DPC PDI Perjuangan Polewali Mandar Laporkan Pembakaran Bendera Partai ke Polres

30 June 2020 02:27
DPC PDI Perjuangan Polewali Mandar Laporkan Pembakaran Bendera Partai ke Polres
Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Polman menyerahkan laporan terkait pembakaran bendera PDI Perjuangan di kantor Mapolres Jalan DR Ratulangi, Kabupatehn Polman, Sulbar. (Atjo Mappinawang/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menyerahkan laporan terkait pembakaran bendera PDI Perjuangan pada Hari Rabu 24 Juni 2020 saat terjadi aksi demonstrasi penolakan Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) depan gedung MPR/DPR RI Senayan Jakarta.

Laporan tersebut dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Polman, Ibrahim dan diterima oleh Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono didampingi Kasat Reskrim AKP Saeful Isnaini dan Kasat Intelkam AKP Bayu Adytia Yulianto di kantor Mapolres Jalan DR Ratulangi, Kabupatehn Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (29/6/2020).

Ketua DPC PDI Perjuangan Polman, Ibrahim mengatakan maksud dan tujuannya mendatangi Polres Polman hari ini untuk menyerahkan laporan dan tuntutan atas aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan depan Gedung MPR/DPR RI di Jakarta.

“Sesuai perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarno Putri atas kejadian pembakaran bendera PDI Perjuangan, agar menempuh dan menyerahkan prosesnya sesuai dengan hukum,” katanya.

Sementara Sekretaris DPC PDI Perjuangan Polman, Muhsin F menjelaskan bendera PDI Perjuangan merupakan lambang partai yang resmi dan terdaftar di kementerian, sehingga kami menuntut oknum pembakar bendera PDI Perjuangan, dan massa aksi juga membakar bendera serta simbol PKI.

“Kami meminta untuk mengusut pembuat dan dari mana mereka memperoleh bendera dan simbol partai terlarang yaitu PKI. Kami juga menyesalkan atas di kait-kaitkannya PDI Perjuangan dengan PKI. PDI Perjuangan merupakan partai yang sah, sedangkan PKI merupakan partai terlarang,” jelas Muhsin.

Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono, ucapkan terima kasih atas kedatangan pengurus PDI Perjuangan di Polres Polman, secara pribadi menganggap ini merupakan ajang silaturahmi bagi kita.

“Mengenai laporan dari PDI Perjuangan, kami menerima dan akan menindak lanjuti dengan aturan yang berlaku,” papar Kapolres Ardi.

Tuntutan PDI Perjuangan:

1. Bahwa pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2020, terjadi demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR RI Jakarta terkait demonstrasi terhadap pembahasan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sampai mengakibatkan pembakaran bendera PDI Perjuangan.

2. Kami sebagai kader PDI Perjuangan sangat menyesalkan dan merasa terhina dan tersakiti atas pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dilakukan oleh peserta aksi penolakan RUU HIP. Oleh karena itu, kami meminta Kapolres Polman untuk memproses secara hukum oknum yang melakukan pembakaran bendera PDI Perjuangan.

3. Partai komunis Indonesia (PKI) adalah partai terlarang di Republik Indonesia (RI). Kami sangat menyayangkan atas adanya atribut PKI yang dibawa oleh peserta aksi pada saat demo penolakan RUU HIP. Oleh karenanya, kami meminta Kapolres Polman untuk mengusut tuntas siapa pemilik dan tempat produksi bendera PKI tersebut.

4. Meminta kepada Kapolres Polman untuk menindak tegas kepada pada oknum-oknum yang akan menumbuhkan kembali PKI dan organisasi terlarang lainnya. (Atjo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya