Antisipasi Karhutla di Paser, Ini Persiapan Anak Usaha Astra Agro PT BIM-PPS

06 July 2020 22:32
Antisipasi Karhutla di Paser, Ini Persiapan Anak Usaha Astra Agro PT BIM-PPS
ADM PT BIM dan PT PPS, Andy HE Jaya bincang-bincang dengan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kaltim Asmirilda saat memantau perlatan yang dimiliki PT BIM dan PT PPS di Kabupaten Paser, Kaltim. (Humas Astra Agro/Trans89.com)
.

PASER, TRANS89.COM – Meski masih dalam suasana pandemi covid-19, tetapi PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) merupakan anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk Grup Area Borneo 2 (B2) tidak lengah dalam antisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal ini mendapat apresiasi dari Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) saat melakukan kunjungan ke PT BIM dan PT PPS dalam rangka memantau kesiapan pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Paser.

“Kalau melihat kesiapan serta sarana dan prasarana yang telah ada, saya optimis PT BIM-PPS mampu meminimalisir serta mencegah karhutla,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Kaltim, Asmirilda disela-sela kunjungannya.

Menurut dia, kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci penting untuk menekan potensi terjadinya karhutla.

“Butuh kerjasama yang baik untuk mengantisipasi terjadinya karhutla,” tutur Asmirilda.

Dirinya sangat mengapresiasi PT BIM dan PT PPS dalam pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di desa sekitar wilayah kerjayanya dalam mencegah karhula.

“Rencana KTPA PT BIM-PPS akan dibentuk di 5 desa sekitar perusahaan yaitu desa Laburan, desa Lori, desa Sungai Batu, desa Sungai Langir, dan desa Percepat dengan kepala desa masing-masing sebagai ketuanya,” ujar Asmirilda.

Dalam kesempatan tersebut, Administratur (ADM) PT BIM dan PT PPS Andy HE Jaya, mengatakan bahwa selain pembentukan KTPA, dalam kondisi pandemi ini monitoring titik api juga dimaksimalkan dengan pemanfaatan teknologi drone.

“Dengan memanfaatkan Drone pemantauan titik api menjadi lebih mudah,cepat dan tetap menerapkan social distancing,” kata Andi yang juga pernah menjabat ADM PT Mamuang AAL Area Celebes 1 di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), baru-baru ini.

Lanjut Andy, pemanfaatan sistem monitoring titik api dari sistem sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang sudah terintegrasi dengan sistem internal perusahaan membuat notifikasi titik api menjadi lebih cepat didapatkan.

“Semakin cepat info titik api, semakin cepat kita bergerak. Selain itu, sarana prasarana seperti mobil pemadam, pompa, embung air, dan peralatan lainnya juga dipersiapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 5 tahun 2018,” demikian Andy. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya