Warga Desa Sei Rotan Geruduk Polsek Percut Sei Tuan Deli Serdang, Desak Bebaskan Saksi Pembunuhan

07 July 2020 18:18
Warga Desa Sei Rotan Geruduk Polsek Percut Sei Tuan Deli Serdang, Desak Bebaskan Saksi Pembunuhan
Ratusan warga Desa Sei Rotan unjuk rasa di kantor Polsek Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. (Mansyur Arya/Trans89.com)
.

DELI SERDANG, TRANS89.COM – Ratusan warga Desa Sei Rotan dipimpin Ketua LSM Badan Aksi Penyelamat Aset Negara (BPAN), Suprianto unjuk rasa di kantor Polsek Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Senin (6/7/2020).

Warga membawa poster bertuliskan, copot Kapolsek, Kanit Reskrim Iptu Luis Beltar, Panit Reskrim Ipda Jaya di Polsek Percut Sei Tuan yang menahan saksi tidak bersalah Sarpan selama 5 hari dan bertindak arogan dan melanggar aturan. Bebaskan Sarpan sekarang juga, karena dia orang baik dan tidak terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Lepaskan Sarpan sekarang juga, dia hanya saksi bukan pelaku.

Tuntutan warga pengunjuk rasa meminta agar Sarpan sebagai saksi pembunuhan yang terjadi di Jalan Sidomulyo Dusun XIII Gang Gelatik, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang untuk segera dibebaskan dan menuntut keadilan, karena saksi tidak pulang selama 5 hari dan kabarnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kronologis kejadian, pada Kamis 2 Juli 2020, sekitar pukul 14:00 WIB, telah terjadi pembunuhan korban Dodi Somanto (40) di rumah pelaku Anzar (27) Jalan Sidomulyo Dusun XIII Gang Gelatik, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, korban dicangkul oleh pelaku.

Hingga hari Senin pukul 13:00 WIB, saksi Sarpan belum juga pulang ke rumahnya dan masih ditahan di Polsek Percut Sei Tuan.

Sekitar pukul 14:30 WIB, sekitar 100 orang warga Desa Sei Rotan mendatangi Polsek Percut Sei Tuan dengan menumpangi beberapa mobil pick up dan mobil odong-odong.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Otneil Siahaan mengizinkan 5 orang perwakilan pengunjuk rasa masuk untuk negosiasi.

Dalam pertemuan itu, anak pertama Sarpan yakni Sardi menyampaikan, kalau ayahnya dijadikan saksi pada hari Jumat dan diperiksa di Polsek.

“Sejak di periksa hari Jumat hingga saat ini, ayah saya belum pulang kerumah,” papar Sardi.

Menurut dia, pengakuan ibunya yang ingin menjenguk ayahnya, tetapi dari pihak Polisi tidak mengizinkan untuk bertemu ayahnya.

“Pada saat itu ibunya menerobos masuk dan melihat ayah saya mukanya lebam-lebam dan ada bekas disulut rokok. Oleh sebab itu, kami warga Desa Sei Rotan datang berduyun-duyun untuk menuntut agar ayah saya sebagai saksi segera dibebaskan,” tutur Sardi.

Dari pertemuan tersebut, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Otneil Siahaan berjanji bahwa hari ini Sarpan akan dibebaskan.

Kemudian Kapolsek menyuruh para pengunjuk rasa untuk membubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (Mansyur/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya