Kasus Penipuan Dengan Dana Terkumpul Sekitar Rp6 Miliar, Leo: Diancam Hukuman 4 Tahun Penjara

06 July 2020 16:20
Kasus Penipuan Dengan Dana Terkumpul Sekitar Rp6 Miliar, Leo: Diancam Hukuman 4 Tahun Penjara
Kapolres Pasangkayu, AKBP Leo H Siagian saat memimpin press release kasus penipuan dan penggelapan uang oleh Pasutri, di lapangan Apel Corona Mapolres Jalan Ir Soekarno, Salunggadue, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Humas Polres Pasangkayu)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Kepolisian ResoR (Polres) Pasangkayu menggelar press release kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan kepada kedua orang tersangka pasangan suami istri (Pasutri) yakni, A (44) dan M (40) tahun.

konferensi pers dipimpin lansung Kapolres Pasangkayu, AKBP Leo H Siagian didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Arief Setiawan, KBO Satreskrim Ipda Pujiono dan Kanit Pidum Bripka Dominggus dilapangan Apel Corona Mapolres Jalan Ir Soekarno, Salunggadue, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (6/7/2020).

Kedua tersangka tersebut yang berstatus suami istri telah menjalankan aksinya sejak tahun 2017 dengan cara mengajak korban untuk berbisnis jual beli beras dengan menawarkan fee atau keuntungan sebesar 10% hingga 15% setiap bulannya dengan pembayaran jangka waktu paling lama 20 Hari.

“Jadi tersangka ini mengajak korban untuk berbisnis jual beli beras dengan menawarkan keuntungan sebesar 10% sampai 15% setiap bulannya dengan berpura-pura memiliki kontrak dengan salah satu perusahaan di Pasangkayu untuk menyuplai beras ke perusahaan tersebut,” ungkap Kapolres Leo.

Menurut dia, selanjutnya uang korban diputar untuk menutupi fee dari korban lain dan sebahagian digunakan untuk keperluan pribadi mereka.

“Motif dari tersangka, ingin mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan modus menawarkan tanam modal, kemudian dari modal tersebut diberikan kepada korban untuk memancing korban menanam modal lebih besar, pada hal bisnis yang ditawarkan tidak sesuai perjanjian dan juga fiktif,” tutur Leo.

Ia menjelaskan, setelah mengumpulkan uang yang cukup besar dari para korban, akhirnya kedua tersangka melarikan diri dan berhasil ditangkap 2 minggu kemudian.

“Dari tangan tersangka, penyidik menyita barang bukti (BB) berupa 1 unit mobil Honda CR-V warna hitam, 1 unit Daihatsu Ayla warna merah, 1 unit mobil Daihatsu Terios warna silver dan beberapa BB lainnya,” jelas Leo.

Lanjut Leo, untuk itu, kedua tersangka kami jerat dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

“Kedua tersangka diancam hukuman 4 tahun penjara, dimana tersangka dilaporkan oleh 8 orang dengan total modal yang masuk ke tersangka sekira Rp6.412.350.000,” demikian Leo. (Ndi)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya