KPU Rakor Tahapan Lanjutan Pilkada Majene

28 June 2020 02:26
KPU Rakor Tahapan Lanjutan Pilkada Majene
Ketua KPU Kabupaten Majene, Muh Arsalin Aras pimpin Rakor dengan stakeholder terkait tahapan lanjutan pemilihan bupati dan wakil bupati Majene tahun 2020 berlangsung di Hotel Villa Bogor Leppe, Kabupaten Majene, Sulbar. (Abner/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majene, Muh Arsalin Aras pimpin rapat koordinasi (Rakor) dengan stakeholder terkait tahapan lanjutan pemilihan bupati dan wakil bupati Majene tahun 2020 berlangsung di Hotel Villa Bogor Leppe, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (26/6/2020).

Sambutan Ketua KPU Majene, Muh Arsalin Aras, mengatakan pelaksanaan kegiatan Rakor dengan stakeholder pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri dalam penyelenggaraan pengawasan tahapan pemilihan bupati dan wakil Bupati tahun 2020 di Kabupaten Majene.

“Hal ini menjadi bagian dari komitmen KPU Majene dalam menyiapkan pemilihan di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan untuk menyiapkan diri dalam melaksanakan tahapan pilkada selanjutnya,” kata Arsalin.

Menurut dia, KPU telah memenuhi semua komitmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan tahapan pemilihan lanjutan.

“Pelaksanaan pemilihan 2020 di tengah mewabahnya Covid-19 dan revisi PKPU tentang tahapan, program dan jadwal serta melakukan realokasi anggaran,” tutur Arsalin.

Komisioner KPU Majene, Muhammad Subhan, menjelaskan kebutuhan anggaran untuk protokol kesehatan totalnya Rp2.1 miliar, sedangkan yang dapat dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene sebesar Rp1.4 miliar.

“Hal ini dirasa kurang, karena kebutuhan alat pelindung diri (APD) masih kurang sekitar Rp700.000.000,” jelas Subhan.

Ia menyebutkan, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) sebanyak 420 orang sesuai jumlah TPS Pilkada Majene yakni 420 orang, PPDP tersebut harus menjalani rapid test sebelum melaksanakan tugasnya, apabila hasil rapid testnya reaktif, maka petugas tersebut harus diganti.

“Masalahnya, belum tentu tersedia waktu untuk penggantian petugas PPDP tersebut, serta belum dapat dipastikan apakah rapid test terhadap PPDP dapat berlangsung dengan cepat,” sebut Subhan.

Dirinya mengemukakan, proses verifikasi data pemilih dari DP4 akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang bekerjasama dengan pihak kelurahan dan desa, sehingga apabila muncul lagi DP4, maka tidak ada lagi data pemilih yang salah.

“Seperti pemilih yang sudah meninggal dunia. Saat ini terdapat sekitar 3.000 pemilih meninggal dunia yang terdaftar dalam DP4 yang harus segera diperbaiki datanya,” ujar Subhan.

Ditempat yang sama, Komisioner KPU Majene Zulkarnaen Hasanuddin, menyampaikan sesuai PKPU Nomor 5 Tahun 2020, pemungutan suara Pilkada 2020 akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020.

“Resiko utama terkait pelaksanaan Pilkada Majene 2020 adalah tingginya potensi penularan Covid-19. Sehingga tahapan Pilkada akan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan,” papar Zulkarnaen.

Ia mengatakan, saat ini dilakukan KPU menjelang pemungutan suara Pilkada Majene, seluruh badan adhoc KPU hingga tingkat kecamatan kembali diaktifkan.

“Jadi persiapan tahapan rekrutmen PPDP sebanyak 420 orang sesuai jumlah TPS Pilkada Majene, yakni 420 orang,” kata Zulkarnaen.

Ketua KPU Arsalin kembali menyampaikan, berdasarkan Permendagri Nomor 51 pasal 17 ayat 4, pemberian APD dapat diberikan dalam bentuk hibah dari Pemkab Majene berdasarkan matriks dari Dinas Kesehatan (Dinkes), terdapat barang hibah seperti sarung tangan, hand sanitizer, termoscan, ambulance dan lain-lain.

“Hal ini diharapkan dapat segera diterima oleh KPU, mengingat petugas KPU sudah mulai melaksanakan tahapan Pilkada,” papar Arsalin.

Ia mengungkapkan, listrik dan jaringan internet di berbagai wilayah Kabupaten Majene masih belum dapat dipenuhi secara maksimal. Selain itu, akses jalan di beberapa wilayah masih kurang maksimal.

“Adapun wilayah dengan akses jalan buruk dan jaringan internet tidak memadai ada di Kecamatan Ulumanda. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majene, diharapkan dapat memetakan potensi penularan Covid-19 menjelang Pilkada Majene Tahun 2020, juga dapat memberikan saran terkait persiapan dalam mengantisipasi Pandemik Covid-19,” ungkap Arsalin.

Sementara Kabag Ops Polres Majene, AKP Ujang Saputra, menerangkan sejauh ini pelaksanaan tahapan Pemilukada tahun 2020 di wilayah Kabupaten Majene masih aman dan terkendali berkat koordinasi dan sinergi yang baik dari seluruh instansi terkait.

‘Untuk seluruh tahapan sampai pelaksanaan Pilkada Majene tahun 2020 selesai, Polres Majene telah menyusun dan mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi tugas Polri dalam mengawal dan mengamankan Pilkada Majene tahun 2020,” terang Ujang. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya