Aliansi Masyarakat Bambalamotu di Pasangkayu Sampaikan 7 Tuntutan Ke PT Toscano Indah Pratama

10 June 2020 22:15
Aliansi Masyarakat Bambalamotu di Pasangkayu Sampaikan 7 Tuntutan Ke PT Toscano Indah Pratama
Aksi Aliansi Masyarakat Bambalamotu dipimpin Abdurrahman depan PT Toscano Indah Pratama di Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Unjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bambalamotu (AMB) dipimpin Abdurrahman depan PT Toscano Indah Pratama (TIP) di Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (10/6/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, Aliansi Masyarakat Bambalamotu menggugat, tepati. Dan Kami bosan minum air limbah, bebas limbah.

Tuntutan Aliansi Masyarakat Bambalamotu, meminta percepatan pengelolaan limbah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak perusahaan, sehingga mengakibatkan kerugian materil kepada masyarakat. Meminta kejelasan terkait pengambilam air sungai. Mendesak pihak perusahaan untuk mensosialisasikan standarisasi buah sawit yang diterima. Meminta transparansi penerimaan karyawan dan prioritas putra daerah. Mendesak percepatan pembuatan jalan baru dan melakukan perbaikan jalan umum yang telah digunakan oleh pihak perusahaan. Menagih CSR perusahaan terkait air bersih dan anggaran pembinaan organisasi kepemudaan dan organisasi keagamaan. Percepatan semenisasi kolam limbah.

Orasi Abdurahman, meminta agar aksi ini tidak berjalan anarkis, kita datang ke PT Toscano Indah Pratama atasnama aksi damai, dan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendengarkan penyampaian pimpinan perusahaan dan mendengar apa yang menjadi solusi bersama.

“Jangkos merupakan bagian dari limbah, yang mana airnya sangat membahayakan. Kami mempertanyakan bagaimana pengelolaan jangkos oleh pihak perusahaan, karena infonya jangkos itu lebih berbahaya daripada air limbah,” ujar Abdurahman.

Humas PT Toscano Indah Pratama, Aspian mengatakan, pihaknya melihat ada 7 pernyataan sikap dari Aliansi Masyarakat Bambalamotu. Dan perlu diketahui, pihaknya baru beroperasi pada awal April 2020 atau baru selama 2 bulan setelah sebelumnya melakukan take over terhadap manajemen perusahaan yang lama.

“Perusahaan sebelumnya hanya memiliki 8 kolam limbah, namun saat ini sudah memiliki 16 kolam limbah. Kolam yang terisi saat ini baru sampai kolam nomor 5, belum sampai pada kolam nomor 16. Kolam nomor 1 dan 2 merupakan kolam bakteri, sehingga ikan pada kolam nomor 16 nanti bisa hidup,” kata Aspian.

Ia menjelaskan, peralatan limbah sampai saat ini belum terpasang, karena baru mulai beroperasi pada bulan April, pemasangan peralatan tersebut juga terkendala protokol kesehatan Covid-19.

“Mengenai pengambilan air sungai, pihaknya sudah bersurat kepada pemerintah desa (Pemdes) dan Bupati Pasangkayu serta telah mendapat ijin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perijinan Kabupaten Pasangkayu,” jelas Aspian.

Dirinya mengakui selama ini belum melakukan sosialisasi mengenai standar buah sawit yang diterima karena baru beroperasi sekitar selama 2 bulan yakni sejak 2 April 2020.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan memasang spanduk, sehingga masyarakat bisa melihat kriteria buah yang dapat masuk di PT Toscano Indah Pratama. Saat ini kami masih memesanan spanduk, dan pengirimannya terkendala protokol Covid-19,” ujar Aspian.

Menurut dia, berdasarkan data yang ada, sebanyak 90% karyawan PT Toscano Indah Pratama merupakan warga Desa Kalola dan Kelurahan Bambalamotu, serta kami sudah siapkan data mengenai nama dan alamat karyawan tersebut.

“Mengenai desakan terhadap pembuatan jalan baru dan perbaikan jalan umum, kami telah menyurat kepada pemerintah desa untuk meminjam jalan umum selama 1 tahun, karena kami sementara melakukan negoisasi pembebasan jalan yang ada di depan pabrik dan samping kelurahan,” tutur Aspian.

Lanjut Aspian, mengenai penyediaan air bersih, kami sudah mendapatkan data tender terkait hal tersebut, namun kedatangan mereka ke perusahaan terkendala Covid-19 sehingga setelah lebaran kemarin mereka baru bisa melaksanakan survey.

“Mengenai percepatan semenisasi kolam limbah, kami akan melakukannya sesuai dengan arahan dari DLH Pasangkayu,” tambahnya. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya