Deklarasi Pernyataan Sikap Tolak Paham PKI di Banyuwangi

08 June 2020 02:47
Deklarasi Pernyataan Sikap Tolak Paham PKI di Banyuwangi
Majelis Silaturahim Ulama dan Umat Banyuwangi menggelar deklarasi pernyataan sikap tolak timbulnya paham PKI di Indonesia Khususnya wilayah Kabupaten Banyuwangi, berlangsung di Ponpes Masyatul Huda di Dusun Gempol Dampit RT 48/RW 05, Desa Kedungwunggu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jatim. (Adi Nugroho/Trans89.com)
.

BANYUWANGI, TRANS89.COM – Majelis Silaturahim Ulama dan Umat Banyuwangi (MSUUB) menggelar deklarasi pernyataan sikap tolak timbulnya paham Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia Khususnya wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan itu dipimpin Ketua MSUUB KH Suyuti Toha berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Masyatul Huda di Dusun Gempol Dampit RT 48/RW 05, Desa Kedungwunggu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Minggu (7/6/2020).

Giat tersebut dihadiri sekitar 50 orang dan hadir Ketua Front Pembela Islam (FPI) Banyuwangi Hasan, Takmir Masjid Al Hikma Tegaldlimo Ustad Gatot Sukardi, Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Tegaldlimo Kyai Makruf, tokoh Pagar Nusa Tegaldlimo Sumadi, Laskar Merah Putih Banyuwangi Ahmad Munir, Pemuda Muhammadiyah Samsul Hadi dan LSM Teropong Yoris.

Sambutan Ketua MUUB, Kiyai Suyuti Toha mengatakan, deklarasi ini untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan juga agar generasi muda tahu bahwa ada sejarah yang mana bangsa kita pernah mengalami masa kelam oleh kebiadaban PKI dengan melakukan pembantaian dimana-mana.

“Maka dari itu, kita harus bersama-sama menolak adanya kebangkitan PKI,” kata Suyuti.

Pengurus MSUUB, KH Zulkarnain menuturkan, perlu kita ketahui, bahwa iblis adalah percaya adanya Allah SWT, sedangkan PKI tidak percaya adanya Allah SWT.

“Pertanyaannya iblis saja diusir dari Surga kenapa PKI tidak kita usir dari Indonesia. Komunis itu lebih jahat dari pada iblis. Maka dari itu, TNI dan Polri harus mendukung gerakan dari MSUUB Banyuwangi,” tutur Zulkarnain.

Selanjutnya pembacaan deklarasi menyampaikan, bahwa dasar idiologi Negara Indonesia adalah Pancasila yang Berketuhanan Yang Maha Esa. Memperkuat dan memperjuangakan sampai titik darah penghabisan bahwa NKRI harga mati. Menolak kebangkitan kembali gerakan dan idiologi PKI di NKRI. Menolak Amandemen Tap MPRS/XXV/MPRS/1966. Dan bela negara menjadi tanggungjawab kita bersama. (Adi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya