Dari Daerah Terpapar Covid-19, Kepala BKPP Mamasa Siap Jalani Karantina Mandiri

29 May 2020 22:27
Dari Daerah Terpapar Covid-19, Kepala BKPP Mamasa Siap Jalani Karantina Mandiri
Kepala BKPP Mamasa, Agustina Toding saat di Posko Terpadu Percepatan Penanganan Covid-19 Mamasa di Pasapa', Desa Matande, Kecamatan Messawa, siap jalani proses karantina mandiri selama 14 hari setelah melakukan perjalanan dari wilayah zona merah Covid-19 dari Kota Makassar. (Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Agustina Toding terpaksa harus jalani proses karantina mandiri selama 14 hari.

Pasalnya, Kepala BKPP Mamasa ini diketahui baru saja melakukan perjalanan dari wilayah zona merah Covid-19 yakni dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Kabupaten Mamasa, Jumat (29/5/2020).

Memasuki perbatasan Kabupaten Mamasa-Polewali Mandar (Polman) di Posko Terpadu Percepatan Penanganan Covid-19 Mamasa di Pasapa’, Desa Matande, Kecamatan Messawa, Kepala BKPP Agustina Toding spontan menyampaikan kepada petugas posko bahwa dirinya baru saja balik dari Kota Makassar, Sulsel, dan bersedia menjalani proses karantina mandiri selama 14 hari.

Petugas poskopun segera membuat rekomendasi karantina mandiri yang ditujukan kepada Kepala Desa (Kades) Bobongbatu, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, dimana Desa Bobongbatu merupakan desa tempat tinggal atau berdomisili Kepala BKPP Mamasa, Agustina Toding.

Agustina Toding mengatakan, dirinya baru saja kembali dari Kota Makassar dalam rangka mendampingi anaknya menjalani proses operasi cesar.

“Saya berada di Makassar selama tiga minggu atau selama 21 hari, sebab setelah selesai operasi, saya menunggu proses pemulihan sesuai anjuran dokter yang menangani proses operasi,” kata Agustina.

Menurut dia, sebelum bertolak Ke Makassar beberapa minggu lalu, terlebih dahulu dirinya membangun komunikasi dengan pemerintah desa, dan menyatakan siap dikarantina apabila kembali ke Kabupaten Mamasa.

“Aturan protokoler kesehatan Covid-19 harus kita indahkan,” tutur Agustina.

Disinggung soal dirinya selaku pejabat tingkat eselon lingkup Pemkab Mamasa, Agustina Toding yang didampingi suaminya, Syamsuddin hanya tersenyum, menyampaikan tidak satupun manusia di dunia ini yang kebal terhadap virus corona yang mematikan ini.

“Entah itu rakyat jelata maupun pejabat, kaya, miskin, anak-anak dan dewasa, semua bisa terpapar corona apabila kita lalai dan tidak mengindahkan himbauan pemerintah,” papar Agustina.

Ia menjelaskan, sekaitan dengan jabatannya selaku Kepala BKPP Mamasa, dirinya tidak mempersoalkan itu, justru kita sebagai pejabat harus menjadi garda terdepan untuk melakukan pencegahan dan percepatan pemutusan mata rantai Covid-19 ini.

“Pokoknya demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kita semua sama dan tidak ada yang istimewa,” jelas Agustina.

Olehnya itu, dirinya menghimbau segenap masyarakat Kabupaten Mamasa agar tetap mematuhi aturan protokoler kesehatan yang sudah di jalankan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mamasa bersama segenap jajarannya.

“Pokoknya aturan mengenai pencegahan Covid-19 harus di indahkan, agar Kabupaten Mamasa tetap dalam kondisi aman dari virus corona yang mematikan ini,” ujar Agustina.

Sementara itu, salah seorang petugas Posko Terpadu Percepatan Penanganan Covid-19 Mamasa di Pasapa’, yang minta identitasnya di rahasiakan, menyampaikan Kepala BKPP Mamasa ini sosok yang bisa di jadikan tauladan, sebab beliau (Agustina Toding) tidak banyak protes kepada petugas posko.

“Ibu Agustina Toding bersedia mengikuti anjuran petugas posko perbatasan. Bahkan proses karantinya sebagai warga Mamasa yang datang dari zona merah tidak menjadi soal, sebab Ibu Agustina sendiri yang minta agar dirinya diberi rekomendasi karantina mandiri. Sungguh luar biasa ibu ini,” paparnya. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya