Deklarasi Penolakan dan Pencabutan RUU Haluan Ideologi Pancasila di Pandeglang

21 June 2020 11:58
Deklarasi Penolakan dan Pencabutan RUU Haluan Ideologi Pancasila di Pandeglang
Deklarasi Forum Umat Islam Banten menolak dan meminta pencabutan RUU HIP di Ponpes Salafiyah Kampung Karya Mukti, Desa Sindang Laya, Kecamatan Pagelaran Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Andre Permana/Trans89.com)
.

PANDEGLANG, TRANS89.COM – Deklarasi Forum Umat Islam Banten (FUIB) menolak dan meminta pencabutan Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Idiologi Pancasila (HIP) dipimpin KH Babay Mahdi berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Kampung Karya Mukti, Desa Sindang Laya, Kecamatan Pagelaran Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (19/6/2020) malam.

Hadir di giat tersebut, Pimpinan Ponpes Salafiyah KH Babay Mahdi, DPW Front Pembela Islam (FPI) Pandeglang KH Saefulloh, Perwakilan Dewan Syuro DPP FPI Banten KH Hafid Rosid, Ketua DPC FPI Cigeulis KH Ujang Surya, Dewan Hisba FPI Banten KH Mahmud, Ketua Hilal Merah Indonesia (HILMI) Pandeglang KH Ade, perwakilan Ormas Laskar Merah Putih, BPPKB, dan Pemuda Pancasila.

Sambutan perwakilan Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Carita, KH Yani, mengatakan dengan undangan yang tidak formil dan hanya melalui whatssapp, kami tetap gembira dan bangga karena banyaknya yang hadir.

“Kita semua terpanggil karena satu tujuan untuk menolak RUU HIP. Kami dengan keras dan tegas menolak hal tersebut serta siap tumpah darah apabila RUU HIP tetap diajukan,” kata Yani.

Komando Pemuda (Kokam) Muhammadiyah, Ilma Fatwa, menuturkan Muhammadiyah dari pusat secara tegas kepada pemerintah lewat DPR RI untuk menolak dan segera menghentikan RUU HIP, karena ini paling fundamental serta melanggar UU dan mencederai TAP MPRS nomor 25 tahun 1966.

“Info yang saya peroleh tadi pagi bahwa Partai PKS dan Demokrat tidak menandatangani usulan RUU HIP,” tutur Ilma.

Perwakilan Ormas Pergerakan Pembela Aspirasi Masyarakat (PERPAM), Bambang, mengatakan kami hadir karena terpanggil dan tertantang dalam perjuangan menolak RUU HIP.

“Perjuangan Pancasila telah diperoleh atas tetesan darah dan air mata pendahulu kita yakni alim ulama. PERPAM menolak keras RUU HIP dan siap satu suara dengan organisasi lainnya atas restu para guru, ulama dan kiyai,” kata Bambang.

Tokoh Agama dan Masyarakat Wilayah Pandeglang Selatan, KH Yoyo, menyampaikan setiap UU yang akan menghilangkan agama merupakan rencana dan rancangan orang munafik juga kafir.

“Maka dari itu, kita akan perangi mereka dengan jihad. Senjata paling ampuh ialah ridha Allah, kami tidak akan gentar dengan ancaman dan tantangan dalam memperjuangkan Islam dan hal-hal yang melemahkan Islam apalagi melawan komunisme,” papar Yoyo.

Dewan Hisba FPI Banten, KH Mahmud mengatakan, warga Pandeglang zaman dahulu berjuang melawan penjajahan Belanda.

“Saya percaya dan yakin, ketika warga Pandeglang dijajah apalagi melawan kebangkitan PKI, kami sangat siap untuk jihad,” kata Mahmud.

Orms Brigade 411 Pandeglang, Ustd Rouf, mengatakan leluhur kita dalam sejarah banyak yang gugur akibat paham komunis, saat ini marxisme dan leninimisme terus merongrong agama Islam dengan berbagai cara untuk bercerai berai.

“Ulama, TNI dan POLRI membasmi komunis, sehingga kita bisa menjalankan ibadah kepada Allah SWT dengan tenang. Demi selalu tegaknya kalimah Syahadat tentunya kami siap berjuang bangkit melawan komunis,” kata Rouf.

Ia menyebutkan, salah satu upaya kebangkitan komunis terang-terangan telah disampaikan Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP yang membuat buku dengan tulisan ‘aku bangga menjadi anak PKI’, dimana saat ini kembali lagi PDIP membuat konsep Trisila dan Ekasila yang dinilai menciderai ulama dan agama Islam.

“Kami Brigade 411 menyatakan sikap bersama menolak RUU HIP yang didalamnya ada ajaran atheisme, marxisme dan lenimisme. Kami meminta aparatur negara TNI/Polri agar menyampaikan pesan pernyataan sikap ini kepada pemerintah pusat bahwa kami sampai kapanpun menolak RUU HIP tersebut sampai titik darah penghabisan,” sebut Rouf.

Perwakilan Aliansi Anti Syiah (ANAS), Didin Sahrudin, mengatakan paham komunis merupakan musuh kita semua, tentu kita siap berperang melawannya meski sekalipun dihadapkan dengan senjata, jihad-lah dengan apa yang kalian miliki dan wakafkan jiwa dan raga untuk Islam.

“Yakini kalimah Lailahaillah akan kita bawa dari sejak lahir hingga mati. Oleh karenanya, jihad membela agama surga jaminannya. Jangan gentar melawan PKI, walaupun mereka bercokol di legislatif dengan membuat RUU HIP, maka kita lawan,” kat Didin.

Pengurus MUI Kecamatan Menes, M Ali menyampaikan, sesuai instruksi dan Fatwa MUI Pusat menolak RUU HIP, dan kami mengalami saat zaman PKI sejak kakek buyut almarhum KH Ntong yang dikejar PKI kemanapun beliau pergi hingga bersembunyi.

“Oleh karenanya kita lawan PKI dan organisasi komunis lainnya,” papar Ali.

Dewa Syuro FPI Banten, KH Hafid Rosid, mengatakan tokoh perjuangan dan Imam Besar Habib Rieziek Sihab selalu komitmen memperjuangkan agama dan NKRI.

“Oleh karenanya, sesuai komitmen tersebut, FPI siap berjuang melawan RUU HIP,” kata Hafid.

Ia menjelaskan, apabila kita biarkan RUU HIP ini, maka yakini komunis akan berkembang dan hidup kembali, yang tentunya kita penggal RUU HIP yang merusak agama, karena apabila dibiarkan RUU semacam ini akan timbul kembali.

“Saat ini bermacam macam organisasi hadir menyatakan sikap penolakan RUU HIP, hidup mati kita hanya untuk Allah, maka hidup mati kita akan ditaruhkan dalam melawan komunisme. Saya yakin, TNI dan Polri yang hadir malam ini beragama muslim, tentunya beliau sebagai muslim tidak akan diam ketika agamanya diancam. Kami memohon dan meminta untuk bersama-sama berjuang dengan ulama dalam membela Islam,” jelas Hafid.

Pembacaan surat pernyataan sikap bersama dalam menolak RUU HIP, kami FUIB bersama para ulama, kiyai, ustadz, para santri, serta tokoh masyarakat, para pimpinan ormas, sekaligus para jawara, setelah kami membaca, menimbang, menyimak kagaduhan nasional karena diakibatkan oleh diterbitkannya RUU HIP yang tidak mencantumkan TAP MPRS/XXV/1966, tentang pembubaran PKI, serta pelarangan paham komunisme, marxisme, leninimisme yang sudah di larang di NKRI, serta ingin merubah nilai-nilai luhur Pancasila yang ber-Ketuhanan menjadi Pancasila yang berkebudayaan dalam arti Pancasila dimaknai dengan ekasila dan trisila.

Maka dengan sebab polemik RUU HIP ini yang sudah di tolak oleh MUI, Muhammadiyah, NU, serta serta semua elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Kami FUIB bersama para kiyai dan jawara,secara tegas dan keras, menyatakan sikap, menolak RUU HIP, mendesak pemerintah dalam hal ini Presiden, mendesak DPR RI untuk segera membatalkan RUU HIP, kami akan selalu setia menjaga Pancasila dari rongrongan para penghinat bangsa, kami bangga menjadi musuh PKI, dan kami akan selalu setia dan Istiqomah di bawah komando Alhabib Muhammad Rizieq Syihab.

Apabila pemerintah dan DPR RI ngotot tidak segera membatalkan RUU HIP, serta ingin coba-coba menghidupkan dan memberi ruang paham komunisme, marxisme, leninimisme, dan bangkitnya PKI di NKRI ini, maka kami akan ajak umat untuk turun kejalan menuntut dan meminta kepada DPR RI dan MPR untuk segera memakzulkan Jokowi, bubarkan partai pengusung paham komunisme, marxisme, leninimisme. Kami akan menuntut pemerintah untuk mengembalikan rumusan Pancasila Piagam Jakarta 22 Juni 1945, yakni ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya