LSM Galela Maloha Bersama Petani di Halmahera Utara Aksi di Kantor PT Sarbi, Ini Tuntutannya

02 June 2020 20:33
LSM Galela Maloha Bersama Petani di Halmahera Utara Aksi di Kantor PT Sarbi, Ini Tuntutannya
LSM Galela Maloha bersama bersama dengan petani gelar unjuk rasa depan kantor PT Sarbi di Desa Soakonora, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halut, Malut. (Aripin/Trans89.com)
.

HALMAHERA UTARA, TRANS89.COM – LSM Galela Maloha bersama bersama dengan petani gelar unjuk rasa diikuti puluhan peserta aksi dipimpin Ahmat Taher berlangsung depan kantor PT Sarbi di Desa Soakonora, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Senin (1/6/2020).

Sesuai surat yang di sampaikan ke pihak Polsek Galela Selatan untuk kegiatan audensi yang di laksanakan LSM Galela Maloha bersama dengan petani dan pihak PT Sarbi, namun pihak PT Sarbi tidak hadir, sehingga LSM Galela Maloha dan petani melakukan aksi.

Massa aksi menggunakan 1 unit mobil pick up di lengkapi sound sistem, 1 unit motor viar yang memuat bibit pala dan cengkeh, 1 buah keranda bertuliskan, ‘jenazah PT Sarbi, spanduk bertuliskan PT Sarbi segera membayar upah kerja perawatan 3 bulan satu kali dalam 1 RKT.

Tuntutan mass aksiAhmat Taher menyampaikan, PT Sarbi segera membayar upah kerja perawatan 3 Bulan 1 x dalam 1 RKT baik tahun 2017, 2018 dan 2019, transparansi anggaran kontribusi dana sosial PT Sarbi ke masyarakat Galela Selatan dan sekitarnya.

“Pecat mandor atas nama Asrul Arif, Armain Konofo dan Manajer yang di duga merugikan masyarakat petani penggarap dengan berbagai masalah anggaran pembayaran sampai pada pelayanan yang tidak baik. Segera hadirkan Direktur Utama PT Sarbi, dan apabila tuntutan ini tidak direalisasikan, maka pemboikotan dan pengusiran PT Sarbi dari Kecamatan Galela Selatan,” ancam Ahmat.

Dalam orasi Ahmat, mengatakan kami hadir di tempat ini mengatasnamakan masyarakat khususnya petani penggarap dan pemilik lahan, dimana selama sekitar 3 tahun sejak sosialisasi dan beroperasinya PT Sarbi di Galela Selatan dan Galela Barat, kami merasa tertipu, karena apa yang terjadi dan di rasakan oleh masyarakat sangat tidak sesuai dengan apa yang di sosialisasikan pihak PT Sarbi.

“Kalau nyatanya seperti ini, maka para petani tidak akan menerima kehadiran PT Sarbi. Di hari ini tepatnya hari kelahiran Pancasila, kami menyuarakan apa yang menjadi keresahan dari masyarakat,” kata Ahmat.

Ia menyampaikan, aksi kami hari ini adalah aksi damai, kami hanya ingin melaksanakan kegiatan audensi, namun PT Sabri tidak mengindahkan undangan kami, masyarakat terutama petani hanya butuh penjelasan kongkrit, karena apa yang berlaku bagi petani tidak sesuai dengan apa yang di sosialisasikan oleh PT Sarbi.

“Kami menuntut hak kami sebagai petani pemilik lahan atau penggarap sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh pihak perusahan. Sesuai dengan investigasi kami di lapangan, sejak tahun 2017 para petani baru menerima 1 kali biaya perawatan dan ada juga yang belum menerima,” papar Ahmat.

Dirinya meminta pertanggungjawaban dari pihak PT Sarbi terkait persoalan yang dihadapai petani.

“Sekitar 12 kali seharusnya pihak petani menerima haknya, tapi nyatanya tidak. Dimana sesuai sosialisasi pihak PT Sarbi bahwa tiap 3 bulan sekali untuk biaya perawatan dan pemeliharaan yaitu sebesar Rp500.000 perhektar,” tegas Ahmat.

Selanjutnya dilakukan audiensi terbuka depan kantor PT Sarbi diahdiri Manager PT Sarbi Saiful, Camat Galela Selatan AK Tutupoho, Humas PT Sarbi Asrul Arif, para Kepala Desa (Kades).

Penyampaian Julhija Rasai menyebutkan, terkait sosialisasi bahwa PT Sarbi akan membayar biaya perawatan ke pihak petani penggarap atau pemilik lahan dalam rencana kinerja tahunan (RKT) yaitu selama 3 tahun dibayarkan per 3 bulan.

“Apa kontribusi untuk masyarakat Galela, karena PT Sarbi merupakan pihak ke 3 dari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM),” sebut Julhija.

Manager PT Sarbi, Saiful mengatakan terkait sosialisasi, dirnya tidak terlibat, sehingga nanti Humas yang akan menjelaskan.

“Secara teknis, kami melakukan tugas dan tanggungjawab sesuai peraturan yang berlaku. PT Sarbi selalu mengakomodir terkait dana sosial, namun masih terbatas, karena tetap mengacu pada petunjuk dari pusat,” kata Saiful.

Humas PT Sarbi, Asrul Arif menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan dari massa aksi, sosialisasi oleh pihak perusahaan dilaksanakan pada awal tahun 2017 dan mulai jalan pembibitan dan penanaman pada akhir tahun 2017.

“Kami sudah membayar petani biaya perawatan untuk 3 bulan pada akhir tahun itu juga. Untuk selanjutnya karena semua harus sesuai prosedur dimana pihak PT Sarbi merupakan pihak ke dua dari PT NHM, sehingga semua menajemen harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Asrul.

Ahmat Taher mengemukakan, kurang lebih 3 tahun berlalu permasalahan ini, tetapi kenapa pihak perusahan tidak pernah ada sosialisasi kembali dengan para petani, agar tidak terjadi salah paham.

“Kami tidak mau berpikir terkait menajemen antara PT Sarbi dengan PT NHM, karena kami hanya berurusan dengan PT Sarbi,” ujar Ahmat.

Dirinya menegaskan, kalau memang Manejer PT Sarbi tidak dapat mengambil keputusan terkait apa yang menjadi tuntutan dari masyarakat hari ini, kami minta hari ini juga Menejer komunikasi dengn pimpinan pusat PT Sarbi.

“Hal itu agar keputusan atau penjelasan dari pimpinan pusat PT Sarbi juga di dengar oleh semua masyarakat,” tegas Ahmat.

Manager PT Sarbi, Saiful menaymapikan, terkait apa yang menjadi tuntutan dari bapak-bapak sekalian, kami meminta waktu untuk mengkomunikasikan hal ini ke pimpinan pusat.

“Kami meminta waktu untuk komunikasikan hal ini ke pimpinan pusat, karena hal ini menyangkut anggaran,” papar Saiful.

Ahmat Taher menyampaikan akan memberi waktu kepada pihak PT Sarbi selama 3 hari untuk mengkomunikasikan hal ini ke pimpinan pusat perusahan.

“Kami menunggu kehadiran bapak pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2020 pukul 09.00 WIT di gedung MTQ Desa Togawa, Kecamatan Galela Selatan untuk memberikan keputusan atau penjelasan dari pimpinan pusat,” imbuh Ahmat. (Aripin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya