Aliansi Anti Komunis Indonesia Berau Konvoi Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila

07 July 2020 02:14
Aliansi Anti Komunis Indonesia Berau Konvoi Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
Ratusan massa Aliansi Anti Komunis Indonesia Berau unjuk rasa tolak RUU HIP dengan konvoi kendaraan keliling kota Kabupaten Berau, Kaltim. (Mas Ole/Trans89.com)
.

BERAU, TRANS89.COM – Ratusan massa Aliansi Anti Komunis Indonesia (AAKI) Berau unjuk rasa dengan konvoi kendaraan keliling kota Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Massa ksi dipimpin Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Berau, Ustad Ibnu Ubaidillah mendukung dan mengawal maklumat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), Minggu (5/7/2020).

Massa aksi menggunakan mobil komando lengkap sound system, membawa pamflet bertuliskan mendukung dan mengawal maklumat DPP MUI.

Para pengunjuk rasa berkumpul di lapangan GOR Pemuda Berau, kemudian bergerak dari lapangan GOR Pemuda melaksanakan konvoi kendaraan roda empat dan roda dua di kawal Satlantas Polres Berau dengan rute Jalan Mangga – Jalan Murjani 1 – Jalan Milono – Jalan Pulau Sambit – Jalan Bujangga – Jalan Gatot Subroto – Jalan M Iswahyudi Kecamatan Telukbayur – Jalan Telukbayur kemudian kembali menuju Lapangan GOR Pemuda.

Orasi Ustad Ibnu Ubaidillah, mengatakan kami FPI Kabupaten Berau menyatakan sikap tegas untuk menolak RUU HIP tahun 2020 yang akan di tetapkan pemerintah, karena dinilai RUU HIP tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila akan diubah menjadi Trisila lalu menjadi Ekasila gotong royong adalah nyata-nyata merupakan upaya pengaburan makna dari nilai Pancasila itu sendiri dan secara tidak langsung ingin melumpuhkan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, serta ingin menyingkirkan peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Ibnu.

Menurut dia, FPI Kabupaten Berau akan mendukung penuh dan menjadi garda terdepan dari MUI dengan maklumat DPP MUI nomor Kep-1240/DP-MUI/VI/2020 tanggal 20 Syawal 1441H/12 Juni 2020, menolak RUU HIP dan siap untuk mengamankannya.

“Kami mengajak kepada seluruh umat beragama khususnya umat Islam untuk bersatu dan tetap wapada akan kebangkitan dan ajaran paham komunisme dengan menggunakan berbagai cara yang licik,” tutur Ibnu.

Lanjut Ibnu, kami berharap agar pemerintahan pusat membatalkan RUU HIP tahun 2020.

“Jika sampai disahkan RUU HIP ini akan menimbulkan perpecahan di NKRI, dan kami akan siap perang untuk melawan komunis di Indonesia,” tambah Ibnu. (Ole/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya