Menko PMK dan Menkes RI Berkunjung ke RSHS Bandung

21 June 2020 17:39
Menko PMK dan Menkes RI Berkunjung ke RSHS Bandung
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Menteri Kesehatan kunjunga kerja di Rumah Sakit Hasan Sadikin Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jabar. (Asep DS/Trans89.com)
.

BANDUNG, TRANS89.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto kunjunga kerja di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (20/6/2020).

Selain memantau perawatan pasein terkait penggunaan konvalesen, regimen, dexametason, Menko PMK dan Menkes juga berkunjung ke PT Biofarma Persero dan Pasar Sederhana Kota Bandung.

Hadir menyambut Menko PMK dan Menkes, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Supahriadi, Kajati Jabar Ade Edi Adhyaksa, Direktur Utama (Dirut) RSHS Bandung Nina Susana Dewi.

Sambutan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan salah satu strateginya adalah menyulap RSHS Bandung menjadi Rumah Sakit Khusus (RSK) untuk menangani pasien virus corona.

“Saat ini RSHS Bandung sudah merawat sejumlah pasien dengan status orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan pasien positif Covid-19,” kata Ridwan.

Menurut dia, kalau bertambah itu nanti seluruh gedung di Kemuning RSHS di konversi namanya dengan gedung Covid-19, dengan total ada 250 bed.

“Pasien yang umum mengidap TBC dan penyakit lain akan dipindahkan ke rumah sakit (RS) lainnya. Pihak RSHS nantinya fokus melayani dan menangani pasien terkait corona,” tutur Ridwan.

Ia menjelaskan, pemerintah juga akan melibatkan TNI dan akan berkoordinasi untuk menggunakan fasilitas di lingkungan TNI untuk penanganan pasien virus corona, dimana fasilitas kesehatan TNI di Kodam III Siliwangi sudah dipersiapkan.

“kalau terdapat PDP 100 orang akan seperti apa, PDP 500 orang skenarionya seperti apa, dan 1.000 orang seperti apa, semuanya sudah kita siapkan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tak akan menerapkan lockdown atau karantina wilayah, namun tetap menanti arahan dari pemerintah pusat selaku pemegang wewenang,” jelas Ridwan.

Dirut RSHS Bandung, Nina Susana Dewi, menyampaikan pengobatan ini adalah standar yang kami buat di RSHS, dan ternyata memang ada yang masuk dengan ventilator, dan kami juga mempunyai kasus lain karena pasien menolak dengan inkubasi.

“Maka ternyata ini terus membaik setelah perawatan sekitar 45 hari mengalami konversi, dan yang satunya setelah 35 hari. Jadi kita lihat, konversi dari pemerintah sangat bisa lebih dari 1 bulan, tapi kita bisa biak dengan plasma,” papar Nina.

Ia menyebutkan, layanan yang kami kerjakan tujuannya adalah untuk paling tidak menurunkan mortalitas pasien dengan pilihan yang tepat, dan diharapkan proses konversi berjalan lebih cepat

“Literatur yang digunakan dan kita lihat bahwa cara pemakaian yang diberikan ternyata mereka akan terjadi proses penyembuhan walaupun lamanya perawatan memang kita lihat cukup lama,” sebut Nina.

Dirinya menyebutkan kalau pihaknya mendapatkan donor dari pasien yang menderita covid, dan selalu sehat di dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi, dimana antibodi di dalam tubuh itu akan timbul serta ada juga adanya satu topik sitokin anti inflamasi.

“Yang kita takutkan adalah adanya reaksi transfusi ini, dia (pasien) mempunyai efek anti bodi, jadi memang seharusnya pada orang yang donor darah dari bantuan donor orang lain harus sehat dahulu,” sebut Nina.

Nina memapaparkan, juga akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk meyakinkan bahwa darah yang akan disumbangkan ini aman, artinya tidak mengandung virus hidup lain seperti hepatitis atau HIV dan juga penyakit sepilis penyakit infeksi menular lainnya.

“Salah satu contoh, ada seorang staf gubernur, dari pada proses pengambilan sebelumnya akan dilakukan pemeriksaan swab test untuk meyakinkan bahwa tetap negatif, sehingga dalam 1 jam pasien sudah harus lakukan, itu berarti mechanical ventilation pasien dalam kondisi yang sudah berat mungkin kita harusnya menentukan atau memberikan secepatnya,” paparnya.

Lanjut Nina, kita memberikan dalam hari ketiga dan keempat dua kali diberikan 200cc perbaikannya yang fantastis adalah pemeriksaan fisik di awal ini positif pada saat dari rumah sakit lain.

“Ini Krista RBT reaktif lalu dalam hari ke-10 setelah pemberian plasma konvalesen PCR sudah negati. Itu yang bisa kita ambil dari pemberian pasien
konvalesen,” tambahnya.

Arahan Menkes RI, Terawan Agus Putranto menyampaikan agar pihak rumah sakit mempercepat proses pembayaran insentif bagi para tenaga kesehatan yang berjuang melawan Covid-19.

“Harus ada sebuah kelancaran khususnya untuk penagihan pasien ini harus dipercepat. Supaya rumah sakit kesejahteraannya tetap jalan. Saya minta pembayaran insentif tenaga kesehatan untuk bisa dilancarkan dan diagresfikan,” papar Terawan.

Ia menejelaskan, proses verifikasi tenaga kesehatan bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah setempat tanpa harus menunggu Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Sekarang dari negara itu cukup memverifikasi untuk Dinkes, tidak usah ke Kemenkes, ini akan dipercepat jalur pembayarannya. Kami mengapresiasi inovasi Jabar dalam memproduksi berbagai perlengkapan medis untuk menangani Covid-19 seperti rapid test antigen (RTA), PCR, hingga ventilator yang dibuat atas kerjasama BUMN, perguruan tinggi dan para ahli,” jelas Terawan.

Setelah mengetahui kondisi kasus Covid-19 di RSHS Bandung semakin menurun, Menko PMK RI Muhadjir Effendy mengapresiasi Pemprov Jabar.

“Saya apresiasi dimana RSHS Bandung yang telah memberikan pelayanan yang baik bagi pasien Covid-19 dan atas kesiapan layanan rumah sakit dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB),” ujar Muhadjir.

Selanjutnya rombongan Menko PMK RI Muhadjir Effendy dan Menkes Terawan Agus Putranto meninggalkan RSHS menuju PT Biofarma Persero dan PD Pasar Sederhana Bandung. (Asep/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya