33 Warga Pinrang Migran Dari Malaysia Jalani Karantina 14 Hari

06 June 2020 01:33
33 Warga Pinrang Migran Dari Malaysia Jalani Karantina 14 Hari
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pinrang menerima kedatangan para deportasi WNI asal Kabupaten Pinrang setelah dijemput di Pelabuhan Nusantara Pare-Pare di gedung isolasi mandiri Covid-19 Pinrang, Sulsel. (Dok. Humas dan Protokol Pinrang)
.

PINRANG, TRANS89.COM – Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Sekda Kabupaten Pinrang, Andi Budaya menerima kedatangan para deportasi Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Pinrang setelah dijemput di Pelabuhan Nusantara Pare-Pare.

Penerimaan ini dilakukan di gedung isolasi mandiri Covid-19 Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam penerimaan ke-33 pekerja Migran Indonesia merupaka warga Pinrang, tercatat sesuai data imigrasi, mereka yang berstatus sebagai overstay dan masalah lainnya.

Dandim 1404 Pinrang, Letkol Arm Lukman Sasono selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pinrang, bersama Ketua Pengendalian Gugus Tugas Covid-19 Pinrang sekaligus Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pinrang drg Dyah Puspita Dewi berkesempatan ikut menerima kedatangan para WNI yang merupakan warga Pinrang untuk masuk dalam masa karantina sesuai protokol kesehatan di gedung isolasi mandiri Covid-19 Pinrang, Jumat (5/6/2020).

Masa karantina ini dilakukan sesuai protokol kesehatan dengan jangka waktu selama 14 hari. Dan diharapkan tahapan ini dapat diikuti oleh para deportan selama karantina dengan mematuhi semua protokol kesehatan yang diterapkan.

Andi Budaya ucapkan selamat datang dan berharap para pekerja migran tersebut dapat mengikuti segala ketentuan protokol kesehatan selama masa karantina.

“Selamat datang di kampung ya di Kabupaten Pinrang. Semoga kita bisa pulihkan kondisi dan menjaga kesehatan diri dengan mengikuti segala ketentuan protokol kesehatan selama kita semua lewati masa karantina ini,” ucap Budaya.

Sementara Dandim 1404 Pinrang, Letkol Arm Lukman Sasono juga mengucapkan selamat datang di Kabupaten Pinrang bagi para migran warga Pinrang.

“Kami berharap dapat memanfaatkan waktu selama masa karantina untuk mengikuti semua program isolasi mandiri yang diberikan oleh petugas kesehatan dan tim medis Gugus Tugas Covid-19 Pinrang,” imbuh Dandim Lukman.

Ketua Pengendali Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi menekankan tentang protokol kesehatan selama masa karantina, dan berharap bagi para deportasi yang baru tiba dan memiliki keluarga yang untuk berkunjung, agar mengikuti segala tata tertib sesuai protokol kesehatan.

“Apabila ada keluarga yang berkunjung gunakan masker, mencuci tangan dan melaporkan identitas kepada petugas piket yang bertugas. Semoga semuanya dapat mematuhi protokol kesehatan dalam program isolasi mandiri selama 14 hari kedepan di tempat ini,” demikian Dyah. (Jamro/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya