Aksi Kamisan Kaltim Angkat Isu Kasus Novel

27 June 2020 02:06
Aksi Kamisan Kaltim Angkat Isu Kasus Novel
Kelompok Kamisan Kaltim gelar unjuk rasa depan dermaga Kantor Gubernur Provinsi Kaltim Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda. (Mas Ole/Trans89.com)
.

SAMARINDA, TRANS89.COM – Kelompok Kamisan Kaltim gelar unjuk rasa dipimpin Kahar Al Bahri alias Oca dengan tema, ‘Novel, polisi dan hukum sebelah mata’, berlangsung di depan dermaga Kantor Gubernur Provinsi Kalimanta Timur (Kaltim) Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Kamis (25/6/2020).

Aksi Kamisan ini di laksanakan setiap hari Kamis oleh gabungan aktivis dan mahasiswa di Kota Samarinda dan berganti-ganti tema mengikuti isu yang berkembang saat ini.

Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan, Aksi Kamisan Kaltim hapus tuntas impunitas, #reformasi di korupsi, yang disiram matanya, yang buta keadilan, di bungkam media.

Menggelar payung bertuliskan, Aksi Kamisan Kaltim, Kelompok Cipayung, hapus tuntas impunitas, stop korupsi, jangan diam, lawan.

Orasi Dosen Hukum Tatanegara Universitas Mulawarman (Unmul), Solikin Bone, mengatakan konflik penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan polisi seperti tak ada habisnya.

“Novel sering dilaporkan oleh rekannya sendiri dan dianggap tidak patuh pada korpsnya. Salah satu yang mengemuka adalah konfliknya dengan Direktur Penyidik (Dirdik) KPK, Brigjen Polisi Aris Budiman soal rekrutmen penyidik KPK yang berujung laporan ke Polda Metro Jaya,” kata Solikin.

Ia menyebutkan, konflik ini semakin menguat ketika penyiram air keras ke wajah Novel ditangkap dan ternyata pelakunya adalah oknum polisi aktif.

“Lalu berkembang sampai ke Persidangan dan hanya dituntut satu tahun penjara. Banyak pihak meragukan keseriusan Pengadilan yang dirasa janggal dan menyangsikan tuntutan itu, lalu bertanya, ada apa sebenarnya di tubuh kepolisian?” sebut Solikin.

Dirinya mengemukakan, Novel adalah polisi, pelaku kekerasan terhadap dia adalah polisi dan penyidik kasusnya juga Polisi.

“Tetapi kenapa masalah ini semakin membesar dan tak terkendali, yang justru merugikan upaya pemberantasan korupsi. Ada masalah apa sebenarnya di tubuh Kepolisian, KPK, dan lembaga anti korupsi lingkaran kasus Novel Baswedan ini,” tanya Solikin. (Ole/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya