Bupati Pimpin Rapat Perkembangan Covid-19 di Pasangkayu, Saal: Pertanggungjawaban Anggaran Harus Jelas

02 June 2020 23:09
Bupati Pimpin Rapat Perkembangan Covid-19 di Pasangkayu, Saal: Pertanggungjawaban Anggaran Harus Jelas
Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa bersama Wakil Bupati M Saal gelar rapat pembahasan perkembangan situasi Covid-19 Kabupaten Pasangkayu bersama Forkopimda, berlangsung di aula kantor bupati Jalan Sukarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa bersama Wakil Bupati M Saal gelar rapat pembahasan perkembangan situasi Covid-19 Kabupaten Pasangkayu bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), berlangsung di aula kantor bupati Jalan Sukarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (2/6/2020).

Hadir di giat itu, Dandim 1427 Pasangkayu Letkol Inf Kadir Tangdiesak, Wakapolres Mamuju Utara (Matra) Kompol Ade Chandra CY, Sekda Kabupaten Pasangkayu Firman, Kepala Seksi (Kasi) Datun Kejaksan Negeri (Kejari) Pasangkayu Jul Indra Nasution.

Sambutan Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa, mengatakan secara nasional, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Pasangkayu sudah dinyatakan zona hijau.

“Diharapkan perlu kesadaran seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona ini,” kata Bupati Agus.

Mmenurut dia, selaku pemerintah, berpikir untuk seluruh masyarakat kita di sini, terkhusus di wilayah kita di Kabupaten Pasangkayu ini bagaimana kedepannya.

“Untuk wilayah Kabupaten Pasangkayu, dari 7 orang yang kena Covid-19 dan ke 7 sudah dinyatakan sembuh semua,” tutur Agus.

Ia mengemukakan, untuk wilayah Kabupaten Pasangkayu, dihimbau kepada masyarakat agar menanam tumbuh-tumbuhan jangka pendek seperti jagung dan sayur-sayuran untuk mengantisipasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Pasangkayu.

“Kami dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasangkayu memberi ruang dan mengijinkan untuk shalat Jumat dan shalat 5 waktu dilaksanakan di Masjid masing-masing, karena status Kabupaten Pasangkayu sudah menurun menjadi zona hijau, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Agus.

Sementara Wakil Bupati Pasangkayu, M Saal, menyampaikan kami dari Pemda Pasangkayu untuk para kepala desa (Kades), agar bantuan dari pemerintah betul-betul disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan kami dari pihak pemerintah daerah sekali-sekali turun untuk mengecek langsung ke bawah mengenai bantuan yang turun.

“Kami khawatir, bantuan ini tidak tepat sasaran, sementara penekanan pemerintah pusat harus tepat sasaran. Kami dari pihak pemerintah meminta pertanggungjawaban anggaran harus jelas, karena selama ini anggaran Covid-19 ini kami menilai masih abu-abu,” papar Saal.

Ditempat yang sama, Dandim 1427 Pasangkayu Letkol Inf Kadir Tangdiesak menekankan bagi masyarakat Pasangkayu, dalam rangka mencegah, mengantisipasi dan meminimalisir penularan virus corona yang kini tengah merebak di Indonesia khususnya di Pasangkayu.

“Jadi diharapkan masyarakat untuk tetap hidup bersih, cuci tangan menggunakan sabun, dan setiap bepergian tetap menggunakan masker,” ujar Kadir.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat seperti berolahraga, menjaga lingkungan dan pola makan yang sehat dan mengikuti imbauan pemerintah.

“Saya akan memerintahkan anggota Babinsa untuk mengawal penyaluran bantuan apa saja, baik berupa bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa Covid 19, bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos), sehingga tidak terjadi kesalahpahaman ditengah-tengah masyarakat,” terang Kadir.

Selenjutnya Wakapolres Matra, Kompol Ade Chandra CY, mengatakan dari pihak kepolisian mengamankan kebijakan Pemda dan mengimbau kepada seluruh Kades agar mendukung kebijakan Pemeda, agar semua bisa berjalan dengan lancar.

“Kami dari pihak Kepolisian menyarankan untuk shalat Jumat dan sholat 5 waktu tetap dibatasi dan jaga jarak pada saat melaksanakan shalat di Masjid dan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” kata Ade.

Kemudian Kasi Datun Kjari Pasangkayu, Jul Indra Nasution, menyampaikan pihak Kejari mengajak kepara Kades untuk bersinergi serta saling berkoordinasi dalam hal pengelolaan keuangan dana desa secara baik dan benar.

“Seluruh permasalahan hukum terkait dengan dana desa bisa di konsultasikan dan di tegaskan, yang patut diingat adalah pembangunan di desa dilakukan harus sesuai APB-Desa, kalaupun ada perubahan bisa dikonsultasikan kepada kami, dan kami siap.,” papar Jul. (Sarwo/Nis)

 

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya