Warga Kandemeng Desak Evaluasi Penanganan Covid-19 di Polewali Mandar

29 May 2020 03:02
Warga Kandemeng Desak Evaluasi Penanganan Covid-19 di Polewali Mandar
Warga Kandemeng unjuk rasa damai terkait penanganan Covid-19 khususnya di Kampung Kandemeng, Desa Batulaya berlangsung depan Puskesmas Tinambung, Kabupaten Polman, Sulbar. (Aaron/Trans89.com)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Warga Kandemeng unjuk rasa damai terkait penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), khususnya di Kampung Kandemeng, Desa Batulaya.

Aksi tersebut diikuti warga Kandemeng dipimpin Suryananda depan Puskesmas Tinambung, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (27/5/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, menuntut evaluasi penanganan Covid-19 Kabupaten Polman, Provinsis Sulbar.

Orasi Suryananda, mengatakan hampir semua orang yang meninggal dikarenakan Covid-19 akibat propaganda yang dibesar-besarkan oleh wacana dan pemberitaan.

“Oleh karena itu, sebaiknya kita segera melakukan investigasi dan komparasi sendiri untuk memberikan informasi yang lebih mencerahkan kepada publik,” kata Suryananda.

Menurut dia, WHO merekomendasikan agar semua kasus yang dikonfirmasi oleh laboratorium agar diisolasi dan dirawat di fasilitas perawatan kesehatan.

“WHO juga merekomendasikan bahwa semua orang yang dicurigai terpapar Covid-19 dan memiliki infeksi saluran pernapasan akut yang parah harus dilakukan triase atau penentuan skala prioritas perawatan berdasarkan tingkat keparahan kondisi penyakit melalui sistem perawatan kesehatan dan perawatan darurat,” tutur Suryananda.

Ia menjelaskan, yang menjadi fenomena hari ini adalah kegagalan pemerintah dalam menangani kasus Covid-19, yang justru membuat ketakutan pada masyarakat, dan bukankah negara melalui pemerintah wajib melindungi rakyatnya.

“Kami rakyat Indonesia khususnya saudara kami yang dinyatakan reaktif dan positif tentu ingin sembuh. Kita semua warga Kandemeng ingin memutus mata rantai penyebaran virus ini, tetapi pihak berwenang harus bertindak persuasif terhadap masyarakat dengan tidak melakukan tindakan layaknya menjemput seperti pelaku teroris,” jelas Suryananda.

Dirinya meminta agar pihak berwenang dalam hal ini pihak Gugus Tugas kabupaten, kecamatan hingga puskesmas memberikan sosialisasi prosedur edukasi dan persuasif kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif memaksa serta tidak membuat keresahan di masyarakat

“Kami meminta hasil Lab (berupa kode/keterangan medis) pada pasien yang dinyatakan positif Covid-19, agar diserahkan kepada pasien bersangkutan, bukan sekedar rilis nama-nama pasien, termasuk keterbukaan hasil Lab pegawai puskesmas sebagai bentuk proteksi awal pada masyarakat sebelum terjun memberikan pemeriksaan,” pinta Suryananda.

Suryananda juga meminta transparansi pemerintah mengenai anggaran penanganan Covid-19 di Polman agar dibuka ke publik, meminta agar segera mengeluarkan surat keputusan dari pihak berwenang mengenai jangka waktu pasien dikarantina serta jangka waktu masyarakat karantina mandiri.

“Meminta agar pasien yang tdak di isolasi ke Polewali, tetap isolasi mandiri, namun diberikan pengawasan dan perhatian khusus berupa edukasi dan suplai vitamin serta logistik sebagaimana aturan prosedur yang berlaku,” sebut Suryananda.

Ia juga meminta agar usut tuntas pelaku penyebaran nama-nama pasien yang terkonfirmasi positif yang tersebar di media sosial (medsos) tanpa inisial.

“Pemerintah daerah (Pemda) hingga Presiden Jokowi agar mempertimbangkan pendapat mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Siti Fadilah bahwa terdapat konspirasi bisnis vaksin dalam wacana global Covid-19 ini,” tegas Suryananda.

Dirinya mendesak DPRD Kabupaten Polman agar segera mengevaluasi penanganan Covid-19 yang dilakukan Gugus Tugas Kabupaten Polman.

“Kami meminta penjelasan pihak Puskesmas Tinambung tentang dasar melakukan permintaan swab dan bagaimana dasar hukum perintahnya,” demikian Suryananda.

Aksi damai tersebut dikarenakan warga Kampung Kandemeng tidak percaya terhadap penanganan Covid-19 yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Polman, dikarenakan sulitnya memperoleh informasi yang valid dari Tim Gugus Tugas itu sendiri.

Warga kandemeng menolak dan siap menjemput atau menghadang petugas kesehatan jika Puskesmas Tinambung tetap memaksa untuk melakukan pemeriksaan swab bagi warga Kandemeng. Dan massa akan kembali melakukan aksi yang lebih besar jika pernyataan sikapnya tidak diindahkan. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya