Masyarakat Lingkar Tambang Dari 4 Desa Kecamatan Wasile Selatan Halmahera Timur Segel Kantor Camat dan Blokade Jalan

07 July 2020 02:28
Masyarakat Lingkar Tambang Dari 4 Desa Kecamatan Wasile Selatan Halmahera Timur Segel Kantor Camat dan Blokade Jalan
Ratusan masyarakat dari 4 desa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu Lingkar Tambang Kecamatan Wasile Selatan Kabupaten Halmahera Timur, unjuk rasa depan kantor camat di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Haltim, Malut. (Aripin/Trans89.com)
.

HALMAHERA TIMUR, TRANS89.COM – Ratusan masyarakat dari 4 desa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu Lingkar Tambang Kecamatan Wasile Selatan Kabupaten Halmahera Timur, dipimpin Ruslan Idris unjuk rasa depan kantor camat di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara (Malut), Senin (6/7/2020).

Massa aksi membawa spanduk dan pamflet bertuliskan, Aliansi Masyarkat Bersatu Lingkar Tambang, stop perampasan tanah rakyat. Camat stop bohongi rakyat. Camat bukan kaleng-kaleng.

Aksi hari ini merupakan tindak lanjutan pada aksi protes masyarakat 4 desa se-Kecamatan Wasile Selatan di area pertambangan PT Weda Bay Nickel (WBN) dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada tanggal 2 dan 3 Juli 2020 di lokasi perbatasan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dengan Kabupaten Haltim.

Untuk itu, dari hasil hearing (pertemuan) masyarakat 4 desa dengan pihak perusahaan, massa aksi melihat kejanggalan dalam realisasi pembayaran tali asih yang seharusnya 200 hektar (Ha) yang masuk wilayah Kabupaten Haltim untuk diberikan kepada masyarakat Wasile Selatan khususnya masyarakat 4 desa lingkar tambang.

Tetapi masyarakat hanya diberikan realisasi dengan luas 80 Ha dan 120 Ha diberikan kepada masyarakat Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halteng, atas kesepakatan antara Camat Weda Tengah Kabupaten Halteng dan Camat Wasile Selatan Kabupaten Haltim tanpa koodinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Haltim.

Sedangakan yang memiliki hak atas lahan seluas 120 Ha tersebut adalah wilayah Kabupaten Haltim khususnya masyarakat 4 desa di Kecamatan Wasile Selatan.

Pernyatan sikap massa aksi, Ruslan Idris mendesak kepada Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Haltim, agar memfasilitasi dan mediasi masyarakat untuk memdesak kepada pihak PT WBN dan PT IWIP, soal berita acara kesepakatan data realisasi pembayaran tali asih dengan luas 120 Ha.

“Kami meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Haltim agar membua dokumen Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) PT WBN dan PT IWIP yang masuk di wilayah operasi Kabupaten Haltim,” tegas Ruslan.

Ia menyebutkan, apabila Camat Wasile Selatan terbukti menyalahgunakan kewenangan atas kesepakatan lahan seluas 120 Ha yang masuk di wilayah Kabupaten Haltim, wajib hukumnya Camat Wasile Selatan segera diganti oleh Bupati Haltim.

“Apabila poin 1-3 tidak direspon oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Kabupaten Haltim, maka kami masyarakat lingkar tambang Kecamatan Wasile Selatan akan terus memboikot kantor pemerintahan Kecamatan Wasile Selatan dan jalan lintas Haltim,” ancam Ruslan.

Sementara massa lainnya, William Ambeua menyampaikan, tanah di Kao Rahai masuk wilayah Kabupaten Haltim. Dan tanpa ada koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, camat melakukan pertemuan di Ternate yang menghasilkan salah satu keputusan sepihak.

“Jadi kami menduga Camat Wasile Selatan telah menyerahkan lahan 120 Hektar kepada masyarakat Halteng. Kami kkecewa dan menuntut Bupati Haltim agar segera mencopot Camat Wasile Selatan dari jabatannya,” kata William.

Tak lama kemudian terjadi aski pelemparan rumah Camat Wasile Selatan pada saat camat Man Usman akan diamankan oleh petugas pengamanan Polsek Wasile Selatan, Koramil 1505-03/ Wasile dan Anggota Satgas Koramil Persiapan Wasile Selatan, dimana saat itu camat keluar dari kantor camat Wasile Selatan ke kediamam milik pribadinya yang kebetulan kediaman Camat Wasile Selatan tepat berada depan kantor Camat Wasile Selatan.

Massa aksi kemudian mensegel kantor Camat Wasile Selatan dengan menggunakan balok kayu. Massa aksi mendirikan tenda depan kantor Camat Wasile Selatan sebagai bentuk pemblokiran jalan lintas Haltim. (Aripin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya