Camat Messawa di Mamasa Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar, Nurmawati: Aturan Kita Indahkan Perekonomian Rakyat Berjalan

01 June 2020 21:11
Camat Messawa di Mamasa Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar, Nurmawati: Aturan Kita Indahkan Perekonomian Rakyat Berjalan
Pasar Messawa, Kabupate Mamasa, Sulbar, menerapkan protokol kesehatan Covid-19 bagi para pengunjung pasar untuk menangkal penyebaran virus corona sekaligus menghidupkan perekonomian warga Kecamatan Messawa. (FB. Nurmawati Harianja)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Hingga saat ini salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) masih zero alias nol kasus pasien positif Covid-19 yakni Kabupaten Mamasa, sehingga masih dikategorikan zona hijau.

Hal tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa beserta jajarannya hingga ke pemerintahan paling bawah membuat berbagai langkah kebijakan, agar wilayah Kabupaten Mamasa tetap aman dari penyebaran virus cororna.

Seperti yang dilakukan pemerintah di tingkat Kecamatan Messawa, memberlakukan protokol kesehatan saat aktivitas pasar berlangsung di Messawa.

Camat Messawa Nurmawati Harianja, mengatakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, kami bekerjasama dengan seluruh Kepala Desa (Kades), Lurah, relawan dan mahasiswa melakukan pembatasan pengunjung pasar Messawa.

“Pasar merupakan tempat paling berpotensi menjadi tempat penyebaran virus corona, sebab di pasar tempatnya pertemuan masyarakat dari berbagai penjuru, baik itu di wilayah Kecamatan Messawa maupun dari luar,” kata Nurmawati disela-sela kegiatan rapid test massal kepara pedagang keliling yang di gelar TRC Dinkes yang tergabung di Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mamasa berlangsung di Puseksmas Messawa, Senin (1/6/2020).

Ia menjelaskan, untuk itu guna menghindarkan masyarakat dari kerumunan, maka aktivitas ber-pasar bagi warga Kecamatan Messawa dibuat dalam bentuk jadwal.

“Kami telah membuat jadwal bagi para pengunjung pasar Messawa, yakni pukul 07:00 sampai 09:00 pagi hanya warga desa A, B dan C yang boleh masuk pasar, kemudian pukul 09.00 sampai jam 11:00 siang, warga desa lainnya, serta pukul 11:00 sampai pukul 13:00 siang dimana pasar Hampir tutup, giliran warga desa lainnya memasuki pasar,” jelas Nurmawati.

Menurut dia, sistem pengaturan seperti ini dinilai efektif mengurangi kerumunan warga saat aktivitas pasar sedang berjalan.

“Hal tersebut dilakukan untuk memikirkan bagaimana aktivitas perekonomian warga tidak lumpuh akibat Covid-19 ini. Aturan protokoler kesehatan kita indahkan, sarana penunjang perekonomian rakyatpun harus berjalan,” tutur Nurmawati.

Terpisah, relawan Covid-19 Kelurahan Messawa sekaligus Kepala Pasar Messawa, Andi Rusli membenarkan bahwa sejak di berlakukannya jadwal bagi warga desa di Kecamatan Messawa, maka aktivitas di pasar benar-benar dapat diatasi.

“Kerumunan warga yang datang berbelanjapun dapat di antisipasi. Terimakasih atas segala upaya dan perhatian dari pemerintah Kecamatan Messawa,” imbuhnya. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya