Tiga Napi di Rutan Salemba Jakarta Bebas Asimilasi

20 June 2020 14:38
Tiga Napi di Rutan Salemba Jakarta Bebas Asimilasi
Tiga orang napi dapatkan asimilasi dari Kemenkumham RI untuk dibebaskan di Rutan Klas I Salemba, Jalan Percetakan Negara Raya, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Bagus Prasetyo/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Tiga orang narapidana (napi) dapatkan asimilasi atau proses pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI untuk dibebaskan di Rutan Klas I Salemba, Jalan Percetakan Negara Raya, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2020).

Ke orang napi bebas asimilasi yakni Untung Bin Sukarno alamat Jalan Jelambar Utara 8, RT 06/04, Kelurahan Wijaya Kesuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Lucky Satria Dewantara Bin Johanes alamat Sunter Metro Blok J 12, Jakarta Utara. Dan Agus Kurniawan Bin Waslan Adi Wijaya alamat Graha Bintaro Selatan 3 Blok GR 12 Nomor 16 Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Hadir di giat pembebasan tiga orang asimilasi, Kapolsubsektor Lapas Salemba Ipda M Oloan HSB dan Pengamanan Dalam Pamdal Rutan Salemba Rangga beserta personil lainnya.

Himbauan dan saran disampaikan Kapolsubsektor Lapas Salemba, Ipda M Oloan HSB ucapkan syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dimana asimilasi ini adalah bentuk kebijakan dan perhatian pemerintah selama pandemi Covid-19, sehingga harus benar-benar di syukuri.

“Masih banyak napi bebas asimilasi yang tidak bersyukur, sehingga masih mengulangi perbuatan yang melanggar hukum,” ucap Oloan.

Ia mengingatkan agar tetap ikuti protokoler kesehatan Covid-19 seperti physical distancing, gunakan masker dan cuci tangan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Apabila dalam perjalanan pulang mengunakan kendaraan roda empat, tidak diperbolehkan duduk di depan bersama pengemudi, tetap jaga jarak, duduk dibelakang dan tidak diperbolehkan berboncengan sepeda motor,” pesan Oloan.

Dirinya mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi masih diberlakukan agar dipatuhi aturannya dan wajib lapor napi bebas asimilasi dipatuhi.

“Setelah tiba dirumah agar mengisolasi diri selama 14 hari sesuai anjuran dan imbauan dari Kemenkumham RI,” kata Oloan.

Lanjut Oloan mengingatkan bahwa kepolisian dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) bersinergi mengawasi napi bebas asimilasi.

“Jangan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum, karena pembebasan asimilasi akan dicabut jika melanggar hukum,” tambahnya. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya