32 TKI Warga Pinrang Asal Malaysia Jalani Isolasi Mandiri, Hasil Rapid Testnya Non Reaktif

11 June 2020 22:27
32 TKI Warga Pinrang Asal Malaysia Jalani Isolasi Mandiri, Hasil Rapid Testnya Non Reaktif
Kadis Kesehatan Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi (baju merah) saat berada depan gedung isolasi mandiri Covid-19, Jalan Briptu Suherman, Kabupaten Pinrang, Sulsel. (Dok. Dinas Kominfo Pinrang)
.

PINRANG, TRANS89.COM – Sebanyak 32 orang migran yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Negara Malaysia pekan lalu merupakan warga Kabupaten Pinrang, langsung menjalani karantina di gedung isolasi mandiri, dan rencananya akan dipulangkan besok, Jumat (12/6/2020).

Rencana kepulangan 32 migran tersebut ke daerah asalnya di beberapa kecamatan diwilayah Kabupaten Pinrang setelah hasil rapid test yang dilakukan Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pinrang dinyatakan non reaktif atau negatif Covid-19.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi mengatakan, sesuai petunjuk Bupati Pinrang yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Pinrang, jika hasil rapid test para migran ini negatif maka akan dipulangkan ke daerah masing-masing.

“Puji syukur hasil rapid test yang dilakukan hari ini semua non reaktif, dan sesuai petunjuk Bapak Bupati, besok akan dipulangkan ke daerah asal di beberapa kecamatan di Pinrang,” kata Dewi saat ditemui di gedung isolasi mandiri Covid-19, Jalan Briptu Suherman, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (11/6/2020).

Menurut dia, rencananya, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid akan melepas langsung kepulangan para deportan tersebut dan akan dijemput oleh para camat dan puskesmas di wilayah mereka.

“Setelah kepulangan 32 orang deportan tersebut, kami masih menunggu beberapa migran lagi yang dideportasi dari Malaysia walaupun belum diketahui jadwal kedatangannya,” tutur Dewi.

Lanjut Dewi, informasinya, TKI ini akan melalui Pelabuhan Soekarno Makassar dan via Bandara Sultan Hasanuddin, belum lagi persiapan kedatangan 450 personil TNI Batalyon 721 yang telah melaksanakan tugas teritorial di wilayah Papua.

“Untuk kedatangan 450 personil Yon 721 dari Papua ini, kami masih terus melakukan koordinasi dengan Yonif 721 dan menunggu petunjuk Ketua Tim Gugus untuk lokasi isolasi mereka nantinya,” tambahnya. (Jamro/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya