Tingkatkan Ketahanan Pangan, Babinsa Kodim 0913 Penajam Paser Utara Lakukan Pendampingan Upsus ke Petani

03 June 2020 03:04
Tingkatkan Ketahanan Pangan, Babinsa Kodim 0913 Penajam Paser Utara Lakukan Pendampingan Upsus ke Petani
Personel Babinsa Koramil 0913-01 Penajam, Kodim 0913 PPU yang bertugas di Kelurahan Tanjung Tengah, Serda Heri melaksanakan pendampingan Upsus penyiangan tanaman padi di lahan warga Jalan Pondok Kessi, yang merupakan anggota Poktan Mamminasae, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kaltim. (Penrem 091 Aji Surya Natakesuma)
.

PENAJAM PASER UTARA, TRANS89 COM — Personel Babinsa Koramil 0913-01 Penajam, Kodim 0913 Penajam Paser Utara (PPU) yang bertugas di Kelurahan Tanjung Tengah, Serda Heri melaksanakan pendampingan upaya khusus (Upsus) penyiangan tanaman padi varietas ciherang dengan luas lahan 0.5 Hektar di lahan sawah milik Irham, warga Jalan Pondok Kessi, yang merupakan anggota kelompok tani (Poktan) Mamminasae, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (2/6/2020).

Dalam pendampingan tersebut, Serda Heri juga memberikan penyuluhan kepada warga untuk memperhatikan masalah utama penanaman padi yaitu pertumbuhan gulma atau rumput liar yang bisa mengganggu dalam peningkatan produktivitas panen padi.

“Pendampingan bagi petani ini bertujuan untuk membantu petani meningkatkan hasil pertanian dan menjaga tanaman padi tumbuh dengan baik dan terbebas dari hama penyakit maupun gangguan rumput liar,” ujar Heri melalui rilis Penerangan Korem (Penrem) 091 Aji Surya Natakesuma di terima Redaksi.

Ia mengatakan, kegiatan penyiangan padi ini dilakukan sebagai salah satu tugas Babinsa dalam ketahanan pangan dan sosialisasi ke masyarakat.

“Petani diharapkan tidak melakukan alih fungsi lahan dan tetap mempertahankan menanam padi untuk menyangga ketahanan pangan,” kata Heri.

Dirinya menjelaskan, dalam kegiatan penyiangan tanaman padi di sawah, kami bersama petani setempat berupaya membuang tanaman rumput pengganggu, sebab rumput yang tumbuh di antara tanaman padi bisa mengganggu dan mengurangi produktivitas panen padi.

“Tanaman pengganggu atau gulma akan bersaing dengan tanaman utama (padi) terhadap kebutuhan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh. Jika tanaman gulma dibiarkan tumbuh, maka produksi tanaman padi menjadi tidak optimal dan mengurangi hasil panen,” jelas Heri.

Dengan memberikan penyuluhan dan pembantuan penanaman di wilayah binaannya, Heri berharap bahwa tindakan ini dapat membantu petani dalam upaya penyiangan tanaman padi dan dapat menjadi contoh bagi warga lain untuk menyiangi tanaman padi miliknya.

“Tanaman padi yang disiangi dapat tumbuh dengan baik dan jika ada hama yang menyerang bisa segera di ketahui. Bila tanaman terkena hama, petani bisa melakukan antisipasi sejak dini dengen penyemprotan, agar hama padi bisa mati,” ujar Heri.

Sementara itu, petani atau pemilik sawah, Irham ucapkan terima kasih kepada Babinsa yang telah bersedia mendampingi para petani.

“Hal ini membuat kami para petani Jalan Pondok Kessi mendapat pelajaran tentang bagaimana cara merawat dan menanam padi yang benar,” ucapnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya