FSPBI dan KSN Desak Perusahaan di Makassar Bayarkan Pesangon 16 Karyawan di PHK, Syahril: Silahkan Menuntut di Pengadilan

03 June 2020 03:16
FSPBI dan KSN Desak Perusahaan di Makassar Bayarkan Pesangon 16 Karyawan di PHK, Syahril: Silahkan Menuntut di Pengadilan
Aksi FSPBI dan KSN berlangsung depan PT Indah Logistik Jalan Ir Sutami, Kota Makassar, Sulsel. (Slamet Untung Imam Santoso/Trans89.com)
.

MAKASSAR, TRANS89.COM – Unjuk rasa massa Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI) dan Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) dipimpin Muh Said Basir berlangsung depan PT Indah Logistik Jalan Ir Sutami, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (2/6/2020).

Aksi tersebut untuk menyikapi tidak adanya kejelasan pembayaran upah lembur kerja dan pembayaran pesangon terhadap 16 orang karyawan yang telah di PHK (pemutusan hubungan kerja) oleh PT Indah Logistik.

Massa aksi membawa pamflet bertuliskan, PT Indah Logistik tidak patuh hukum, Indah Logistik pembohong, kami tolak keberadaan Indah Logistik.

Muh Said Basir membacakan pernyataan sikap, mendesak pimpinan PT Indah Logistik untuk melaksanakan kesepakatan bersama dengan cara membayarkan hak pekerja upah lembur sesuai perhitungan dan penetapan pengawas ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja RI dan hak pemutusan hubungan kerja, pesangon sesuai anjuran Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.

“Kami mendesak instansi dan lembaga penegak hukum pemerintahuntuk melakukan tindakan melawan hukum, guna memberikan kepastian hukum terhadap warga negara yakni pekerja atau buruh,” tegas Said.

Tiga orang perwakilan pengunjuk rasa diterima Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi PT Indah Logistik, Syahril Yusuf dan Kepala Cabang PT Indah Logistik Lukman dengan tanggapan, pihak PT Indah Logistik bersama 16 orang buruh sudah membuat pernyataan, bahwa dengan diserahkannya dana kepada perwakilan buruh, maka tidak ada lagi kegiatan unjuk rasa oleh 16 orang buruh dalam bentuk apapun.

“Kke 16 orang buruh bersedia menunggu keputusan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Silahkan pihak pengunjuk rasa menuntut di Pengadilan, karena pihak perusahaan sementara melakukan upaya untuk banding. Pihak perusahaan keberatan atas putusan dari pihak Kementerian dan akan melakukan gugatan. Pihak perusahaan akan menyelesaikan permasalahan tersebut secepatnya dan akan menghadirkan pihak pusat,” terang Syahril dan Lukman. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya