanatugas (Plt) Direktur RSUD Polman, evaluasi pelayanan kesehatan di RSUD Polman.

“Kami juga meminta perjelas transparansi anggaran dana Covid-19 di Kabpaten Polman. Berikan tunjangan kesehatan bagi keluarga korban, pidanakan oknum tenaga medis yang tidak melayani korban (pasien), dan kami meminta DPRD Polman mengusut kasus ini secara hukum,” ujar Sukriadi.

Massa aksi diterima oleh Sekda Kabupaten Polman, Andi Bebas Manggazali di ruang Asisten II.

Adapun hasil pertemuan massa aksi dengan Sekda Kabupaten Polman, tidak menemui kesepakatan dikarenakan pihak RSUD Polman tidak menghadirkan tenaga medis yang menangani pasien (tidak sesuai kesepakatan pertama). PMII dan AMB meminta pihak RSUD melakukan pertemuan (jadwal ulang) dengan harus menghadirkan seluruh tenaga medis yang melakukan penolakan terhadap pasien darurat.

Dari sekian kali aksi PMII dan AMB ini, perlunya evaluasi oleh pimpinan terkait dalam hal pelayanan kesehatan, guna mencegah terulangnya kejadian serupa hingga ada korban jiwa.

Pimpinan terkait di Kabupaten Polman diharapkan segera melakukan tindakan dengan adanya dugaan penelantaran pasien darurat, dikarenakan adanya isu perkembang untuk menggerakkan massa yang lebih banyak bila permasalahan ini tidak segera dituntaskan. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya