STIT DDI Pasangkayu Wisuda Angkatan X, Agus: Teruslah Menggali Ilmu Untuk Kemajuan Daerah

30 June 2020 22:46
STIT DDI Pasangkayu Wisuda Angkatan X, Agus: Teruslah Menggali Ilmu Untuk Kemajuan Daerah
Sebanyak 30 Mahasiswa STIT DDI Pasangkayu mengikuti Wisuda Sarjana program pendidikan agama angkatan ke X tahun 2020 di Aula Hotel Trisakti Jalan Fatmawati, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Adi Safrin Mahyudin/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Kabupaten Pasangakayu sebagai salah satu perguruan tinggi mempunyai visi misi meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah dan kembali mencetak puluhan sarjana di bidang Agama di tengah pandemi Covid-19 tahun ini.

Wisuda yang diikuti 30 mahasiswa tersebut dihadiri Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa dan Wakil Ketua Kopertis Wilayah VIII Sulawesi, Maluku dan Papua Hamzah Harun Al Rasyid, Ketua STIT DDI Maslim Halimin, Kapolres Pasangkayu AKBP Leo H Siagian, digelar di Aula Hotel Trisakti Jalan Fatmawati, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (30/6/2020).

Dalam sambutan Maslim Halimin mengatakan, hari ini STIT DDI Pasangkayu menggelar wisuda mahasiswa dimana telah memasuki angkatan ke-10 tahun ini.

“Berarti STIT DDI telah membuktikan dirinya telah mengabdi lebih dari 10 tahun untuk daerah Pasangkayu, khususnya dalam bidang pendidikan,” kata Maslim.

Ia menjelaskan, kehadiran DDI di Kabupaten Pasangkayu ini merupakan rahmat bagi kita semua, karena DDI di Pasangkayu sebagai bagian dari keluarga besar Darud Dakwah Wal-Irsyad yang telah tersebar diseluruh Indonesia dan beberapa negara dibagian Timur Tengah, Eropa dan Amerika.

“DDI tidak hanya memiliki perguruan tinggi saja, tetapi juga memiliki lembaga pendidikan tingkat dasar hingga menengah, dan mahasiswa yang terserap sebagai peserta belajar di lembaga DDI yang mencapai lebih dari 1.000 orang,” jelasa Maslim.

Menurut dia, DDI memiliki potensi sosial dengan ikatan emosional dan kekeluargaan yang sangat besar dalam melakukan perubahan kearah kehidupan yang lebih baik untuk kemajuan daerah ini dan keseluruhan lembaga pendidikan yang dibina oleh DDI.

“Tanpa disadari, sesungguhnya DDI telah sangat berperan dalam berbagai bidang, bukan hanya sebagai pengelola pendidikan yang telah menamatkan ribuan alumni didik dari semua jenjang pendidikan, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja yang sangat besar. Jumlah guru dan pegawai yang bekerja di lingkungan DDI mencapai lebih dari 100 orang,” tutur Maslim.

Dirinya mengungkapkan, kalau dihitung dengan lembaga swasta lainnya, maka jumlah pegawai DDI yang mencapai lebih 100 orang adalah jumlah yang sangat besar dan semuanya Alhamdulillah adalah tenaga kerja dalam negeri (Pasangkayu), bukan tenaga kerja asing (luar Pasangkayu).

“Seluruh guru dan staf adalah sebagian besar adalah alumni diri sendiri (DDI) dan penduduk yang KTP-nya di Pasangkayu,” ungkap Maslim

Kita juga menyadari, kata Maslim, STIT DDI Pasangkayu yang telah melahirkan banyak sarjana pendidikan memiliki peran dan andil yang sangat besar dalam turut membangun kualitas SDM, yang hingga saat ini telah banyak alumni DDI terserap di beberapa sektor pekerjaan, baik sebagai guru ASN, mulai guru SD hingga SMA, menjadi pegawai BUMN.

“Tidak sedikit alumni DDI yang menjadi motor penggerak di masyarakat sebagai tokoh pendidikan, agama, dan kegiatan masyarakat. Ini artinya, alumni STIT dari Pasangkayu memiliki kemampuan dan kualitas yang tidak kita ragukan lagi, kemampuan berkompetisi secara baik dan memperoleh posisi strategis dalam persaingan kerja di masyarakat,” kata Maslim.

Maslim membeberkan, untuk mengukur kualitas pendidikan diperlukan indikator yang jelas dan terukur, mulai dari proses input sebagai bahan dasar proses pendidikan sampai kepada output dan kemampuan kompetitif yang ditunjukkan setelah menjadi alumni.

“Disamping itu, ketersediaan tenaga pengajar profesional dan keseimbangan rasio guru murid sangat berpengaruh tentang peningkatan kualitas pendidikan bahan ajar, praktek sarana prasarana pendidikan, biaya operasional serta akses informasi pendidikan yang mudah diperoleh menjadi suatu hal yang penting,” urai Maslim.

Maslim berpesan, teruslah menjadi pejuang agama dan pendidikan, berdakwah melalui pendidikan adalah ladang pahala dan amal jariyah buat saudara.

“Kepada keluarga wisudawan, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kepercayaan untuk menjadi diri sebagai tempat untuk menimba ilmu. Selamat kepada seluruh alumni atas keberhasilannya. Saudara capek pada hari ini, semoga ini menjadi jalan terbaik bagi saudara menuju masa depan yang lebih baik,” pesan Maslim yang juga Ketua MUI Pasangkayu ini.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Agus Ambo Djiwa mengucapkan selamat kepada para mahasiswa wisudahan yang angkatanya ke 10 tahun ini.

“Alhamdulillah, kita masih bisa laksanakan wisuda sarjana ini dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dalam new normal. Mudah-mudahan dalam kegiatan ini semoga kita dapat memahami dalam manghadapi new normal,” ucap Agus.

Bupati berharap kepara peserta wisuda angkatan tahun ini tidak menjadi puncak pencapaian, baik secara pribadi maupun kemaslahatan ummat kedepannya, tetapi bagaimana untuk bisa terus belajar menambah ilmu untuk kepentingan daerah.

“Membangun daerah semua elemen, termasuk para mahasiswa atau sarjana yang mempunyai SDM yang lebih. Alhamdulillah, pada hari bertambah lagi sarjana di Kabupaten Pasangkayu. Teruslah menggali ilmu dengan tujuan kemajuan daerah Pasangkayu tercinta. Dan yang terpenting adalah semoga dapat bermanfaat bagi kita daerah dan masyarakat,” harap Agus. (Ndi)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya