KPU Kepulauan Selayar Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih

06 July 2020 03:41
KPU Kepulauan Selayar Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih
Bimtek pemutakhiran data pemilih yang digelar KPU Kepulauan Selayar kepada anggota PPDP berlangsung di Arini Kuliner Salsa Coffee, Bontoharu, Kabupaten Kepualuan Selayar, Sulsel. (Fadly Syarif/Trans89.com)
.

KEPULAUAN SELAYAR, TRANS89.COM – Memasuki tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Kepulauan Selayar tahun 2020 yakni pemutakhiran data pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Devisi Data Kabupaten Kepulauan Selayar, menggelar agenda Bimbingan Tekhnis (Bimtek) kepada anggota Panitia Pemurakhiran Data Pemilih (PPDP)

Bimtek yang dihadiri Komisoner KPU Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Uslimin sebagai Koordinator Wilayah, dan ketua KPU Kepulauan Selayar Nandar Jamaluddin digelar di Arini Kuliner Salsa Coffee, Bontoharu, Kabupaten Kepualuan Selayar, Sulsel, Minggu (5/7/2020).

Nandar Jamaluddin mengungkapkan, pelaksanaan agenda Bimtek ini dinilai sangat urgen dan penting dalam kerangka untuk memfinalkan serta menjamin validasi data pemilih sebelum hari ‘H’ Pilkada Kepulauan Selayar yang dijadwalkan akan berlangsung, pada hari Rabu 9 Desember mendatang.

“Validasi data pemilih ini adalah jaminan Pilkada serentak Kepulauan Selayar tahun ini,” kata Nandar saat mengawali rangkaian sambutannya.

Menurutnya, pelaksanaan Bimtek ini sekaligus menandai akan dimulainya kerja-kerja yang lebih serius untuk mengawal seluruh rangkaian proses dan pelaksanaan tahapan pemutakhiran data pemilih yang kemudian, akan ‘dieksekusi’ oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan bantuan kerjasama, PPDP dalam bentuk pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit).

“Forum Bimtek juga kita maksudkan sebagai wahana untuk membangun kesamaan pandangan dan persepsi tentang regulasi yang memback up kegiatan pemutakhiran data pemilih,” tutur Nandar.

Ia menjelaskan, dinamika pemutakhiran data pemilih hampir dipastikan tidak akan berbeda jauh dengan dinamika yang berkembang pada penyelenggaraan tahapan verifikasi faktual.

“Jika sebelumnya, tahapan verifikasi faktual (verfak) dilaksanakan untuk memastikan data dan pilihan pendukung bakal pasangan calon perseorangan,” jelas Nandar.

Dirinya menyebutkan, jadi warnanya yang sedikit berbeda akan menyertai tahapan pemutakhiran data pemilih, di mana PPDP akan bekerja untuk memastikan, dan menvalidkan data pemilih, untuk selanjutnya akan difinalkan dalam bentuk daftar pemilih tetap atau daftar pemilih tetap (DPT) nantinya.

“Saya berpesan kepada semua penyelenggara hingga ketingkat bawah untuk tetap kompak, serta senantiasa memelihara pola kerja professional, dan tertib. Integritas, independensi, idealisme, netralitas dan professionalisme penyelenggara merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk dijaga dalam konteks kepemiluan,” sebut Nandar.

Lanjut Nandar, kita semua sepakat, bahwa keahlian penyelenggara telah teruji melalui kecakapan dan kemampuan mengolah, serta menvalidasi data.

“Namun kemudian, idealisme, dan netralitas, tercoreng, atau bahkan tergadai, maka itu masa saja dengan nol dan bahkan bukan sebuah hal yang mustahil. KPU dalam konteks kelembagaan, terancam akan kehilangan pamor atau kepercayaan di masyaraka,” demikian Nandar. (Fadly/Ndi)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya