Polres Tetapkan Sekda Bondowoso Sebagai Tersangka Dengan Ancaman Maksimal 5 Tahun Penjara

16 June 2020 15:35
Polres Tetapkan Sekda Bondowoso Sebagai Tersangka Dengan Ancaman Maksimal 5 Tahun Penjara
Polres Bondowoso gelar konfrensi pers terkait penetapan tersangka Sekda Kabupaten Bondowoso, berlangsung depan kantor Reskrim Polres Bondowoso Jalan Veteran, Kabupaten Bondowoso, Jatim. (Fahmi S/Trans89.com)
.

BONDOWOSO, TRANS89.COM – Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz didampingi Kasat Reskrim, AKP Agung Ari Bowo gelar konfrensi pers terkait penetapan tersangka Sekda Kabupaten Bondowoso, Saifullah.

Penetapan tersangka Sekda Kabupaten Bondowoso terkait dugaan tindak pidana ancaman kekerasan melalui media elektronik, berlangsung depan kantor Reskrim Polres Bondowoso Jalan Veteran, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), Senin (15/6/2020).

Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz, mengatakan Satuan Reskrim Polres Bondowoso pada ari Jumat tanggal 12 Juni 2020 sudah melakukan gelar perkara dan juga sudah di ekspos dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso terkait dengan kasus Saifullah.

“Status (Saifullah) sudah dinaikan menjadi tersangka dengan ancaman hukuman penjara dibawah 5 tahun,” kata Kapolres Erick.

Menurut dia, korban pengancaman tersebut merupakan seorang aparatur sipil Negara (ASN) yang sebelumnya menduduki posisi Kepala Bidang (Kabid) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan kini menjadi kepala dinas (Kadis) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso.

“Kasusnya pengancaman dan pembunuhan. Untuk ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” jelas Erick.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Agung Ari Bowo, menyampaikan kita sudah melakukan gelar perkara, yang jelas yang bersangkutan sesuai alat bukti sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka.

“Terkait dengan apakah kemungkinan ada penahanan Saifullah, masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” papar Kasat Agung.

Ia menyebutkan, dari segi jabatannya apakah penahanan itu harus seijin gubernur, nanti akan dilihat pengembangan dari penyidikan tersebut.

“Pasal yang akan diggunakan yaitu pasal ITE (informasi teknologi elektronik) Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 45 ayat 3 jo pasal 29 nomor 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik jo pasal 335 KUHP dengan ancaman pidana minimal 5 tahun,” sebut Agung.

Sementara itu, Sekda Bondowoso Saifullah mengakui kabar tersebut, dan telah menerima surat pemberitahuan yang dikirim padanya.

“Surat pemberitahuan tersebut sudah diterima dan ada pada kuasa hukum saya. Sebagai ASN, kami ikuti proses hukum ini dan nantinya pengacara saya yang menyampaikan pasal-pasal yang disangkakan. Yang jelas saya sportif dalam proses hukum ini,” kata Saifullah.

Saifullah menyampaikan, apa yang mungkin dimaksud pelapor sebagai ancaman kekerasan kala korban menjabat di BKD Kabupaten Bondowoso.

“Begini kalimat waktu saya telepon saat menjelang pelantikan saya sebagai Sekda Bondowoso, saya berangkat dari nol, saya tidak bayar, Anda jangan ganggu saya. Karena jelas saat itu undangan pelantikan belum tersebar. Dan telah mempelajari semua pasal yang disangkakan ditemani pengacara saya,” paparnya. (Fahmi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya