Karyawan PT Mamuang Berbagi Rejeki Ditengah Pandemi Covid-19

16 June 2020 21:51
Karyawan PT Mamuang Berbagi Rejeki Ditengah Pandemi Covid-19
Para karyawan PT Mamuang dengan kerelaan hatinya menyisihkan jatah beras mereka dari perusahaan untuk membantu desa diwilayah kerja PT Mamuang di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Muhammad Tahir Pilo/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Di tengah masa pandemi Covid-19, ketika ketahanan pangan dan goncang ekonomi menjadi problematika utama, dan ada sekelompok masyarakat yang tergerak untuk membagikan sedikit rejeki mereka.

Realitas itu terlihat dari kegiatan karyawan lingkup PT Mamuang yang merupakan anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk Grup Area Celebes 1 (C1) yang berkedudukan Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Para karyawan PT Mamuang dengan kerelaan hatinya menyisihkan jatah beras mereka dari perusahaan untuk membantu desa diwilayah kerja PT Mamuang, padahal mereka juga mengalami dampak yang sama akibat pandemi Covid-19 ini.

Namun alasan sekelompok karyawan itu yang membuat takjub, karena sudah diberi rejeki dan kesehatan hingga hari ini.

“Kami bersyukur masih memiliki pekerjaan dan bergaji di Perusahaan. Kami tidak mau egois, dan ini rasa bersyukur pada Tuhan yang sudah kasih kami rejeki,” kata Mandor Rawat Afdeling Lima PT Mamuang sekaligus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) PT Mamuang, Ubaid Solouti, Selasa (16/6/2020).

Tanpa disuruh, pria 42 tahun itu menghimpun anggotanya agar ikut berpartisipasi menyumbangkan bantuan kecil ini setiap bulannya.

“Kami ikhlas, semoga bantuan kecil yang kami kumpulkan ini dapat meringankan saudara-saudara kami, dan berharap agar pandemi ini segera berakhir dan keadaan bisa menjadi normal kembali,” ujar Ubaid.

Kegiatan sosial ini sudah dilakukan semenjak bulan Januari lalu dan telah didistribusikan langsung ke Desa Martasari, Pajalele, Desa Polando Jaya, yayasan panti asuhan, dan masyarakat lanjut usia (Lansia) yang terdata di beberapa desa.

Ikatan sosial di tengah masyarakat

Tentu rasa peduli dikalangan karyawan itu tidak serta-merta. Salah satunya ketika peristiwa gempa besar di Kota Palu 2 tahun lalu, masyarakat desa dan karyawan PT Mamuang juga sudah saling bahu membahu melewati kondisi itu.

Waktu itu, hampir setiap hari ada bantuan dari masyarakat ke PT Mamuang untuk dikirimkan ke Kota Palu.

Bahkan jauh sebelum itu, menurut Kades Desa Martasari, I Wayan Sucana menyampaikan bahwa ikatan sosial ini terjadi semenjak hadirnya perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Wayan dan keluarganya bertransmigrasi sejak tahun 1987 ke Desa Martasari dan ia menyaksikan sendiri bukan hanya ikatan ekonomi namun juga ikatan sosial ini terbentuk sejak PT Mamuang hadir tahun 1991.

“Saya menilai bahwa ikatan tidak mungkin terbentuk dalam jangka waktu singkat. Bukan soal perusahaan dan masyarakat lagi, tetapi sudah seperti saudara,” kata Wayan. (Pilo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya