PMII Cabang Majene Unjuk Rasa, Irawan: Masalah Pamekasan Sudah Sampai di Kapolri dan 4 Orang Anggota Dinyatakan Bersalah

03 July 2020 20:20
PMII Cabang Majene Unjuk Rasa, Irawan: Masalah Pamekasan Sudah Sampai di Kapolri dan 4 Orang Anggota Dinyatakan Bersalah
Sejumlah massa dari PMII Cabang Majene unjuk rasa terkait dugaan penganiayaan aktivis mahasiswa dan juga kader PMII Pamekasan, berlangsung depan kantor Mapolres, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Majene, Sulbar. (Ibrahim/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Majene unjuk rasa terkait dugaan penganiayaan aktivis mahasiswa dan juga kader PMII Pamekasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian pada saat aksi depan Kantor Bupati Pamekasan Madura.

Akis PMII Cabang Majene dipimpin Ardi berlangsung depan kantor Mapolres, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (2/7/2020).

Massa ksi membawa spanduk yang bertuliskan, hentikan tindakan premanisme kepolisian for mahasiswa, adili pelaku pemukulan, copot Kapolres Pamekasan, hentikan tindakan premanisme, evaluasi aksi premanisme di kubu kepolisian.

Massa aksi diterima Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji, ucapkan terima kasih karena telah melaksanakan kegiatan ini dengan aman dan tertib, terima kasih juga atas ucapan selamat Hari Bhayangkara ke 74 yang diucapkan tadi oleh teman-teman mahasiswa.

“Polri sampai dengan saat ini tidak akan bisa sewenang-wenang bertindak dengan masyarakat, kami tunduk juga dengan pengadilan, dan apabila polisi melakukan tindakan kriminal posisinya sama dengan pelaku yang lain,” ucap Kapolres Irawan.

Menurut dia, terkait kejadian di Pemekasan, kami bangga kepada teman-teman mahasiswa karena masih solid, dan masalah di Pamekasan ini sudah sampai di Kapolri, dimana beliau sudah sampaikan melalui video converence (vicon) kalau sudah ditetapkan 4 orang anggota yang dinyatakan bersalah.

“Internal kami juga kami banyak aturan-aturan yang meliputi semua kegiatan dan tugas kami, baik di lapangan dan maupun kantor,” tutur Irawan.

Ia menjelaskan, anggota Polri terikat dengan kode etik profesi Polri, dan apabila kami langgar, ami harus bertanggung jawab.

“Kami ada aturan etika yang diatur dari etika kenegaraan, kelembagaan kemasyarakatan dan ke pribadian, ini sebagai jaminan untuk adik-adik bahwa kejadian tersebut kalau memang ada anggota yang tidak disiplin dan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dalam bertugas itu pasti akan ditindak,” jelas Irawan.

Dirinya berharap, adik mahasiswa dukung kami dalam kemanan dan ketertiban masyarakat kita.

“Kita ambil peran masing-masing, yaitu mengamankan dan mengawal semua kegiatan masyarakat di Kabupaten Majene. Dan adik-adik memainkan perananannya sebagai kaum intelektual yang kritis dan terus belajar dan melakukan penelitian,” imbuh Irawan. (Ibra/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya