HMTI Geruduk Mapolres Tana Toraja Pertanyakan Penanganan Kasus Lapangan Gembira

06 July 2020 03:43
HMTI Geruduk Mapolres Tana Toraja Pertanyakan Penanganan Kasus Lapangan Gembira
Sejumlah massa dari Himpunan Mahasiswa Toraja Indonesia unjuk rasa di Bundaran Kolam Makale dan kantor Polres Jalan Bhayangkara Malangke, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tator, Sulsel. (Erwin Pratama/Trans89.com)
.

TANA TORAJA, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Himpunan Mahasiswa Toraja Indonesia (HMTI) dipimpin Alfa Tangdilian unjuk rasa di Bundaran Kolam Makale dan kantor Polres Jalan Bhayangkara Malangke, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (4/7/2020).

Tuntutan mass aksi, Alfa Tangilian mempertanyakan sampai sejauh mana penanganan proses hukum terhadap laporan dugaan pemalsuan alat bukti pembelian tanah Lapangan Gembira tahun 2018 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara.

“Kami meminta ketegasan dan kejelasan dari Kapolres Tator terkait pengaduan Pemda Toraja Utara pada tahun 2018 tentang Lapangan Gembira yang direbut oleh oknum mafia tanah, kenapa sampai saat ini belum ada kejelasannya,” tanya Alfa.

Ia meminta, agar pihak terkait cepat tindaklanjuti untuk menuntaskan sengketa tanah Lapangan Gembira Rantepao.

“Kami tidak akan pernah menerima jika tanah leluhur kami direbut oleh orang asing,” tegas Alfa.

Alfa mengatakan, sikap bersahabat ditunjukkan oleh para negosiator yang terdiri dari Polwan Polres Tana Toraja dengan membagikan air mineral kepada pengunjuk rasa dan sikap bersahabat ini merupakan sikap yang sangat baik dalam berikan eplayana ke pada masyarakat khususnya bagi para pengunjuk rasa.

“Ini merupakan bukti Kepolisian adalah mitra mahasiswa, mitra masyarakat, pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat,” kata Alfa.

Perwakilan pengunjuk rasa dipersilahkan masuk ke Mapolres Tator untuk melakukan audiance dan diterima Kapolres Tana Toraja AKBP Liliek Tribhawono Iryanto didampingi Kasat Reskrim AKP Jon Paerunan dan Kasat Intelkam AKP Slamet Paryanto.

Alfa megatakan, langkah-langkah apa saja yang telah dilakukan oleh pihak Polres Tator dalam penanganan kasus Lapangan Gembira tersebut.

Tanggapan Kapolres Tator AKBP Liliek Tribhawono Iryanto, ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa telah datang untuk menyampaikan aspirasi terkait kasus Lapangan Gembira Kabupaten Toraja Utara.

“Selama ini pihak Polres Tana Toraja tidak tinggal diam dengan kasus tersebut sejak dilaporkannya kasus pemalsuan tersebut. Pihak Polres sudah bekerja hingga sampai saat ini, namun masih dalam tahap penyelidikan serta kami membuka diri dari berbagai pihak untuk memberikan informasi yang dapat berguna dalam penyelidikan ini,” jelas Liliek.

Kasat Reskrim, AKP Jon Paerunan mengatakan, laporan pemalsuan surat pernyataan penjualan terhadap objek tanah (Lapangan Gembira Rantepao) masuk di Polres Tana Toraja pada tanggal 17 Oktober 2018 dengan pelapor atas nama Samuel Paembonan.

“Penyidik telah melakukan langkah-langkah penyelidikan guna membuat terang kasus ini, namun masih memerlukan tindakan penyelidikan lagi,” kata Jon.

Perwakilan mahasiswa yang ikut dalam audince menerima baik penjelasan dari pihak Polres Tator, dan akan tetap mendukung serta membantu Polres Tator dalam memberikan informasi yang diperlukan. (Erwin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya