PT GSI Segera Laksanakan Seismik Minyak dan Gas Bumi di Langkat

22 June 2020 21:02
PT GSI Segera Laksanakan Seismik Minyak dan Gas Bumi di Langkat
PT EMP dan PT GSI serta SKKMigas laksanakan kegiatan sosialisasi seismik 3D di aula kantor Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumut. (Heri Putra/Trans89.com)
.

LANGKAT, TRANS89.COM – Sebanyak 7 desa akan terkena jalur seismik untuk mencari minyak dan gas (migas) bumi oleh PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI), dimana ke 7 desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Tanjung Pura dan Kecamatan Gebang di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hal tersebut terbukti, dengan adanya kegiatan sosialisasi survey seismik 3 Dimensi (3D) yang di gelar PT Energi Mega Persada (EMP) Ltd Gebang bersama PT GSI dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKKMigas), berlangsung di aula kantor Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Senin (22/6/2020).

Dalam sosialisasi tersebut, diungkapkan dari 7 desa yang terkena seismik tersebut yakni 1 desa di Kecamatan Gebang dan 6 desa lainnya terletak di Kecamatan Tanjung Pura.

Untuk Kecamatan Gebang, desa yang akan dilakukan seismik yakni Desa Kwala Gebang. Sementara 6 desa yang terkena seismik di Kecamatan Tanjung Pura, yakni Desa Bubun, Tapak Kuda, Kawala Langkat, Kwala Serapuh, Pematang Cengal dan Pantai Cermin.

Camat Tanjung Pura, Taufik Riez mendukung sepenuhnya kegiatan seismik 3 D ini, namun dalam pelaksanaan seismik ini diharapkan pekerja tidak mengganggu aktivitas ibadah di masyarakat desa.

“Saya berharap kepada masyarakat di desa, mendukung kegiatan seismik ini, semoga kegiatan seismik ini dapat diberikan ridhai Allah SWT,” ujar Taufik.

Sementara Pelaksanatugas (Plt) Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Langkat, Basrah Pardomuan menyambut baik atas kegiatan ini.

“Masyarakat harus mendukung kegiatan ini, baik kepala desa (Kades) maupun Badan Permusyawarahan Desa (BPD). Kegiatan ini cukup bagus. Artinya, ketika akan dilakukan kegiatan ini, pihak EMP sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu,” kata Basrah.

Selain itu, kata Basrah, EMP ini jauh harinya sudah soan (permisi) dan datang ke Pemkab Langkat untuk melaksanakan aktivitas mereka.

“Kami sangat mendukung kegiatan strategis ini, dan tentunya hasil yang dicari perusahaan itu untuk kepentingan masyarakat. Sudah jelas hasil yang didapat ini akan menjadi masukan negara dan Pemkab Langkat begitupun bagi masyarakat,” kata Basrah.

Ia menjelaskan, jadi masyarakat, Kades, BPD maupun tokoh masyarakat harus mendukung kegiatan ini, dan diharapkan masyarakat jangan terpancing isu bahwa seismik ini bisa merusak jalan, bisa mengurangi hasil pendapatan nelayan.

“Kami minta tolong Kades dan BPD untuk berikan penjelasan dan pengarahan apa itu tujuan seismik. Saya ucapkan terimakasih kepada PT EMP yang telah melakukan sosialisasi seismik ini,” jelas Basrah.

Terpisah, Koordinator Humas PT GSI, Hendra yang dikonfirmasi terkait ada berapa lama kegiatan seismik ini dilakukan, pihaknya menjawab tidak ada keterbatasan waktu untuk seismik ini.

“Namun saja, pihak perusahaan kita menarget seismik ini selesai dalam 7 bulan.,” ujar Hendra.

Lanjut Hendra, terkait ada berapa banyak personil yang akan diturunkan ke lapangan untuk melakukan seismik 3D ini ada 2 group.

“Ada sekitar 20 orang pekerja, dalam pergroupnya berjumlah sekitar 10 orang pekerja seismik,” tambahnya.

Hadir juga dikegiatan tersebut, Kepala Bagian (Kabag) tata Pemerintahan (Tapem) Setda Pemkab Langkat Surianto, Camat Gebang, Danramil Gebang serta Danramil Tanjung Pura, Kapolsek Tanjung Pura dan Gebang, serta para para Kades dan BPD dari 7 desa yang terkena seismik 3D. (Heri/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya