Walikota Padang Kunjungi Kampung Nelayan Pantai Air Manis Yang Terdampak Abrasi

27 May 2020 01:52
Walikota Padang Kunjungi Kampung Nelayan Pantai Air Manis Yang Terdampak Abrasi
Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengunjungi perkampungan nelayan di Pantai Air Manis yang terdampak abrasi pantai menyebabkan sekira 20 rumah warga terendam air laut di Kelurahan Air Manis, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumbar. (Desmon/Trans89.com)
.

PADANG, TRANS89.COM – Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengunjungi perkampungan nelayan di Pantai Air Manis yang terdampak abrasi pantai menyebabkan sekira 20 rumah warga terendam air laut, Selasa (26/5/2020).

Kejadian abrasi pantai disebabkan air pasang dan ombak besar yang masuk ke perkampungan Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun dua rumah warga alami rusak berat yakni Kucuik (45) pekerjaan nelayan dan Elly (53) pekerjaan pedagang, keduanya beralamatkan Pantai Air Manis, RT 01/RW 02, Kelurahan Air Manis, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Sementara sekira 20 rumah terendam air laut sekitar 4 meter daratan terkikis air laut menjadi bibir pantai akibat abrasi tersebut.

Pihak Badan Penagggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama TNI/Polri dan masyarakat setempat membuat penahan ombak sebanyak 250 karung berisikan pasir yang dibentangkan dipantai yang terdampak abrasi pantai.

Terjadinya abrasi pantai dampak dari cuaca ekstrim disertai angin kencang dan air pasang yang cukup tinggi terjadi di sepanjang Pantai Air Manis, dan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Padang juga mengingatkan agar penduduk yang tinggal di sepanjang pesisir pantai mewaspadai terjadinya abrasi.

Sekitar pukul 11.40 WIB, Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah melakukan peninjauan di lokasi abrasi pantai tersebut dan bertanya langsung terkait kejadian yang menimpa warganya.

“Untuk saat ini bagaimana pemindahan masyarakat, kalau bantuan itu dari Dinas Sosial (Dinsos) atau BPBD. Dan seharusnya masyarakat tidak membangun rumah dekat bibir pantai,” kata Mahyeldi.

Menurut dia, aturannya, jarak permukiman warga itu berjarak 100 meter dari bibir pantai, sedangkan untuk perencanaan pemindahan akan dibahas nantinya, dan apa saja langkah-langkah yang akan diambil.

“Yang jelasnya, kita data rumah yang terdampak dari Lurah. Nanti akan kita tentukan langkah-langkah apa yang akan diambil. Kalau lokasi kawasan Pantai Air Manis sudah sering terjadi abrasi pantai dan kejadiannya sudah tiap tahun,” tutur Mahyeldi. (Desmon/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya