Karyawan Dari 7 Suku PT Freeport Indonesia Tembagapura Pertanyakan Sistem Kerja dan Cuti ke Manejemen

10 June 2020 01:38
Karyawan Dari 7 Suku PT Freeport Indonesia Tembagapura Pertanyakan Sistem Kerja dan Cuti ke Manejemen
Karyawan dari gabungan 7 suku mempertanyakan informasi tentang masa cuti berlangsung depan gedung Mine Office PT Freeport Indonesia Tembagapura di Unnamed Road, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. (Hanung/Trans89.com)
.

MIMIKA, TRANS89.COM – Karyawan dari gabungan 7 suku setempat diikuti sekitar 30 orang massa untuk mempertanyakan informasi tentang masa cuti berlangsung depan gedung Mine Office (Kantor Tambang) PT Freeport Indonesia (PTFI) Tembagapura di Unnamed Road, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (9/6/2020).t

Adapun aksi dari karyawan 7 suku mempertanyakan skedul (program) cuti 12 minggu kerja dan 4 minggu cuti, skedul kerja dan hari day off (hari libur) turun Timika, tentang tanggal kembali cuti yang tidak jelas.

Sekitar pukul 11.00 WIT, Hose Degei dan Fredrik Magai PAD tiba depan Mine Office untuk memberikan penjelasan dan menyampaikan kepara massa aksi bahwa untuk saat ini Frans Pigome lagi meeting (pertemuan), jadi diharapkan agar rekan-rekan karyawan yang mau menyampaikan aspirasinya untuk bersabar menunggu.

Pada pukul 11.30 WIT, Frans Pigome VIP PAD tiba di depan Mine office menemui karyawan untuk menyampaikan penjelasan tentang program cuti.

“Sebenarnya tanggungjawab cuti karyawan Freeport atau karyawan 7 suku kontraktor cuti akan diatur oleh manajemen masing-masing dengan cara menyesuaikan skedul kerja,” papar Frans.

Menurut dia, setiap pemimpin departemen mempunyai program memanfaatkan waktu cuti karyawan 12 minggu kerja dan 4 minggu cuti.

“Hal ini di ambil karena adanya Covid 19. Jadi sebagian karyawan harus di cutikan untuk mengurangi kepadatan karyawan di lokasi kerja,” tutur Frans.

Ia menjelaskan, program ini di ambil agar hak cuti karyawan bisa terlaksana dan bisa mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, yang tujuannya agar karyawan terhindar dari penyakit Covid-19.

“Untuk karyawan Freeport tetap akan balik bekerja setelah menjalani cuti dan untuk kembali kerja, karyawan harus mengikuti protokol Covid-19 yaitu melakukan pengecekan rapid test atau polymerase chain reaction (PCR) swab,” jelas Frans.

Dirinya menyebutkan, sedangkan untuk kontraktor di lihat dari masa kontrak kerjanya, ada yang tidak akan kembali di karenakan habis kontrak kerja.

“Jadi harap para Karyawan memahami hal ini, dan saya perjelas lagi untuk masyarakat 7 suku yang kerja di PTFI tidak ada yang di pulangkan, akan tetapi kembali kerja setelah menjalani cuti,” sebut Frans.

Lanjut Frans, jadi program kerja 12 minggu kerja 4 minggu cuti ini hanya berlangsung sampai akhir tahun 2020.

“Apabila tahun depan tidak ada lagi yang sakit Covid-19, maka akan di kembalikan seperti semula, yang artinya akan kembali berkerja normal,” tambahnya. (Hanung/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya